Belum 100 Persen Percaya, Milan Tetap Seleksi Kiper Asing Ini

  • 30-06-2018 / 13:00 WIB
  • Kategori:Arema
Belum 100 Persen Percaya, Milan Tetap Seleksi Kiper Asing Ini Srdan ‘Oki’  Ostojic melakoni ujian pertamanya, dalam laga uji coba Arema lawan PSAD di Stadion Kanjuruhan, sore ini. (Ipunk/MP)

MALANG – Meski jauh-jauh didatangkan dari Serbia, sosok Srdan ‘Oki’  Ostojic, kiper baru yang gabung di Arema FC, masih berstatus seleksi.  Kiper asing ini pun akan dicoba dalam uji coba lawan PSAD di Stadion Kanjuruhan, sore ini.

Menurut General Manager Arema, Ruddy Widodo, Ostojic merupakan rekomendasi dari para rekan pelatih Milan Petrovic di Serbia. “Ostojic direkomendasi oleh beberapa pelatih di Serbia, yang merupakan rekan Milan,” kata Ruddy. Meski Ostojic mendapatkan review positif dari orang Serbia, Ruddy mengatakan Milan tak mudah percaya.

Karena itulah, Milan mendatangkan kiper yang akrab disapa Oki tersebut untuk diuji coba sebagai kiper tim pujaan Aremania. Menurut Ruddy, Milan sudah melihat cara bermain Ostojic namun hanya lewat televisi. Sementara, Milan disebut-sebut tidak mudah mempercayai CV pemain. Dia ingin melihat langsung cara bermain Ostojic di lapangan, dalam situasi pertandingan.

“Karena itulah, kiper diuji coba hari Sabtu (sor ini, Red), dan minggu depan ada keputusan, dia dipulangkan atau tetap. Terkait dia mengatakan soal tidak trial, saya sebut itu sebagai persepsi. Karena, kita sadar dia datang jauh-jauh, ingin langsung kontrak. Tapi, keinginan pelatih, dia harus trial,” sambung Ruddy.

Mendatangkan Ostojic serta menentukan nasibnya dalam uji coba adalah langkah untuk menghindari beli kucing dalam karung. Arema tidak mau berjudi dengan kiper yang secara track record, memang tidak mentereng. Namun, Ruddy menyebut sepakbola Indonesia adalah liga yang unik.

Banyak pemain dengan CV yang luar biasa dan mentereng, gagal bersinar di Indonesia. Sementara, pemain yang sebelumnya tak memiliki nama besar, malah menjadi bintang dalam kompetisi di nusantara. Ruddy mencontohkan, Marko Simic, bomber Persija Jakarta, adalah kasus nyata. Ruddy pun mengakui, dulu Simic pernah ditawarkan ke Arema.

“Dengan rekor golnya di Kelantan yang hanya 6 biji, semua pengurus bola pasti tidak gampang menerima. Tapi, begitu diterima oleh Persija, Simic langsung menjadi striker luar biasa dan tune in dengan timnya. Ya, saya harap Ostojic juga seperti itu,” tambah Ruddy.

Menurutnya, Milan sebagai pelatih kepala, tidak memiliki sentimen kenegaraan yang terlalu kental ketika memilih pemain. Balsa Bosovic yang serumpun dengan Milan pun, ditendang karena tak memenuhi harapan sebagai gelandang andalan. Karena itulah, Ruddy menyebut sentimen kenegaraan dan kesamaan bahasa, hanya berlaku 10 persen dalam keputusan pemilihan pemain.

“Yang 90 persen adalah murni kualitas. Justru orang serumpun dia saja dicut kok. Ini tandanya pelatih adalah seorang profesional, yang mementingkan kualitas di atas sentimen pribadi,” tutup Ruddy. (fin/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU