Sambut Musim Hujan, BPBD Lakukan Antisipasi

  • 25-08-2019 / 16:29 WIB
  • Kategori:Malang
Sambut Musim Hujan, BPBD Lakukan Antisipasi

MALANGPOSTONLINE.COM- Saat ini, Kota Malang sedang memasuki puncak musim kemarau. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, melakukan beberapa langkah preventif untuk menyambut datangnya musim hujan. 

Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kota Malang, Nur Asmi mengungkapkan, setiap turun hujan, Kota Malang sering memgalami genangan air hingga banjir. Sebagai rencana kontingensi dan mitigasi, saat ini, pihaknya mulai melakukan pemetaan kawasan rawan genangan air. Utamanya di kawasan Perumahan Sawojajar. "Kami akan lakukan pemetaan dengan foto udara, di kawasan Danau Maninjau dan Danau Kerinci yang menjadi langganan genangan air," terang dia.

Menurutnya, genangan air di kawasan tersebut selalu terjadi setiap tahun dan menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan, pebisnis dan warga sekitar. “Ini yang coba kami cari penyebabnya. Selain survei lapangan langsung juga dengan foto udara menggunakan drone,” ujar dia.

Asmi menguraikan, melalui foto udara, topografi lahan bisa terlihat jelas. Sehingga, memudahkan BPBD untuk melakukan identifikasi. “Dengan demikian akan kelihatan arah aliran air sebenarnya mengalir kemana sesuai hukum gravitasi. Paduan dengan pengamatan visual di lapangan akan memperjelas hal ini,” urai Asmi.

Selain itu, BPBD Kota Malang juga beberapa kali memetakan kawasan rawan bencana. Seperti di kawasan Jalan Galunggung, Klampok Kasri, Kelurahan Bareng dan Sulfat. Kemudian, pihaknya juga memetakan kawasan yang berpotensi rawan bencana seperti tanah longsor. “Harapan kami seluruh tutupan wilayah di Kota Malang tercakup dalam foto udara. Hasil foto udara ini bisa pula dimanfaatkan oleh OPD lain yang membutuhkan,” imbuh Asmi.

Kini, dengan penggunaan drone tangkapan lahan bisa terkoreksi apapun jenis penggunaannya, termasuk kawasan rawan bencana.“Kami berharap, dengan hasil analisa foto udara langkah-langkah mitigasi bisa ditentukan. Sehingga target zero victims bisa tercapai,” pungkas dia.

Selain langkah antisipasi, pihaknya juga terus melakukan kampanye sadar bencana kapada seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari RT/RW, kelurahan hingga kecamatan. “Mitigasi bencana perlu dioptimalkan mulai dari lingkungan keluarga, RT, RW, kelurahan hingga ke puncak pemerintahan yakni kota. Banyak kawasan rawan bencana tersebar, ini yang paham betul teman-teman di kelurahan, jadi perlu penguatan,” kata dia.

Pola dan penerapan mitigasi bencana, lanjut dia, sebenarnya bisa disisipkan dalam setiap kegiatan masyarakat, jadi tak melulu mengandalkan keterlibatan langsung BPBD.

“Edukasi kebencanaan bisa disisipkan dalam rapat RT/RW. Diantaranya melalui arisan warga atau perayaan hari-hari besar yang bisa mengumpulkan orang banyak. Intinya bagaimana membuat warga paham konsep pencegahan bencana dan siapa berbuat apa,” tandas dia. (tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : irawan
Penulis : tea
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU