Serentak di 39 Kota, UPA DPC Peradi Malang Zero KKN

  • 31-08-2019 / 14:46 WIB
  • Kategori:Malang
Serentak di 39 Kota, UPA DPC Peradi Malang Zero KKN AMATI: Ketua DPC Peradi Malang, Dian Aminuddin mengamati para peserta ujian profesi advokat yang digelar Sabtu (31/8) pagi.

MALANGPOSTONLINE.COM - Untuk kesekian kalinya, DPC Perhimpunan Advokat (Peradi) Malang menggelar Ujian Profesi Advokat (UPA). Sabtu (31/8), UPA dilakukan di Hotel Grand Cakra, Jalan Green Boulevard Malang. Pesertanya pun lumayan banyak. Sekitar 64 orang. Ketua DPC Peradi Malang, Dian Aminuddin SH mengatakan, UPA digelar serentak secara nasional, di 39 kota lainnya, dengan jam yang sama.

“Jadi UPA adalah sebagai salah satu syarat atau pintu masuk bagi seseorang untuk menjadi advokat. Secara nasional mencapai sekitar 7 ribuan peserta. Khusus kali ini, kita kerja sama dengan outsourcing. Semua pengawasnya dari outsourcing tersebut. Nanti setelah selesai, ujian akan dikoreksi. Korektornya pun dikarantina dulu. Dengan metode khusus, korektor tidak mengetahui punya siapa yang dikoreksi,” urainya.

Menurut Dian, sapaan akrabnya, hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas dari hasil ujian. “Sejak awal, kita menyelenggarakan ujian advokat itu dengan menggunakan motto zero KKN. Dan sampai sekarang, tidak ada satupun yang bisa menggunakan cara ilegal untuk lulus sebagai advokat. Harapannya, kualitas dari advokat yang dihasilkan dari ujian ini akan memenuhi standar yang telah ditetapkan di Jakarta,” tegas dia.

Diterangkannya, sejauh ini, penyelenggaran UPA sudah bagus sudah memenuhi standart yang diharapkan. Sehingga dari tahun ke tahun berjalan dengan baik. Untuk lulus pun tidak mudah. Rata-rata, lanjut Dian, tingkat kelulusan mencapai 70 persen atau 80 persen. “Jadi dengan adanya banyak organisasi, bukan berarti kita melonggarkan aturan. Kita tetap punya standar khusus untuk menjaring advokat,” paparnya. 

Untuk mengikuti UPA ini, tetap menggunakan beberapa tahapan. Harus berstatus sarjana hukum. Kedua, mengikuti PKPA selama tiga minggu dan ikut UPA. Selanjutnya, setelah lulus menjalankan proses magang dua tahun dan baru disumpah. “Tidak semua yang ikut ujian bisa langsung lulus. Ada yang harus mengulang dan lain sebagainya,” terang advokat senior itu lagi kepada wartawan. 

UPA sendiri, terbagi menjadi dua bagian tes. “Multiple choise dan esai. Soal yang dibagikan antara peserta satu dengan yang lain juga tidak sama. Baik peserta yang di depannya, belakang ataupun bahkan sampingnya. Untuk di tes apa yang biasanya peserta gugur, kita tidak pernah tahu karena kita hanya mendapat nilai saja,” tutup advokat yang menangani kasus korupsi Kota Malang dan Kabupaten Malang ini. (mar/Malangpostonline.com)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis : marga
Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU