Serius Atasi Macet, Dishub Anggarkan Rp 3,8 Miliar Untuk TLA

  • 18-08-2019 / 18:49 WIB
  • Kategori:Malang
Serius Atasi Macet, Dishub Anggarkan Rp 3,8 Miliar Untuk TLA

MALANGPOSTONLINE.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sangat serius melakukan upaya untuk mengatasi kemacetan di Kota Malang. Selain melakukan pelebaran jalan di berbagai titik, pengaturan lalu lintas dan penambahan sarana juga dilakukan.

Tahun ini, Dishub Kota Malang menganggarkan pemasangan Traffic Light Adaptif (TLA) senilai Rp 3,8 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang 2019.

Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto mengungkapkan, nantinya TLA tersebut akan dipasang di 48 persimpangan jalan. Pengelolaannya akan menjadi tanggung jawab Dishub Kota Malang. “Selama ini, di persimpangan yang ada, masih memanfaatkan traffic light manual,” terang dia.

Meski sebenarnya ada beberapa titik yang sudah terpasang TLA dengan jaringan fiber. Seperti yang ada di persimpangan Jalan A.Yani, Ciliwung, Letjen Sutoyo dan Kaliurang. ”Kami berharap, jaringan sistem tersambung di semua persimpangan,” kata dia.

Handi menambahkan, pada tahun 2020 mendatang, pihaknya juga akan menganggarkan pemasangan sistem serupa di lima persimpangan lain. ”Dengan sistem baru ini, durasi traffic light bisa kami kontrol dari kantor Dishub. Durasi bisa langsung diubah, menyesuaikan tingkat kemacetan. Kami standbykan operator dua puluh empat jam,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Handi menjalaskan, sejak tahun 2014 lalu, secara bertahap, Dishub terus melakukan pembaruan teknologi. Selain akan memasang TLA, pihaknya juga memasang Area Traffic Control System (ATCS). 

Sejauh ini, sudah ada 17 persimpangan yang menggunakan sistem ATCS. ”Namun, ATCS lama tersebut sistem operasionalnya masih menggunakan frekuensi radio. Sinyalnya kadang hilang timbul, juga delay,” kata dia.

Tahun ini, lanjut dia, pihaknya akan menganggarkan sekitar Rp 4 miliar itu untuk pegadaan empat ATCS baru dengan menggunakan serat optik atau jaringan fiber, yakni Intelligent Transportation System (ITS). 

Nantinya, ada dua sistem akan dipasang di persimpangan Ranugrati, satu sistem di persimpangan Puntodewo dan satu sistem di Kesatrian. “Ini kami siapkan sebagai salah satu langkah antisipasi exit tol Madyopuro ketika sudah dibuka nanti,” jelas dia. (tea/bua/Malangpostonline.com)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : tea
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI