Lulusan Poltekkes RS. Dr. Soepraoen Malang Tembus Jepang

  • 20-08-2019 / 16:14 WIB
  • Kategori:Kampus
Lulusan Poltekkes RS. Dr. Soepraoen Malang Tembus Jepang

MALANGPOSTONLINE.COM - Poltekkes RS. Dr. Soepraoen Malang semakin mantap untuk Go Internasional. Hal itu dibuktikan dengan beberapa lulusannya yang tahun ini siap berkiprah di luar negeri. Melalui program Government  to Government, tahun ini sebanyak 13 lulusan Poltekkes RS. Dr. Soepraoen Malang siap bekerja ke Jepang. Tawaran bekerja ke Jepang diterima beberapa bulan terakhir melalui PT. Duta Mandiri Indonesia, selaku perusahaan resmi yang menyalurkan tenaga kerja luar negeri.  

Saat ini, 13 mahasiswa tersebut tengah mengikuti pendidikan Bahasa Jepang di kampus. Pendidikan tersebut akan mereka jalani selama enam bulan, sebelum mengikuti tes lanjutan untuk ditugaskan di rumah sakit-rumah sakit ternama di Negeri Sakura. 

Dengan berbagai kemajuan dan keunggulan yang dimiliki oleh Poltekkes RS. Dr. Soepraoen Malang membuat  instansi luar negeri mulai tertarik merekrut tenaga dari kampus ini. Sebagai kampus vokasional,  Poltekkes RS. Dr. Soepraoen Malang turut bangga mengantarkan lulusannya berkiprah di luar negeri, sebagai tenaga profesional di bidang Keperawatan, Kebidanan dan Akupuntur.  

Memang bukan kali pertama lulusan Poltekkes RS. Dr. Soepraoen bekerja luar negeri, sebelumnya juga banyak lulusan yang bekerja di Jepang, Taiwan dan Hongkong. Dan rencananya tahun ini, akan dikembangkan ke negara Eropa. Apalagi belum lama ini, sudah ada tawaran dari Jerman. 

Direktur Poltekkes RS. Dr. Soepraoen Malang, Letkol Arief Efendi, SMPh, SH, S.Kep, Ns, MM, M. Kes. berharap, lulusan Poltekkes RS. dr. Soepraoen mendapatkan pekerjaan sesuai dengan profesinya dan mendapatkan salary yang sebesar besarnya. Dan, kata dia, salary yang besar bisa diperoleh  di luar negeri.

 "Karena kami mencetak lulusan yang siap kerja. Dan kami bangga bisa mengantarkan mereka hingga bekerja ke luar negeri," katanya. 

Menurut Arief, supaya taraf hidup dan ekonomi seseorang meningkat hendaknya bisa ke luar negeri. Dengan kondisi keuangan yang lebih dari cukup, seseorang bisa membuat perencanaan hidup yang matang. "Kita sudah banyak mengirimkan lulusan  ke luar negeri, misalnya ke Hongkong dan sekitarnya, rata-rata mereka berpenghasilan Rp 15 juta, ditambah kalau over time," ungkapnya. 

Adapun di Jerman, lanjut Arief, untuk masa magang  saja penghasilan mereka bisa mencapai Rp 21 juta. Dan kalau sudah bekerja di atas Rp 30 juta. 

Sementara di Indonesia belum bisa memberikan kesejahteraan yang maksimal bagi tenaga kesehatan. Perekrutan tenaga kerja masih terbatas demikian salary yang diterima. 

Oleh karena itu, tawaran kerja ke luar negeri  tersebut, menurut Arief, merupakan tawaran yang menarik. Hanya saja untuk bisa mencapai kesana butuh dukungan orang tua. "Memang tidak mudah meyakinkan orang tua, oleh karenanya saat acara wisuda nanti, akan ada saran dan motivasi dari lulusan kami yang sudah bekerja di Jepang," tuturnya. (imm/oci/Malangpostonline.com)

Editor : oci
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU