trial_mode: on
KPU Kabupaten

Harus Mundur dari Sekda

  • 25-08-2019 / 00:57 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Harus Mundur dari Sekda Anis Suhartini Ketua KPU Kabupaten Malang

MALANG - Mundur dari jabatan sekretaris daerah (sekda) menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi Didik Budi Muljono jika maju dalam Pilkada 2020.  Aturannya pun sudah sangat jelas.

“Semua orang bisa maju dalam Pilkada, termasuk sekda. Namun harus memenuhi syarat sesuai UU 10 tahun 2016,” ujar Anis Suhartini, Ketua KPU Kabupaten Malang.

Menurutnya untuk maju menjadi calon kepala daerah, Didik bisa melalui dua jalur.Yakni jalur perseorangan atau memilih diusung oleh partai politik.

Ketua Teknis Penyelenggara KPU Kabupaten Malang, Nurhasyim juga mengatakan syarat utamanya adalah harus mengundurkan diri. “Baik maju perseorangan ataupun diusung parpol, ASN yang maju Pilkada harus mengundurkan diri,” jelasnya.

Dikatakannya, kalau maju jalur perseorangan, selain mundur dari jabatan sekda dan ASN, harus mengumpulkan dukungan KTP. Minimal 6,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 lalu.

“Dukungan 6,5 persen KTP tersebut harus tersebar di 50 persen kecamatan di Kabupaten Malang. Yakni minimal harus tersebar di 18 kecamatan,” tuturnya.

Dukungan KTP itupun, nantinya masih harus melalui verifikasi. Sehingga, ketika mengajukan dukungan KTP setidaknya harus lebih dari batas minimal. Jika 6,5 persen dari DPT adalah 120 ribu, maka supaya aman bisa mengumpulkan sekitar 150 ribu.

Begitu juga ketika dengan diusung parpol,  Didik wajib mengundurkan diri. Kemudian parpol pengusung mendaftarkan di KPU. “Parpol yang bisa maju sendiri, harus mendapat 20 persen kursi pada Pileg 2019 lalu. Parpol yang bisa maju sendiri, hanya PKB serta PDI Perjuangan. Sedangkan parpol lainnya kalau ingin maju harus berkoalisi,” paparnya.(agp/van)

  • Editor : van
  • Uploader : hargodd
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI