Pelaku Profesional, Polisi Cari Korban Penipuan Lain

  • 12-10-2019 / 16:27 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Pelaku Profesional, Polisi Cari Korban Penipuan Lain Tersangka penipuan bapak - anak yang diamankan Polsek Turen.

Malangpostonline.com - Kasus penipuan yang dilakukan bapak - anak, warga Dusun Balisuko, Desa Sekarbanyu, Sumbermanjing Wetan, terus dikembangkan. Polisi meyakini korban penipuan Satupang Dwi Saputro, 45, serta anaknya Oktafianto Rekso Saputro alias Okta, 21, lebih dari seorang. Hanya saja, sampai Sabtu (12/10) keduanya masih belum mau buka mulut.

"Melihat modus operandinya sangat halus. Mereka ini sepertinya sudah profesional. Dugaan kami korbannya lebih dari seorang," ujar Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mashudi.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih terus mendalami kasusnya. Bahkan, untuk mengembangkan apakah ada korban lain, pemeriksaan terhadap bapak-anak ini dilakukan secara terpisah.

"Tetapi mereka masih tidak mau buka suara. Keduanya sama-sama bungkam dengan tidak mengakui korban penipuan lainnya," tutur mantan Kanitreskrim Polsek Turen ini.

Selain itu, lanjutnya pihaknya juga berkoordinasi dengan Polsek jajaran. "Kami sampaikan ketika ada korban penipuan dengan modus serupa, untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di Polsek Turen," lanjutnya.

Dari pemeriksaan, aksi penipuan bapak-anak ini, ternyata diotaki oleh Satupang Dwi Saputro. Satupang yang merancang strategi dengan menghubungi korbannya. Sedangkan anaknya, hanya diminta menerima barang dari korban dengan berpura-pura sebagai satpam.

Seperti diberitakan sebelumnya, bapak-anak warga Dusun Balisuko, Desa Sekarbanyu, Sumbermanjing Wetan ini, Jumat (11/10) diamankan petugas Polsek Turen. Mereka ditangkap karena kasus penipuan. Korbannya Ayu Vita Mulya, warga Jalan Raya Desa Kedok, Turen.

Modusnya, sang bapak menyaru sebagai guru di SMK Negeri 1 Turen. Sedangkan anaknya, menyaru sebagai satpam di sekolah tersebut. Satupang menghubungi korban untuk menyerahkan HP pada satpam di sekolah. HP dibeli dengan uang muka sebesar Rp 200 ribu.

Namun setelah HP diberikan, ternyata Okta yang menyaru sebagai satpam pergi. Sedangkan Satupang yang mengaku sebagai guru, ternyata tidak terdaftar di sekolah. Karena merasa ditipu, korban melapor ke polisi hingga keduanya berhasil diamankan.(agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU