trial_mode: on

Program Pamsimas Tajinan di Kunjungi Bank Dunia

  • 25-08-2019 / 18:44 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Program Pamsimas Tajinan di Kunjungi Bank Dunia DISKUSI: Tim dari Regional for East Asia and Pacific at the World Bank mendatangi Desa Tangkilsari untuk meninjau langsung program Pamsimas di desa tersebut. 

MALANGPOSTONLINE.COM - Dua desa di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, yakni Desa Gunungronggo dan Desa Tangkilsari, Sabtu (24/8) kedatangan tamu istimewa. Yaitu Regional Director for East Asia and Pacific at the World Bank, Benoît Bosquet, MA, Ph.D. 

Kehadiran Benoît Bosquet yang didampingi pejabat Sekretariat Wakil Presiden RI itu untuk meninjau langsung program Pengadaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Karena dua desa ini, dinilai berhasil menerapkan program tersebut.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM yang Sabtu lalu ikut mendampingi Benoît Bosque, mengatakan, jika peninjauan lapangan itu untuk melihat secara langsung kondisi dua desa tersebut. Mulai dari pengadaan air minum hingga sanitasinya.

Tim dari Regional for East Asia and Pacific at the World Bank mendatangi desa Tangkilsari untuk meninjau langsung program Pamsimas.

Wahyu mengatakan, Benoit cukup terkesan. Apalagi saat dia melihat data terkait program Pamsimas. Terlihat, bahwa keinginan warga untuk sehat dengan penyediaan air minum besih dan sanitasi berjalan sukses. "Untuk pengadaan air minum. Dua desa ini mengambil dari sumber Air Jenon. Air dari sumber itu secara rutin diuji laboratorium oleh warga. Mereka akan mengkonsumsi jika air dari sumber tersebut betul-betul bersih, dan layak dikonsumsi," ungkapnya. 

Begitu juga sanitasi, dikatakan pria yang juga menjadi Dosen ITN Malang ini bahwa warga di dua desa ini telah memanfaatkan IPAL Komunal untuk sanitasi. "Tahun lalu, hanya 53 persen. Warga yang menggunakan IPAL Komunal. Tapi tahun ini sudah mencapai 80 persen. Artinya kesadaran warga agar sehat ini sudah meningkat," ujarnya.

Kesadaran warga dengan menerapkan program Pamsimas ini ditambahkan Wahyu, juga sebagai salah satu upaya untuk mencegah atau menekan angka stunting. "Karena stunting ini tidak hanya disebabkan oleh gizi buruk, tapi juga sanitasi dan air minum sangat berpengaruh," tambahnya.

Saat melakukan peninjauan, Benoît Bosquet bertanya langsung kepada warga. Dan saat mendapatkan jawaban warga, Benoît Bosquet pun manggut-manggut.

Ditanya apakah Bank Dunia akan mengucurkan dana untuk program Pamsimas di Kabupaten Malang? Wahyu mengatakan belum tahu. Tapi yang jelas, dia mengatakan, di Kabupaten Malang ada 43 desa yang sudah menerapkan program Pamsimas. "Di dua desa di Kecamatan Tajinan ini, Pamsimas cukup berhasil. Karena disini masyarakatnya memiliki trend hidup sehat terus meningkat," tambahnya. 

Dia menyebutkan, sebelum menerapkan program ini, banyak warga yang mengalami diare dan terserang penyakit kulit, tapi sekarang jumlahnya berkurang banyak. "Untuk program Pamsimas tidak hanya menggunakan dana APBD. Tapi juga swadaya masyarakat," pungkasnya. (ira/udi/Malangpostonline.com)

  • Editor : udi
  • Uploader : irawan
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI