trial_mode: on

Muchlis Arif, Seniman Keramik Lukis Kota Batu Melanglang Buana di Malang Raya

  • 19-08-2019 / 18:37 WIB
  • Kategori:Batu
Muchlis Arif, Seniman Keramik Lukis Kota Batu Melanglang Buana di Malang Raya Ajarkan : Muchlis Arif tengah memberikan pelatihan membuat keramik kepada puluhan siswa SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu di Base Camp Kaliwatu Rafting, Senin (19/8) siang.

MALANGPOSTONLINE.COM - Siapa yang tak kenal dengan Muchlis Arif, warga Jalan Merak, Perumahan Batu Permai Kota Batu. Ia telah banyak menghasilkan karya seni keramik berkualitas tinggi. Bahkan dia memiliki galery di rumahnya.

Karena keahlian yang ia miliki itulah, Arif, sapaan akrabnya aktif menularkan keterampilannya ke banyak orang. Baik anak muda hingga masayarakat di Kota Batu. Dari pengalamannya tersebut itulah ia dipercaya menjadi nara sumber dalam berbagai kegiatan. Khususnya dalam pelatihan pembuatan keramik.

"Saya sudah lama menggeluti kerajinan keramik ini. Bahkan mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan pernah belajar di tempat saya untuk membuat keramik secara manual," ujar Arif kepada Malangpostonline.com Senin (19/8) siang.

Ia menceritakan, dengan apa yang telah digelutinya tersebut. Laki-laki kelahiran Malang, 2 Februari 1969 ini dipercaya untuk oleh tim pengabdian kepada masyarakat dari Unesa yang beranggotakan Mochamad Arif Irfa’i, Nova Kristiana dan Tri Sudarwanto melakukan pelatihan kepada Perajin Gerabah di Dusun Bethek, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Dengan dipercaya menjadi nara sumber di wilayah Bethek atau yang dikenal sebagai kawasan pembuat gerabah saya merasa sangat senang dan bangga. Mengingat sudah banyak perajin keramik yang telah gulung tikar dan ganti profesi," bebernya.

Permasalahan tersebut, lanjut dia, karena menurutnya warga Bethek dalam membakar gerabah masih menggunakan alat tradisional atau kayu dalam pembakarannya. Sehingga asap yang ditimbulkan mengakibatkan polusi udara. Apalagi wilayah tersebut berada pada permukiman yang banyak penduduknya.

"Karena itu dengan adanya kegiatan pelatihan yang dipsonsori oleh Kemeristekdikti dan LPPM Unesa ini selama dua hari lalu. Saya disana mengajarkan proses pembuatan keramik menggunakan tungku pembakaran gerabah seperti yang saya miliki dirumah," paparnya.

Ia menjelaskan beberapa pelatihan yang ia kerjakan meliputi pelatihan pengglasiran, pengelolaan keuangan, dan pemasaran produk. Pelatihan yang ia berikan nantinya akan menjadi contoh dalam proses pembuatan keramik menggunakan tungku pembakaran. Mengingat paguyuban yang diketuai oleh Suhartoko tersebut juga diberi tungku pembakar gerabah agar perajin keramik di Bethek tetap beroperasi.

"Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat ini minimnya sarana juga menjdi kendala. Karena itu dengan adanya bantuan tungku dari pihak sponsor diharap bisa membantu dan mempermudah perajin membuat keramik berkualitas," urainya.

Seperti di rumahnya, alumnus S2 ISSI Jogja jurusan Penciptaan Seni Keramik ini mengungkapkan ada bayak kelebihan tungku pembakaran yang diberikan kepada para perajin. Yakni panas yang ditimbulkan dari tungku dapat mencapai 1300 derajat celcius yang cukup membuat gerabah dengan kualitas standar SNI.

demikian penjelasan pak Arif Muchlis yang hadir sebagai nara sumber pelatihan pengglasiran. Pak Arif Muchlis yang telah berpengalaman dalam pembuatan keramik selama puluhan tahun juga menambahkan bahwa pengoperasian tungku pembakaran ini sangat mudah sehingga tidak memerlukan keahlian khusus. Perawatan dan perbaikan dari tungku pembakaran ini juga sangat mudah.

Arif berharap dengan apa yang telah ia lakukan mampu membuat perajin keramik tetap bertahan. Mengingat saat ini daerah yang dulunya menjadi pusat kerajinan keramik tersebut semakin berkurang.

Lebih jauh, ia menerangkan bahwa dirinya menggeluti kerajinan keramik sudah menjadi pilihan. Begitu juga mengajarkan. Karena selain sedikitnya perajin keramik di Malang Raya, kerajinan tradisional ini adalah salah satu budaya yang perlu dilestarikan.

Diungkap laki-laki ramah ini, dari proses pembuatan yang ia kerjakan telah membuat ratusan bahkan ribuan keramik. Mulai dari keramik lukis paduan tradisonal dan modern ia ciptakan.

Pangsa pasarnya juga tak tanggung-tanggung. Sudah mencapai Bali, Jakarta dan Surabaya. Serta ke luar negeri seperti Italy, Canada, Singapore hingga Maldive. Bahkan ia sering menggelar pameran tunggal di Kota Batu.

Sementara untuk harga, ia mematok mulai dari Rp 5 juta - Rp 25 juta untuk keramik lukis. Sedangkan untuk homeware dan tableware ia menjual mulai dari harga Rp 50 ribu - Rp 750 ribu.

Tak hanya itu, rumahnya juga terbuka lebar bagi anak-anak muda yang ingin belajar dan menyalurkan kreatifitasnya untuk membuat keramik. Kemarin, dirinya menggelar pelatihan 60 siswa SMP Muhammadiyah 08 Kota Batu.

Pelatihan akan digelar selama tiga tahap. Dengan tiap tahap 60 siswa dan dilatih membuat karya dari bahan alam lunak berbentuk vas, cangkir, dan mangkuk. Kemudian keramik dibakar dengan suhu 1150-1250 derajat celcius. (eri/Malangpostonline.com)

  • Editor : eri
  • Uploader : slatem
  • Penulis : eri
  • Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI