trial_mode: on

Maling Helm Babak Belur di Parkiran Unisma

  • 16-09-2019 / 18:39 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Maling Helm Babak Belur di Parkiran Unisma TERTANGKAP: Dua pelaku yang masih ditahan di Polsek Lowokwaru karena tertangkap tangan mencuri helm di Unisma.

MALANGPOSTONLINE.COM – Dua orang maling helm menjadi bulan-bulanan warga yang marah ketika tertangkap tangan mencuri di kawasan parkir kampus Universitas Islam Malang (Unisma), tadi siang. Dua pelaku yang kini mendekam di sel tahanan Polsek Lowokwaru untuk pemeriksaan, viral di media sosial karena wajah keduanya bonyok.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.00 di areal kampus Unisma. Awal kronologi penangkapan dua maling helm ini, tak lepas dari para penjaga parkir kampus, yang siaga dan terus berjaga di sekitar kawasan parkir. Salah satu jukir bernama Safril, sedang berjaga di parkiran.

Tak lama, dia melihat ada dua orang yang bertingkah mencurigakan di sekitar parkir. Safril masih terus mengawasi dua orang ini. Benar saja. Saat dua orang tersebut melihat parkiran dalam kondisi sepi, tangan mereka mengambil dua buah helm. Safril langsung berteriak maling dan mengejar kedua orang itu.

Para rekan jukir yang mendengar teriakan ini, langsung bergegas merapat, dan membekuk keduanya. Dua maling helm tersebut kedua tangannya diikat. Beberapa warga yang geram dengan adanya keluhan helm hilang di kawasan parkir Unisma, langsung menggempur dua pelaku.

Bogem mentah mendarat ke wajah para pelaku pencurian helm ini. Beruntung nyawa mereka selamat. Karena, mereka segera dinaikkan ke mobil dan diantar langsung ke Polsek Lowokwaru. Kanit Reskrim Polsek Lowokwaru Iptu Sochib membenarkan tentang adanya kejadian dua maling helm ini.

“Benar, tadi ada dua orang, dinaikkan ke double cabin, sebelum diturunkan di Polsek Lowokwaru,” ujar Sochib kepada Malang Post di sela-sela rilis Polres Makota, Senin siang. Sochib mengungkapkan, kedua pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan petugas. Namun, karena kerugian pencurian helm ini tidak sampai melewati batas Perma yakni minimal Rp 2,5 juta, kemungkinan besar mereka akan dibebaskan.

“Soal itu masih dalam penyelidikan lebih lanjut, mereka masih mendekam di sel tahanan 1 x 24 jam, sebelum ditentukan statusnya,” tutup Sochib.(fin/lim/Malangpostonline.com)

 

  • Editor : fin
  • Uploader : slatem
  • Penulis : fin
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI