trial_mode: on

Rayakan Kemerdekaan, Warga GPR Gelar Lomba Agustusan

  • 18-08-2019 / 21:01 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Rayakan Kemerdekaan, Warga GPR Gelar Lomba Agustusan Usai mengikuti rangkaian lomba Warga Perum Green Pakis Regency  foto bersama sambil membawa hadiah.

MALANGPOSTONLINE.COM - HUT ke-74 Kemerdekan Republik Indonesia juga disambut semangat seluruh warga Indonesia. Tidak terkecuali warga Perumahan Green Pakis Regency (GPR), Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. 

Memeriahkan HUT kemerdekaan dengan menggelar beragam lomba. Mulai dari lomba memasak nasi goreng, lomba voli terpal, sepeda lambat, terong estafet, makan kerupuk dan lomba lainnya, digelar di lahan kosong area perumahan.

Seluruh lomba diikuti warga dengan penuh semangat. Terutama lomba voli terpal. Tercatat lomba-lomba ini diikuti lebih dari 50  peserta. Mereka dibagi menjadi 10 tim bapak-bapak dan lima tim ibu-ibu.

"Satu tim untuk bapak beranggotakan tiga orang, sedangkan satu tim untuk ibu-ibu beranggotakan empat orang," ungkap Guest Gesang, panitia lomba Agustusan di Perumahan GPR.

 

Peserta lomba terong estafet semangat mengoperkan terong kepada rekan se timnya.

 

Gesang begitu dia akrab dipanggil, mengaku lomba voli terpal sengaja dipilih karena seru. Itu karena tim yang sedang bermain tidak dapat saling melihat atau berpandangan. 

Tidak seperti voli pada umumnya, kali ini net yang digunakan terbuat dari terpal. "Jadi masing-masing pemain tidak bisa melihat pergerakan lawan dan tidak tahu arah bolanya," ungkap Gesang pada Malangpostonline.com.

Akibatnya banyak pemain sering salah  bergerak saat bola masuk areanya. Tidak sedikit warga juga jatuh lantaran berusaha menerima dan memukul  bola tidak masuk ke areanya.

Selain voli terpal, lomba terong estafet juga tak kalah serunya dengan banyak diikuti peserta. Terong estafet ini diikuti khusus kaum ibu. Dimana mereka membawa terong dengan cara mengempit di paha, untuk kemudian diberikan kepada peserta yang lain. "Yang tercepat sampai finish itulah pemenangnya," tambah Gesang. 

Sedangkan untuk kategori anak-anak lomba paling seru dan diikuti banyak peserta adalah sepeda lambat. "Sesuai namanya sepeda lambat, peserta yang mencapai garis finis terakhir dan tidak pernah jatuh saat lomba  adalah pemenangnya," jelasnya.

 

Lebih lanjut, menurutnya lomba-lomba yang digelar ini tidak sekadar untuk memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Tapi lomba ini memiliki tujuan utama yaitu merekatkan tali silahturahmi antar warga.

"Disini rata-rata warganya bekerja. Sudah tentu jarang bertemu antara satu dengan yang lainnya. Melalui peringatan HUT ke-74 RI ini warga bisa berkumpul dan bercengkrama," sebut bapak dua anak ini.

Gesang juga mengatakan, rangkaian kegiatan HUT ke-74 RI ini dimulai dari renungan suci Jumat  (16/8) lalu. Dilanjutkan Sabtu (17/8) lomba memasak nasi goreng oleh bapak-bapak. "Hari ini puncak acaranya," pungkasnya sembari menyebutkan usai lomba dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan foto berama. (ira/bua/Malangpostonline.com)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI