trial_mode: on

Meriahkan Momen Kemerdekaan, Warga Sawojajar Adakan Lomba Jembatan Maut

  • 18-08-2019 / 16:28 WIB
  • Kategori:Malang
Meriahkan Momen Kemerdekaan, Warga Sawojajar Adakan Lomba Jembatan Maut

MALANGPOSTONLINE.COM - Ada banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk merayakan Hari Kemerdekaan Ri ke-74. Umumnya, mereka melakukan beragam lomba di lingkungan sekitar tempat tinggal. Mulai dari lomba makan kerupuk, balap karung, memasukkan paku ke dalam botol dan masih banyak lagi.

Namun, warga Sawojajar Gang 17 memiliki cara berbeda. Mereka melakukan lomba panjat pinang yang dikemas berbeda, Minggu (18/8). Sebatang pinang yang biasanya disusun vertikal, kali ini dipasang secara horizontal. Warga dibiarkan berjalan di atas batang pinang sepanjang 13 meter yang sudah diberi lemak binatang (gajih), stempel rantai motor dan oli bekas. Kemudian, di garis finish, ada berbagai hadiah yang sudah disiapkan. Seperti alat rumah tangga, sepeda, rice cooker hingga uang tunai. 

Warga sekitar tampak begitu antusias mengikuti lomba tersebut. Tak sedikit, ketika baru melangkah, mereka terpeleset dan jatuh ke sungai. Untuk itu, lomba tersebut diberi nama Jembatan Maut. 

Penggagas Jembatan Maut, Piono mengatakan, acara tersebut sudah dilakukan secara turun temurun sejak tahun 1986. Ide tersebut muncul dari kebiasaan masyarakat sekitar yang suka main air karena lokasi perkampungan warga tak jauh dari aliran sungai. “Lomba ini kami gelar setiap tahun untuk memeriahkan kemerdekaan. Tradisi ini juga terus dilestarikan oleh generasi muda yang ada,” terang dia kepada Malangpostonline.com.

Menurut Piono, lomba bertajuk jembatan maut tersebut dinilai lebih aman dan bisa diikuti oleh seluruh masyarajat dari segala usia. Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. "Kami anggap panjat pinang terlalu beresiko dan tidak semua orang bisa mengikuti. Kalau ini cukup aman dan bisa diikuti oleh anak-anak kecil. Aman sekali buat anak-anak, ada ban renang juga dan dijaga oleh orang-orang yang ahli," imbuh dia.

Salah satu peserta, Aris Giri mengaku sangat senang memeriahkan acara tahunan tersebut di wilayahnya. Selain bisa lebih mengakrabkan diri dengan warga sekitar, ia juga tertarik untuk meraih hadiah bonus utama senilai Rp 250 ribu."Saya sudah lima kali ikut ini, jadi senang saja. Bisa kenal warga lebih banyak lintas generasi orang tua dan anak-anak,” kata dia.

Meski berkali-kali jatuh, ia tak menyerah untuk terus mencoba peruntungan. Meski sulit, ia mengaku penasaran dan memikirkan berbagai cara agar sampai ke garis finish dan mendapatkan hadiah. “Tapi memang sulit, kayak manjat pinang tapi ini nyeberang. Saya pingin dapat uangnya," tandas dia. (tea/Malangpostonline.com)

  • Editor : tea
  • Uploader : irawan
  • Penulis : tea
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI