Alvaro Ludwig Ramadhan, Drummer Balita Asli Malang

Piawai Mainkan Lagu Rumit, Diapresiasi dari Drummer Inggris

  • 23-08-2019 / 00:02 WIB
  • Kategori:Malang, Internasional
Piawai Mainkan Lagu Rumit, Diapresiasi dari Drummer Inggris BERBAKAT: Alvaro Ludwig Ramadhan rajin berlatih, ia bisa memainkan lagu Headline yang dipopulerkan Kaz Rodriquez dari Inggris.

Meski masih berusia 4 tahun, Alvaro Ludwig Ramadhan begitu piawai menabuh drum. Setiap bagian dari alat musik paling atraktif di dunia ini sudah dihafalkannya. Berbagai lagu pun bisa ia tirukan dengan spontan.

Keahliannya itu terlihat ketika Malang Post berkunjung ke rumahnya. Saat itu, Al sudah memegang stik drum dan terlihat tak sabar ingin memainkan musik. Sambil merengek, ia meminta ibunya, Alti Yuni Marsendi untuk memutar lagu BTS yang berjudul Boy with Luv. Ketika lagu itu diputar, Al memperhatikan lagu tersebut sambil menabuh drum yang ada di depannya sambil berdiri. Tabuhan drum Al (sapaan akrab Alvaro) mengikuti ritme dengan tempo yang teratur.

Ketika asyik bermain drum, stik yang dipegang Al di sebelah kiri sempat terjatuh. Dengan tenang, Al mengambil stik tersebut dan kembali memainkan tabuhan drum, tanpa tertinggal tempo dan masih seirama.

Setelah lagu selesai, Al yang saat itu sedang sedikit tak enak badan kembali meminta ibunya untuk memutar sebuah lagu, yakni lagu berjudul Headline yang dipopulerkan oleh Kaz Rodriguez, profesional drummer asal Inggris. Bagi pemain, drum, lagu tersebut sangat sulit dimainkan, namun Al mampu memainkannya dengan sangat sempura.

“Lagu tersebut paling sulit dimainkan oleh para pemain drum. Namun, Al justru menyebut itu lagu enak. Dia suka sekali membawakan lagu tersebut,” ujar ibunda Al.

Perempuan yang akrab disapa Ayu tersebut menjelaskan, setiap Al melantunkan lagu milik Kaz, ia sering memosting di instagram story dan menandai Kaz Rodriguez. “Saat itu, saya berpikir dia tidak akan memberi respons. Sebab, pasti banyak Direct Message (DM) yang masuk. Tapi saya terus aja tag dia,” ujar dia sambil tertawa.

Lama kelamaan, hal tersebut akhirnya direspons oleh Kaz. Mulanya, ia memberikan respons berupa like hingga komentar. “Akhirnya, beliau follow dan sering memberikan perhatian melalui komentar. Saat Al ulang tahun, diberi ucapan selamat. Seringnya, ia juga memberikan semangat dan apresiasi kepada Al agar terus berkarya,” kata Ayu.

Selama ini, putra semata wayangnya tersebut mempelajari materi sebuah lagu dengan cara mendengarkan. “Kalau kita lagi dengerin lagu, Al memang terlihat cuek. Kemudian, cari stik drum dan main. Eh langsung bisa, kita juga nggak nyangka,” kata perempuan berkacamata ini.

Lebih lanjut, perempuan berusia 32 tahun itu menjelaskan, Al belajar untuk menggebuk drum sejak berusia dua tahun. Saat itu, sang ayah, Alviqa Denta hendak membuka kursus drum dan bekerjasama dengan Yon Piliang, owner drum course asal Surabaya.

“Saat itu, kami tidak menyangka kalau Alvaro memiliki bakat main drum. Ketika ayahnya ngajar drum, dia sering melihat memang,” imbuh perempuan yang berprofesi sebagai penyanyi ini.

Kemudian, saat Yon Piliang datang ke studio dan mengecek drum, Alvaro kemudian mendekat dan langsung memukulnya. “Sejak itu, kita kaget, kok dia ada bakat. Kemudian oleh Pak Yon dibimbing. Mulai cara memukul dan belajar dengan metode mendengarkan,” jelas lulusan Universitas Merdeka Malang jurusan Ilmu Komunikasi ini.

Ayu menceritakan, sejak saat itu, Alvaro tak pernah berhenti belajar untuk main drum. Setiap melihat alat musik atau mendengar lagu, ia selalu tak sabar untuk ikut menggebuk. Sampai pada akhirnya, ia mulai piawai dan kerap diajak keliling ke Magelang dan Surabaya untuk project endorse merek drum.

“Pak Yon mendapat endorse dari sebuah merek drum. Untuk itu, ia menjadikan Alvaro sebagai salah satu model, untuk membuktikan bahwa drum tersebut juga bisa dimainkan oleh Balita,” kata lulusan SMA 17 Agustus Surabaya ini.

Selain itu, lanjut Ayu, Alvaro juga kerap mengikuti berbagai lomba. Namun, seringnya diadakan di Surabaya. Sebab, di Malang masih belum terlalu banyak event untuk lomba tersebut. “Namun, kami masih kesulitan mencari kategori yang pas untuk Alvaro. Selama ini, dalam lomba, usia peserta paling kecil itu 6 tahun,” kata dia.

Meski demikian, Alvaro berhasil menorehkan prestasi. Di antaranya mendapat predikat sebagai peserta cilik dalam Drum Competition 2019 Kategori A (usia 6-9 tahun) se-Jawa Bali di Museum Musik Dunia, Runner-up II TSM Got Talent I yang diselenggarakan oleh Trans Studio Mini Malang dan masih banyak lagi.

“Selain itu, Alvaro juga sering main di acara gathering dan diundang di event Mom and Baby Fair di salah satu mall di Surabaya,” kata dia.

Bahkan, lanjut Ayu, Alvaro juga terdaftar sebagai salah satu anggota dari Malang Drum Community. “Dalam komunitas itu, Al paling kecil sendiri. Ia juga aktif di beberapa kegiatan yang dilakukan. Mulai dari bakti sosial hingga dan masih banyak lagi,” jelas Ayu.

Saat ini, Alvaro harus bisa membagi waktunya untuk bermain drum dan sekolah di Global Kids Permata Jingga. “Kami juga sudah memberikan pengertian kepada gurunya kalau Al memang suka main drum. Akhirnya, dia diikutkan ekstrakulikuler musik,” jelas Ayu.

Ke depan, Ayu berharap, bakat yang dimiliki anaknya tersebut terus berkembang. Sehingga, ketika dewaasa kelak, bisa menghasilkan sebuah karya yang membanggakan. “Mudah-mudahan bakatnya bisa terus berkembang. Dia juga semangat belajar dan termotivasi untuk berkarya. Apalagi, ini kemauan Al sendiri, bukan paksaan dari kami,” tutup Ayu.(Amanda Egatya/ary)

  • Editor : ary
  • Uploader : abdi
  • Penulis : tea
  • Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI