trial_mode: on
Zikry Azizy Aljava, Siswa Istimewa MTsN 1 Malang

Ke Istana Negara karena Juara World Robotic di Malaysia

  • 21-08-2019 / 22:14 WIB
  • Kategori:Malang
Ke Istana Negara karena Juara World Robotic di Malaysia Zikry Azizy Aljava  dan Kepala MTsN 1 Malang, Drs. H. Samsudin, M. Pd bangga bisa mendapat undangan ke Istana Negara.

Zikry Azizy Aljava mendapat undangan istimewa ke Istana Negara pada upacara peringatan HUT ke-74 RI. Kesempatan yang diperoleh siswa MTsN 1 Malang ini tidak datang begitu saja, melainkan berkat prestasinya. Ia berhasil menjadi menjuarai dua kategori sekaligus dalam ajang World Robotic for Peace 2019 di Malaysia.

Zikry meraih medali emas pada kategori transporter dan juara 2 di kategori Soccer. Siswa asal Blitar ini berhasil menyisihkan peserta lainnya dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam, Bangladesh, Myanmar, Kamboja, India, Thailand, Singapore dan Pakistan.

"Sering ikut kompetisi robotic tetapi yang di luar negeri baru dua kali ini, pertama tahun 2012 lalu dan kedua pada Februari 2019, Alhamdulillah bisa mendapatkan juara di dua kategori," kata Zikry.

Ia sangat bersyukur bisa mendapatkan juara di Malaysia. Selama menempuh pendidikan di MTsN 1 Malang Zikry tinggal di asrama, banyak kegiatan sekolah tak bisa ditinggalkan. Sehingga tidak banyak waktu untuk latihan. Ia baru bisa menjalani latihan robotic ketika pulang ke rumahnya yang berada di Blitar. Dibimbing oleh ayahnya, latihan rutin dilakukan guna mengasah kemampuan menjalankan program.

Siswa kelahiran 17 Mei 2006 ini sering mengikuti kompetisi pada kategori transporter, soccer dan line follower. Selama pertandingan berjalan, tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja ketika mengawali tak jarang ada program yang sulit dijalankan.

"Kalau dari ketiga kategori tersebut tingkat kesulitan paling tinggi di transporter karena mengoperasikan programnya perlu waktu," terangnya.

Awal mulanya, putra dari pasangan Armin Irawan dan Didit Subilah ini tertarik dengan robot sejak duduk di bangku TK. Diajak sang ayah yang juga sama tertariknya dengan dunia robotic.

Ayahnya pula yang kerap mengikutsertakan Zikry dalam berbagai ajang perlombaan di berbagai kota hingga merambah ke Malaysia. Beberapa medali sudah diraihnya, meski dalam perjalanannya pernah mengalami kegagalan.

"Saat ikut kompetisi tapi belum juara, perasaan saya biasa saja, hanya sedikit kecewa, tapi setelah itu saya harus berusaha semaksimal mungkin agar pertandingan berikutnya bisa menang," jelas siswa kelas VIII ini.

Ia mengaku selama tinggal di asrama MTsN 1 Malang tidak pernah latihan lantaran tidak memiliki alat. Sebenarnya di sekolah tersebut ada ekstrakurikuler robotic namun Zikry tidak ikut bergabung. Karena jadwalnya sama dengan ekskul Bulutangkis yang diikutinya.

“Ke depan ingin ikut kompetisi lagi, latihan rutin ditingkatkan lagi, semakin semangat tentunya apalagi sekolah sangat mendukung dan senang apabila siswanya ada yang berprestasi," ungkap siswa yang juga hobi sepak bola ini.

Pencapaian yang diraihnya tersebut tidak hanya membuat bangga namun juga rasa syukur yang luar biasa. Pasalnya berkat perolehan medali emas dan perak di Malaysia ia diundang Presiden RI, Joko Widodo di upacara peringaatan HUT ke-74 RI. Sehingga bisa melihat orang nomor satu di Indonesia itu secara langsung.

Prestasi yang diraih Zikry juga turut membuat bangga MTsN 1 Malang. Lantaran semakin menambah deretan prestasi internasional sekolah yang terletak di jalan Bandung Malang ini.

Kepala MTsN 1 Malang, Drs. H. Samsudin, M. Pd, mengucapkan rasa syukurnya atas prestasi anak didiknya selama ini. Semua siswa bersama-sama menonjolkan prestasi terbaiknya untuk arah yang lebih baik. Pihak sekolah juga memaksimalkan semua potensi anak, termasuk pengembangan kecakapan siswa di bidang robotika.

"Kami sangat bangga dan bersyukur bahwa anak-anak bisa memperoleh nilai terbaik, kita juga semakin bangga atas prestasi itu siswa yang bersangkutan mendapat undangan untuk ikut upacara HUT ke-74 RI dan saya sendiri yang mendampingi saat itu," urai Samsudin.

Ia melanjutkan pengembangan robotika di MTsN 1 Malang juga dilakukan melalui ekstrakurikuler yang diajarkan setiap seminggu sekali. Dengan model kajian sesuai mata lomba. Sebagai sekolah mendampingi siswa upacara di Istana Negara itu sesuatu yang membanggakan.

"Ini kedua kalinya saya mendampingi, Alhamdulillah, dengan diundangnya ananda Zikry di Istana Insya Allah bisa memberikan energi sangat positif bagi siswa kami untuk terus berprestasi," tandasnya.(lin/ary)

  • Editor : ary
  • Uploader : hargodd
  • Penulis : lin
  • Fotografer : -

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI