Tak Terima Dilaporkan Memperkosa, Mahasiswa di Malang Lapor Polisi

  • 11-10-2019 / 14:25 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Tak Terima Dilaporkan Memperkosa, Mahasiswa di Malang Lapor Polisi

Malangpostonline.com - Kasus laporan palsu terkait dugaan pemerkosaan yang terjadi di sebuah kampus ternama di Malang berbuntut panjang. Seorang mahasisw yang difitnah melakukan dugaan pemerkosaan, yakni BE, 22 akhirnya melaporkan hal tersebut ke Polres Malang Kota. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, BE melaporkan Tulip, 18 mahasiswi asal Kebayoran lama, Jakarta karena marasa nama baiknya telah dicemarkan. "Pihak yang merasa dirugikan telah membuat pengaduan secara tertulis," terang Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna. 

Lebih lanjut, Komang menguraikan, laporan palsu tersebut sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. "AL, pacar Tulip yang disebut-sebut sebagai otak laporan palsu ini secara resmi akan kita panggil untuk diperiksa," kata dia

Setelah proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi selesai, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk memberikan kepastian hukum. "Sedangkan BE, orang yang dirugikan dalam kasus laporan palsu ini, telah membuat pengaduan secara tertulis dan masih kami lakukan penyelidikan,” ujar dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, karena cemburu, AL, 22, salah satu mahasiswa universitas ternama di Kota Malang meminta pacarnya, Tulip 18, warga Kebayoran Lama Jakarta untuk membuat laporan palsu di kepolisian. Pada 29 Agustus 2019 lalu, Tulip melaporkan sahabat kekasihnya, BE, 22, atas tuduhan pemerkosaan yang dilakukan di dalam mobil, di parkiran Fakultas Hukum kampus ternama di Malang. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.30.

Dalam laporan ke polisi, Tulip menceritakan kronologi kejadian yang tidak benar. Ia menyebut, saat itu, Tulip sedang menunggu kekasihnya di dalam mobil. Tak lama, BE, yang juga teman dari pacarnya, mengetuk kaca mobil yang ditumpanginya. BE meminta korban untuk membuka pintu mobil. Karena merasa kenal dengan BE dan tak memiliki prasangka apa-apa, korban membuka pintu dan keluar dari mobil. Dia membiarkan BE masuk ke dalam mobil

Hanya saja, begitu keluar dari kendaraan, korban ditarik paksa masuk ke dalam mobil lagi oleh BE. Pintu dan jendela mobil langsung dikunci oleh BE. Setelah itu, BE memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya. Usai melakukan perbuatan bejatnya,  BE keluar dan meninggalkan korban di dalam mobil.

Namun, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, pihak kepolisian menegaskan bahwa keterangan yang diungkapkan oleh Tulip adalah laporan palsu. “Setelah kami dalami dan lakukan pemeriksaan, penyidik kepolisian mencocokkan kronologi daripada saksi, pelapor, ternyata laporan tersebut tidak benar,” tegas Komang, Rabu (25/9).

Komang menguraikan, ketika dilakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan terlapor terdapat ketidaksamaan keterangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pada jam dan tanggal yang tertera dalam laporan, saat itu, BE sedang mengikuti proses perkuliahan. “Kami sudah memeriksa saksi-saks yang ada,” kata dia.

Sementara, motivasi pelapor untuk melaporkan hal tersebut kepada kepolisian lantaran kekasihnya merasa sakit hati terhadap terlapor. AL cemburu terhadap BE yang diduga memiliki hubungan asmara dengan Tulip. Untuk itu, AL meminta Tulip untuk melapor ke pihak kepolisian dengan dugaan pemerkosaan.

“Setelah kami dalami alibi dan fakta- fakta yang ada di lapangan, pelapor akhirnya mengakui bahwasanya yang bersangkutan membuat laporan palsu karena disuruh oleh pacarnya. Ketiganya merupakan rekan satu kampus,” jelas Komang.

Namun, jika terbukti ada laporan palsu terkait kasus ini, pihak kepolisian tidak segan-segan memberikan hukuman terkait hal tersebut. “Kalau laporan palsu, ada konsekuensi, diatur dalam pasal 242 ayat 1 junto 20 KUHP,” tandasnya. (tea/lim/Malangpostonline.com)

Editor : lim
Uploader : irawan
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU