trial_mode: on

Dishub Luncurkan Smart Card Untuk Uji KIR

  • 22-08-2019 / 14:30 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Dishub Luncurkan Smart Card Untuk Uji KIR SMART CART: Kepala Dishub Kabupaten Malang, Hafie Lutfi menunjukkan kartu dan piagam Smart Card.

MALANGPOSTONLINE.COM - Meminimalisir adanya uji KIR terbang, serta pemalsuan buku KIR, Dinas Perhubungan Kabupaten Malang akan memberlakukan Smart Card. Rencananya pengganti buku uji KIR untuk kendaraan angkutan barang, serta orang ini akan mulai diberlakukan pada akhir tahun 2019 ini.

Kadishub Kabupaten Malang, Hafie Lutfi, mengatakan, program Smart Card  merupakan instruksi dari Kementerian Perhubungan. "Dengan Smart Card, pemalsuan buku KIR nanti sudah tidak ada. Sebab, Smart Card ini dipegang oleh pemilih kendaraan dan dilengkapi dengan barcode," ucapnya.

Melalui program ini, ke depan proses uji kendaraan tidak lagi ribet. Tidak lagi menggunakan alat tulis serta kertas. Cukup menempelkan Smart Card pada aplikasi stiker di kendaraan. "Dulu pakai buku uji KIR. Namun dengan Smart Card pengurusannya cukup memakai kartu saja. Prosesnya lebih mudah cepat. Petugas tinggal menempelkan aplikasi ke stiker di kendaraan. Semua data langsung muncul, kapan kendaraan itu lulus uji KIR dan siapa pemiliknya langsung diketahui," terang mantan Kepala BPBD Kabupaten Malang ini.

Lantas kapan program Smart Card itu mulai diberlakukan? Hafie mengatakan, rencananya akan dilaunching antara bulan Oktober dan November. Penerapan Smart Card itu, sesuai dengan pasal 152 peraturan pemerintah (PP) nomor 55 tahun 2012, tentang kendaraan yang menyebutkan setiap kendaraan yang telah melakukan pengujian kendaraan berhak mendapatkan bukti KIR. Yakni berupa kartu uji, tanda uji dan tanda samping kendaraan bermotor.

Lebih lanjut, Hafie mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan uji berkala kendaraan angkutan umum atau KIR. Semua petugas uji KIR harus lebih memaksimalkan pengujian pada kendaraan wajib uji. "Saya perintahkan kepada petugas uji KIR supaya lebih ekstra dalam melakukan uji. Tolak semua pengajuan uji KIR yang tidak dibarengi dengan kendaraan yang akan diuji," tuturnya.

Di kantor balai uji KIR Karanglo, sebelumnya ditemukan adanya kejanggalan dalam hasil uji KIR. Yakni menemukan buku KIR yang pengisiannya dengan tulis tangan. Padahal seharusnya menggunakan printer. "Ketika kami cek pada pemilik kendaraan, mengaku membeli kendaraan dari dealer dan pengurusan uji KUR langsung diurus pihak dealer. Kejadian ini baru terlihat pada uji KIR lanjutan," tuturnya, seraya mengimbau pada masyarakat untuk mengurus uji KIR sendiri. (agp/udi/Malangpostonline.com)

  • Editor : udi
  • Uploader : irawan
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI