Kejaksaan Batasi Waktu Pengambilan BB Tilang

  • 14-09-2019 / 20:06 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Kejaksaan Batasi Waktu Pengambilan BB Tilang Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Malang Wahyu Hidayatullah

MALANG-Beberapa waktu lalu, Polres Malang Kota melakukan gelaran Operasi Patuh Semeru 2019. Hasilnya, ada 4.244 pelanggar yang terjaring razia. Pada 12 September 2019 lalu, ada sekitar 2.000 pelanggar yang dijadwalkan untuk membayar denda sekaligus mengambil Barang Bukti (BB) tilang, baik STNK maupun SIM di Kejaksaan Negeri Kota (Kejari) Kota Malang.

Namun, hanya ada 1.400 pelanggar yang telah mengambil BB dan membayar denda di kisaran Rp 70 ribu sampai Rp 120 ribu. Sementara, masih banyak yang belum mengambil BB dan membayar denda, termasuk pada tahun sebelumnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Kota Malang, Wahyu Hidayatullah mengungkapkan, kebanyakan BB tilang yang belum diambil adalah SIM. "Masih banyak, alamatnya bervariasi, ada dari luar kota maupun dalam kota," jelas dia.

Dia menguraikan, jika BB tilang tersebut tak kunjung diambil, pihak Kejari Kota Malang memprediksi para pelanggar telah mengambil kendaraan baru atau membuat SIM baru.

Untuk itu, pihak Kejari Kota Malang memberikan batas waktu pengambilan BB selama dua tahun. Namun jika dalam waktu yang dua tahun tersebut, BB tilang belum diambil, maka data mereka akan dihapus di Kejari Kota Malang, dan pihak Kejari tidak bertanggung jawab mengenai keberadaan BB tilang tersebut jika nantinya hilang atau musnah. Sehingga, akan menganggu persyaratan perpanjangan plat nomor maupun pembayaran pajak kendaraan.

"Kalau tidak segera diambil akan dihapus datanya di Kejari. Kalau untuk wewenang pemblokiran ataupun blacklist merupakan wewenang pihak kepolisian," tegas dia.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU