Korban Asal Malang Bertambah, Polisi Buru Jaringan Penipu Asal Nigeria

  • 17-08-2019 / 16:45 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Korban Asal Malang Bertambah, Polisi Buru Jaringan Penipu Asal Nigeria Dua pelaku penipuan jaringan internasional yang diamankan Satreskrim Polres Malang.

MALANGPOSTONLINE.COM - Polres Malang terus mengembangkan kasus penipuan yang melibatkan jaringan internasional. Selain mendalami para korban, juga memburu jaringannya yang masih buron. Masih ada orang yang statusnya sudah dijadikan DPO (daftar pencarian orang).

"Dua orang yang kami tangkap sebelumnya itu, hanya kaki tangannya saja. Sedangkan otaknya masih buron dan masih kami buru," tegas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda kepada Malangpostonline.com.

Sekadar diketahui, Unit I Tipidum Satreskrim Polres Malang, membekuk dua tersangka kasus penipuan jaringan internasional. Salah satu tersangkanya warga Nigeria. Yakni Ekene Ugwuanyi, 34, asal Okpala Road, Ngor Okpala Imo State.

Ekene, ditangkap di Jakarta bersama pacarnya, Rina Liffriyanti, 42, warga Palembang Sumsel. Mereka melakukan penipuan terhadap warga Jabung. Modusnya berpura-pura kenalan di situs pertemanan Speaky.

Menurut Adrian, dua orang yang kini masuk dalam DPO, seorang diketahui warga Nigeria. Satu pelaku lagi adalah warga Indonesia. "Sempat kami gerebek saat berada di Jakarta, namun keduanya berhasil kabur," ujarnya.

Dilanjutkannya, bahwa mereka ini adalah jaringan penipuan internasional. Mereka beroperasi sudah sejak lama. Kebanyakan korbannya adalah warga Indonesia.

Berdasarkan catatan dalam buku milik tersangka yang diamankan sebagai barang bukti, ada sekitar 50 orang yang menjadi korban penipuan. Tiga korban diantaranya adalah Filipina, Argentina dan Thailand. Lainnya adalah diketahui warga Indonesia.

"Untuk korban dari Malang, sejauh ini dari hasil pengembangan ada dua orang. Satu orang warga Kecamatan Jabung, sedangkan satu lagi adalah warga Kecamatan Pakisaji yang bekerja di Sidoarjo," tuturnya.

Besar kemungkinan, korban dari Malang bisa bertambah. Karenanya, dari 50 nama yang diduga menjadi korban tersebut, polisi akan menghubungi satu-persatu untuk memastikan kebenarannya.

"Karena setiap orang yang telah menjadi korban penipuan ini, oleh tersangka nama serta nomor ponselnya dicatat. Dan untuk memburu pelaku yang masih buron, kami sudah membentuk tim untuk memburunya," tandas Adrian.(agp/Malangpostonline.com)

  • Editor : agp
  • Uploader : slatem
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI