trial_mode: on
Dewanti Pukau Peserta Kongres XI IKPI

Eddy Faisal: Leader Harus Bisa Bersinergi

  • 21-08-2019 / 22:13 WIB
  • Kategori:Batu
Eddy Faisal: Leader Harus Bisa Bersinergi Salah satu kandidat Ketua Umum IKPI, Eddy Faisal berfoto bersama dengan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko usai pembukaan Kongres XI IKPI di Singhasari Resort Kota Batu, kemarin.

BATU–Agenda paling penting dalam Kongres Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) XI adalah pemilihan Ketua Umum Periode 2019-2024, Kamis (22/8) malam ini. Sebanyak 1.040 pemilik hak suara, bakal memilih dengan sistem voting di hall Singhasari Resort Kota Batu. Salah satu calon Ketua Umum, Eddy Faisal menegaskan leader harus bisa bersinergi demi mengoptimalkan peran organisasi.

Eddy kepada Malang Post mengaku sudah bulat masuk bursa pemilihan Ketum IKPI. Ia harus menjalankan visi misi mengoptimalkan peran organisasi. Tentu juga meningkatkan kapasitas anggota karena profesi  ini sangat penting. Sebab Konsultan Pajak harus bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. 

“Seorang leader tidak boleh benci dengan kritikan. Harus didengarkan dan dijalankan, apalagi jika kritikan itu membangun. Bergandengan tangan dan bersinergi jauh lebih baik dari pada bersikap otoriter dan terlalu dominan dalam berorganisasi,’’ papar Eddy Faisal kepada Malang Post.

Selain Eddy Faisal, ada tiga calon lagi dalam pemilihan Ketua Umum IKPI dalam kongres ini. Ketiganya adalah Mochamad Soebakir, Sri Wahyuni Sujono, dan David Tjhai. Kongres sendiri sudah dibuka di hall Singhasari Resort, Rabu (21/8) kemarin. Dihadiri Ribuan peserta dari cabang IKPI kota dan kabupaten seluruh Indonesia.

Kongres dibuka Hestu Yoga Saksama, Direktur PP Humas Direktorat Jenderal Pajak. Hadir juga dalam pembukaan, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Ketua Umum IKPI, M Soebakir dan perwakilan Kanwil DJP serta pejabat Pemprov Jatim.  

Hestu Yoga Saksama menginginkan IKPI benar-benar menjadi mitra DJP. Siapapun Ketua Umum yang terpilih nanti harus bisa menjadi mitra DJP dan berbagai stakeholder. Salah satu tujuan kemitraan tersebut adalah meningkatkan rasio pajak di Indonesia yang saat ini masih 11 persen.

‘’Saya sebenarnya malu jika berbicara rasio pajak masih 11 persen. Di negara lain, termasuk negara-negara tetangga, rasio pajak lebih 20 persen. Ini harapan kami, IKPI benar-benar menjadi mitra dan nanti bisa meningkatkan rasio pajak tersebut,’’ ungkap Hestu dalam pembukaan kongres, kemarin.

Menanggapi permintaan Hestu, kemarin, salah satu kandidat Ketua Umum IKPI, Eddy Faisal langsung memberikan tanggapan serius. Rasio pajak di Indonesia sangat meningkat dari 11 persen. Untuk Indonesia, seharusnya rasio pajak sudah 20 persen.

‘’Kalau tax rasio sebesar 20 persen, maka APBN akan sangat aman. Tax rasio 11  persen itu artinya tingkat kesadaran membayar pajak untuk kepentingan APBN hanya 11 persen itu. Seharusnya Indonesia sudah 20 persen untuk tax rasio,’’ terangnya.

Menurutnya, Dirjen Pajak memang harus melibatkan konsultan untuk meningkatkan rasio pajak ini. Konsultan sebagai mitra untuk meningkatkan pajak baik upaya intensifikasi maupun ekstensifikasi pemajakan. IKPI nantinya bisa melakukan banyak FGD dengan melibatkan stakeholder untuk pencapaian tax rasio optimal.

Dia menjelaskan, azas equalitas harus dikedepankan dalam peningkatan rasio pajak itu. Jangan lagi berburu hewan di kebun binatang atau memajaki wajib pajak lagi dengan regulasi lagi. DJP harus berburu subjek pajak yang belum bayar pajak dan terus menyembunyikan objek pemajakan.

‘’Yang nakal ini ini harus menjadi sasaran. Jangan lagi ada tax amnesty jilid 2. Kalau ada tax amnesty jilid 2 itu namanya kebodohan. Gimana masyarakat mau percaya kalau sedikit-sedikit tax amnesty. IKPI nanti bertugas membantu sosialisasi dan mencari solusi wajib pajak nakal yang selama ini ngumpet,’’ katanya.   

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dra Dewanti Rumpoko MSi ikut menjadi pusat perhatian peserta pembukaan Kongres XI IKPI kemarin. Usai pembukaan, peserta kongres dari seluruh Kota dan Kabupaten di Indonesia, berebut foto bersama dengan orang nomor satu di lingkungan Pemkot Batu ini.

Mereka terpukau dengan sambutan Dewanti dalam pembukaan kongres. Dewanti banyak menjual wisata dan keunggulan alam Kota Batu, termasuk program menyejahterakan warga Batu.

Salah satu potensi yang dimiliki Kota Batu adalah Sumber Brantas. Sumber Brantas adalah titik nol atau sumber yang mengaliri Sungai Brantas, sungai terbesar di Jatim. Air Sumber Brantas diyakini membuat orang awet muda digunakan.

"Contohnya saya. Mungkin Bapak-Ibu mengira saya masih umur 25 tahun," ucap Dewanti yang langsung disambut tepuk tangan meriah peserta lebih 1000 orang yang memadati hall Singhasari Resort.

Istri mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko ini juga 'berjualan' objek wisata lain. Peserta kongres dari seluruh Indonesia itu akan rugi jika ke Kota Batu tidak berkunjung ke objek wisata, misalnya Batu Secret Zoo, Museum Angkut hingga Selecta. Di Batu Secret Zoo, ada bangunan seperti gedung putih Amerika dan berbagai potensi lain. Sedangkan Selecta memiliki taman bunga dan villa legendaris yang ditempati Presiden RI pertama, Ir Soekarno.

Tokoh nasional, Aburizal Bakrie yang semua hanya ingin berkunjung setengah jam, ternyata menghabiskan waktu tiga jam di Batu Secret Zoo. "Bu Aburizal Bakrie langsung ceprat-cepret gambar dan merekomendasikan untuk anak cucu agar berwisata ke Batu. Mereka selama ini kalau liburan ke luar negeri. Ternyata Kota Batu tidak kalah dengan luar negeri. Kalau Pak Aburizal Bakrie saja berkunjung, semoga Bapak Ibu tidak melewatkan," katanya.

Mengenai jalannya kongres, pihaknya berharap ketua atau pemimpin yang betul-betul punya visi misi dan komitmen memajukan bangsa dan negara. Regenerasi di IKPI harus berjalan agar organisasi bertumbuh dan terus berkembang.(feb/ary/red)

  • Editor : ary
  • Uploader : hargodd
  • Penulis : febri
  • Fotografer : febri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI