trial_mode: on

Tak Terima Anaknya Dituduh Mencuri, Nenek Lapor ke Polres Batu

  • 16-09-2019 / 00:57 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Tak Terima Anaknya Dituduh Mencuri, Nenek Lapor ke Polres Batu Tunjukkan : Sulianto (pengacara korban), bersama Edy Bastomi (Ayah Rava) dan Umi Widayati (Nenek Dio) menunjukkan bukti surat laporan terkati pencaran nama baik dan bukti screenshoot video dugaan mencuri yang diunggah pada status SC (terlapor), Minggu (15/9) siang. 

MALANGPOSTONLINE.COMNGANTANG - Diduga mencemarkan nama baik dengan mengunggah video CCTV di status whatsapp. Warga Jalan Mangga, RT 14 RW 2, Dusun Prabon II, Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang berinisial SC dilaporkan ke Polres Batu. 

Terlapor berinisial SC, dilaporkan oleh Umi Widayati selaku nenek dari REB (11 tahun) kelas VI dan PDJ (10 tahun) kelas IV murid SDN Sumberagung 1 tangah yang dituduh mencuri di toko milik SC yang berlokasi di Pasar Ngantang, Kabupaten Malang.  

Umi mencertiakan bahwa kedua cucunya yang masih duduk di bangku SD tersebut dituduh mencuri di toko milik SC berdasar dari rekaman CCTV toko. Padahal diungkap Umi, bahwa kedua cucunya sedang bermain dan terekam camera CCTV dan dalam rekaman tak ada bukti mencuri.

"Padahal tidak nampak dalam video jika keduanya masuk dan membawa beberapa barang yang ada di tokonya. Yang sangat kami sesalkan, tanpa bukti yang kuat dan cukup, SC mengunggah video itu di status whatsappnya," ujar Umi kepada Malangpostonline.com Minggu (15/9) siang. 

Bahkan, lanjut Umi, video tersebut juga diberi tahukan kepada guru dan siswa-siswi di sekolah kedua cucunya belajar. Hal itu ditakutkan oleh Umi jika kedua cucunya akan terganggu kejiwaannya karena dituduh dan tersisih karena dituduh sebagai pencuri.

Ia menceritakan lebih lanjit, jika kejadian itu bermula tanggal 14 Agustus 2019. Ketika SC mengunggah video CCTV dua cucunya yang tengah bermain di sekitar tokonya melalui whatsapp milik SC dengan memberi judul 'Kecil-kecil Jadi Maling'.

Tak hanya sekali, keseokan paginya, SC mengupload kembali video tersebut dengan keterangan ' Awas Di Pasar Ngantang Banyak Bibit-bibit Maling'. Hal itulah yang membuat nenek dan orang tua korban geram, karena sudah mencemarkan nama baik keluarga kedua bocah itu. 

"Atas perbuatan itulah, kami melaporkan masalah ini ke Polres Batu pada 27 Agustus 2019 lalu. Itu karena cucu kami tak terbukti mencuri tapi ditudih mencuri. Bahkan disebarkan melalui status whatsapp," bebernya.

Lebih lanjut, karena Umi yang merupakan warga Jalan Jeruk nomor 1, RT 1 RW 4, Dusun Prabon I, Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang ini mengaku sangat dirugikan oleh ulah SC. Karena menurutnya, tanpa bukti kuat terlapor sudah menuduh cucunya sebagi pencuri.

"Apa yang dilakukan SC ini yang membuat kami geram. Cucu saya dituduh mencuri tanpa bukti. Karena itulah kami merasa dirugikan dan mencemarkan nama baik keluarga saya," terang Umi.

Hal senada juga diungkap oleh Edi Bastomi (45) selaku ayah dari Rava yang dituduh mencuri. Diungkap Edi bahwa awalnya putranya bersama temannya (Dio) bermain di sekitiran Pasar Ngantang.

"Saat itu ada kegiatan karnaval TK dan anak saya tengah menonton karnaval. Secara tak sengaja anak saya tengah menghabiskan jajanannya dan berseliweran di toko milik terlapor SC," bebernya.

Saat berseliweran dan bermain di toko milik SC yang tengah tutup. Dua bocah tersebut terekam CCTV yang kemudian digunakan oleh SC untuk menuduh dua bocah tersebut diduga mencuri. 

"Saat itulah anak kami dituduh mencuri. Padahal juga tak ada yang kehilangan saat itu. Hanya saja SC mengaku tokonya baru saja dimasuki pencuri dan merugi Rp 90 juta satu bulan sebelumnya. Kemudian menuduh putra dan temannya melalui bukti rekaman video CCTV," paparnya.

Meskipun, lanjut dia, tidak ada bukti yang memperlihatkan mereka mencuri bahkan masuk toko yang sedang tutup kala itu. "Dari situlah kami merasa dirugikan, apalagi sekarang mental Rava dan Dio sudah down.  Bahkan setiap pulang sekolah mereka enggan melewati jalan yang melalui pasar lantaran takut dan lebih memilih mengambil jalan memutar yang cukup jauh," ungkap Edi. 

Karena itulah pihaknya melaporkan pencemaran nama baik ke Polres Batu. Meski sebelumnya keluarga Umi dan Edi mencoba untuk menyelesaikan secara kekeluargaan sebanyak dua kali. Namun terlapor tak mau menyelesaikan secara kekeluargaan. Kemudian dilaporkan melalui jalur hukum.

Sementara itu pengacara korban Sulianto membenarkan jika korban sudah ada melaporkan masalah ini ke pihak Polres Batu. Pihaknya meminta agar penyidik segera mendalami dan memanggil para terlapor. 

"Kami sudah melapor ke Polres Batu. Besok pelapor akan dimintai keterangan di Polres Batu. Kami harap masalah ini segera terselesaikan. sebab kedua bocah dan keluarga merasa dirugikan atas tuduhan terlapor," pungkasnya. (eri/Malangpostonline.com)

  • Editor : eri
  • Uploader : slatem
  • Penulis : eri
  • Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI