Sanusi Tidak Tempati Pringgitan

Gubernur Minta Bupati Malang Dukung Sky Train Bromo
  • 18-09-2019 / 00:32 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Sanusi Tidak Tempati Pringgitan PATAKA: H. M. Sanusi mengusung pataka Kabupaten Malang didampingi sang istri Hj. Anis Zaidah Sanusi usai dilantik Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, kemarin.

SURABAYA-Bupati Malang H.M. Sanusi menegaskan tidak akan boyong ke Pringgitan di Pendopo Agung Kabupaten Malang. Hal itu ia tegaskan kepada Malang Post usai dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (17/9) kemarin. Bahkan rumah dinas Bupati di pringgitan ia buka untuk tamu Pemkab Malang yang ingin menginap.

“Saya tetap menempati rumah dinas di Jalan Gede, Malang,” katanya kepada Malang Post.

Namun pringgitan tidak akan dibiarkan kosong. Sanusi akan datang ke Pringgitan Pendopo Agung pada waktu-waktu tertentu saja.

“Kalau siang ada tamu mungkin bisa diterima di sana. Tapi kalau tinggal tidak. Tapi yang jelas nanti dibersihkan dulu,” tambahnya.

Bahkan, dia juga mengatakan Pringgitan, Pendopo Agung juga dapat digunakan menginap oleh tamu-tamu dari luar kota.

“Ya bisa ditempati. Kalau ada tamu. Dari luar kota, tapi tidak bayar, ya menginap saja,” katanya.

Dia juga mengatakan, jika nanti ada jabatan Wakil Bupati Malang, orang tersebut akan menempati rumah dinas Wakil Bupati Malang di Kepanjen. Ya, Sanusi mengatakan terkait jabatan Wakil Bupati Malang, pihaknya menyerahkan kepada partai pengusung.

“Tadi ibu Gubernur sempat menyinggung soal wakil. Untuk itu kami pun menyerahkannya ke partai pengusung, dan anggota dewan. Mengingat untuk usulan wakil, domainnya ada di DPRD Kabupaten Malang,” ungkapnya.

Terkait pembangunan Sanusi pun mengaku siap mensinergikan pembangunan di Kabupaten Malang dengan pembangunan di provinsi dengan pembangunan nasional.

“Sesuai dengan arahan gubernur tadi adalah mendatangkan investor. Saat ini sudah ada beberapa investor datang di Kabupaten Malang. Salah satunya berinvestasi sekitar Rp 3 Triliun di wilayah Bululawang, yaitu membuat usaha atau pabrik tetes tebu menjadi ragi. Usaha ini menyerap 6.000 pegawai yang saya minta 95 persennya berasal dari wilayah Kabupaten Malang. Dan ini menjadi salah satu upaya kami untuk mengentaskan pengangguran,” paparnya.

Selain itu juga pengembangan wilayahMalang Selatan, Sanusi mengatakan saat ini. Pihaknya fokus untuk mengembangkan pertanian dan peternakan di kawasan tersebut. Untuk pengembangan itu pihaknya juga bekerjasama dengan universitas di Malang.

“Tadi juga disampaikan tentang sky train. Rencana itu sebetulnya sudah cukup lama, yaitu dalam perencanaan Badan Otoritas Pariwisata (BOP). Dimana nanti ada pembangunan terminal agro di wilayah Desa Jeru Tumpang. Sudah disiapkan lahan 20 hektare. Namun arahan dari Gubernur tadi adalah sky train ini nyambung antara Bromo hingga Batu, dan kami sangat mendukung itu untuk pengembangan pariwisata,” tandasnya.

Sementara itu, prosesi pelantikan Bupati sendiri diawali dengan pembacaan SK Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo oleh Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Jatim, Indah Wahyuni. Ada dua SK yang dibacakan Indah. Yaitu SK Penghentian H. Rendra Kresna sebagai Bupati Malang SK Penghentian. Lalu SK pengangkatan H. M. Sanusi sebagai Wakil Bupati menjadi Bupati Malang.

Pembacaan SK tersebut tidak berlangsung lama. Dilanjutkan dengan acara inti pelantikan. Hadir dalam seremoni itu Wakil Gubernur Jatim Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. Gubernur Khofifah yang semula duduk di kursi bersebelahan dengan Ketua Penggerak PKK Provinsi Jatim, Arumi Bachsin berdiri dan berjalan ke arah Sanusi. Ia melepas tanda jabatan serta penyerahan pataka kepada Sanusi.

Dalam sambutannya, Khofifah lebih dulu menyampaikan selamat kepada Sanusi yang telah menjabat sebagai Bupati Malang.

“Kami semua hadir untuk memberikan doa restu, pelantikan Wakil Bupati menjadi Bupati Malang. Semoga sukses, dan selalu memberikan manfaat yang besar untuk warga Kabupaten Malang, Malang Raya dan Jawa Timur pada umumnya,” urainya.

Khofifah juga menyampaikan kepada Sanusi agar menyinkronkan program antara Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dan nasional. Sinkronisasi ini untuk percepatan laju pembangunan.

“Pemkab Malang sudah membuat RPJMD tahun 2016 lalu. Namun dengan pelantikan ini Bupati Malang dapat mengikuti perkembangan yang ada. Pada intinya, pembangunan yang dilakukan harus bersinergi antara pusat, dan daerah,” terangnya.

Dengan sinergi yang berjalan maka tidak akan ada ketimpangan dalam hal pembangunan. “Seluruh OPD juga saling bersinergi untuk membangun wilayah dengan lebih baik,” ungkapnya.

Khofifah juga tak menampik adanya pembangunan yang kurang di wilayah Malang Selatan. Lantaran itu, salah satu harapannya adalah pembangunan selingkar Wilis dapat terwujud. Dengan selingkar Wilis, maka membuka ruang investor masuk dan mengembangkan wilayah selatan.

Khofifah juga menyinggung soal pembangunan sky train di Bromo Tengger Semeru. Di mana sky train ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang berkunjung ke Bromo Tengger Semeru.

“Kalau biasanya wisatawan hanya berkunjung satu hari di Bromo, tapi dengan adanya sky train ini bisa dua hari atau lebih. Dan wisatawan datang dari Malang. Sehingga Malang pun mendapatkan berkah dengan adanya sky train ini,” paparnya.

Dan yang luarbiasa kata Khofifah sudah ada investor yang tertarik terkait pembangunan sky train. Lantaran itu, Khofifah pun berpesan kepada Bupati Malang dan anggota DPRD Kabupaten Malang untuk bersiap menyambut investor tersebut. Dalam sambutannya, Khofifah juga menyinggung soal pengisian jabatan wakil bupati, agar segera diusulkan. Bupati harus segera berkoordinasi dengan anggota DPRD Kabupaten malang.

Terpisah, Ketua sementara DPRD kabupaten malang Didik Gatot Subroto yang hadir dalam kegiatan tersebut pun merespons dengan baik. Pihaknya segera melakukan koordinasi, sekaligus meminta Partai pengusung Sanusi dulu membuat usulan calon wakil Bupati.

“Kami koordinasi dulu. Dalam waktu 15 hari ini, kami akan rapat dulu, untuk membahas ini,” katanya.

Disinggung soal waktu untuk jabatan wakil bupati, Didik mengatakan tidak ada masalah. “Tadi arahannya demikian, kami mengikuti saja,” tandasnya.

Selain pelantikan Sanusi sebagai Bupati Malang juga digelar pelantikan Hj. Anis Zaidah Sanusi sebagai Ketua Tim penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Malang. Anis dilantik langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi Jatim, Arumi Bachsin.

Kegiatan pelantikan sendiri dihadiri sejumlah tamu undangan. Mulai dari. Forkopimda Kabupaten Malang, OPD serta pengusaha yang menjadi rekan Pemerintah Kabupaten Malang. Hadir pula dalam pelantikan tersebut Direktur Malang Post, Sudarno Seman.(ira/ary)

Editor : ary
Uploader : angga
Penulis : ira
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU