Tak Terlupakan, Adu Klakson di New Delhi

  • 30-06-2018 / 23:34 WIB
Tak Terlupakan, Adu Klakson di New Delhi Tuk-tuk, salah satu kendaraan umum di India serta India Gate yang menjadi tempat tujuan wisata di New Delhi. (Jon soeparijono/malang post)

Wartawan Malang Post Pelesir ke Tiga Kota di India (Habis)

Kota terakhir yang dikunjungi wartawan Malang Post Jon Soeparijono dan istri Ihda Khairun Nisa adalah New Delhi, yang merupakan kota terbesar di India. Pemandangan khas ibu kota ini adalah hiruk-pikuk kendaraan yang berlalu-lalang saling beradu klakson.

Semua kendaraan seakan berlomba dalam membunyikan klakson. Mulai dari tuk-tuk, taksi, kendaraan pribadi hingga motor roda dua, beradu bunyi paling keras ketika melintas di jalan. Bahkan, bus di tengah kota pun tidak mau kalah.

Tidak hanya di jalan raya saja, di gang-gang sempit pun, suara klakson masih saja saling bersahut-sahutan. Ada motor di depan, klakson dibunyikan. Ada di pertigaan atau perempatan, klakson bunyi keras. Itulah, salah satu ciri India dan mungkin tidak ada di negara-negara lain. Pelancong yang datang pun, salah satu yang diingat adalah bunyi klakson kendaraan.

Membunyikan klakson merupakan kebiasaan para pengendara motor dan mobil di New Delhi. Bagi mereka, membunyikan klakson adalah semacam sapaan atau ketika ada kendaraan lain di depan. Pengendara atau pejalan kaki yang diklakson pun tidak marah.

Di ibu kota negara ini, kami menginap tiga malam di Hotel Chanchal Deluxe yang berada di kawasan Arakashan Road, Paharganj. Kawasan ini merupakan kawasan padat di tengah kota. Banyak lalu-lalang turis asing, terutama dari Eropa.

Di New Delhi, kami berdua menyempatkan pergi ke beberapa tempat wisata yang tersohor yakni India Gate, Lotus Temple dan Akshsardham Temple, Pacific Mall serta belanja oleh-oleh di kawasan Nagar Market. Sebenarnya masih ada juga tempat wisata yang terkenal yakni Jama Masjid. Namun tempat yang satu ini tidak sempat kami kunjungi.

Selama berkeliling ke semua destinasi wisata itu, kami menyewa tuk-tuk dengan harga Rp 260 ribu sehari serta menggunakan jasa taksi online. Salah satu destinasi yang paling dicari wisatawan asing di New Delhi adalah India Gate. India Gate ini  mirip Arc de Triomphe di Paris Perancis atau bangunan yang ada di Simpang Lima, Gumul, Kediri.

‘’Kalau mengantarkan turis asing, pasti minta diantar ke India Gate. Di tempat ini hanya foto-foto saja. Saya tunggu di seberang jalan,’’ kata Ajay, sopir tuk-tuk yang mengantarkan kami seharian ke beberapa tempat wisata.

India Gate merupakan monumen nasional India yang aslinya dikenal dengan nama Tugu Peringatan Perang Seluruh India. Tugu ini  dibangun untuk memperingati pengorbanan 90 ribu tentara India Britania yang tewas membela Imperium Britanian di India saat Perang Dunia I dan Perang Inggris-Afghan III.

Setelah kemerdekaan India, Gerbang India menjadi tugu peringatan tentara tak dikenal oleh tentara India, yang dikenal dengan nama Amar Jawan Jyoti  atau api gelora tentara abadi. Di bagunan ini, juga terdapat nama-nama pejuang, namun pengunjung tidak bisa melihat dari dekat. Pasalnya, terdapat pembatas dan dijaga oleh tentara dengan senjata laras panjang. Sehingga nama-nama pejuang yang tertera tidak terbaca. Kami pun hanya bisa foto-foto di luar batas serta dari kejauhan seperti juga yang dilakukan pengunjung lain.

Kawasan sekitar India Gate ini ada taman ditumbuhi rumput-rumput hijau sangat luas. Di sekitar India Gate ini juga tampak beberapa penjual souvenir. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak, hanya satu  dua orang saja sehingga tidak menganggu pengunjung.

“Kalau ke arah timur terus, ada istana negara. Setiap perayaan kemerdekaan, masyarakat memadatinya di halaman luar istana,’’ tambah Ajay.

Selain itu juga terdapat penjual kaki lima yang menjual buah seperti melon, nanas, hingga pepaya. Penjual buah ini sangat laris karena kondisi cuaca yang sangat panas sehingga membutuhkan yang segar-segar. Termasuk kami berdua yang sampai tiga kali membeli buah-buahan untuk menghilangkan rasa haus akibat cuaca yang sangat panas.

Yang tak kalah menarik di New Delhi adalah Swaminarayan Akshardham.  Kuil ini berada di daerah Noida Mor. Pembangunan kuil sudah dirintis sejak tahun  1968 oleh Yogiji Maharaj yang merupakan seorang pemimpin spiritual dari BAPS Swaminarayan Sanstha. Perancangan dan pembangunan kemudian diterusakan Pramukh Swami Maharaj yang merupakan penerus dan pemimpin spiritual pengganti Yogiji Maharaj di BAPS Swaminarayan Sanstha.

Kuil semakin dikenal di dunia dan menjadi salah satu tujuan wisata utama di India. Pada Desember 2007, Swaminarayan Akshardham kemudian dinobatkan menjadi Candi Hindu Komprehensif Terbesar di Dunia oleh Guinness World Records.

Hanya saja, masuk ke kuil ini harus melalui pemeriksaan super ketat. HP maupun kamera tidak boleh dibawa masuk, begitu pula makanan dan minuman. Meski demikian, di dalam kuil terdapat kran air siap minum.

“Semua tas tidak boleh dibawa masuk, harus dititipkan,’’ kata salah satu petugas di kawasan Swaminarayan Akshardham.

Sedangkan Lotus Temple merupakan kuil modern dengan gaya bangunan yang juga modern. Untuk masuk ke Lotus Temple, pengunjung tak dipungut biaya dan hanya diperkenankan mengambil gambar dari luar. Sedangkan di dalamnya, adalah tempat berdoa dan tidak diperkenankan mengambil gambar.

Seusai menikmati keindahan New Delhi, kami akhirnya kembali ke Kota Jaipur sebelum kembali ke tanah air dan transit di Kuala Lumpur. Perjalanan kembali ke Jaipur kami tempuh dengan kereta api melalui Stasiun Old Delhi. New Delhi dan Old Delhi, seperti Kota Baru dan Kota Lama di Kota Malang. (jon/han)

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Dipha Barus Pecah, Jejak Budaya Meriah

Terbanyak Diterima dari SMAN 5

Malang Raya Penentu Kemenangan


GRATIS !!!

Untuk Berlangganan Berita Malang Post Online,
Ketik Nama dan Email di Form Berikut Ini.



VIDEO

-->