Kebakaran September Telan Rp 93 Juta

  • 13-10-2019 / 14:52 WIB
  • Kategori:Malang
Kebakaran September Telan Rp 93 Juta Ilustrasi

Malangpostonline.com - Kemarau yang berkepanjangan membuat bencana kekeringan dan kebakaran meningkat tajam tahun ini seperti yang terjadi September lalu. Situasi teriknya matahari dan kelembaban udara yang rendah serta kelalaian manusia memperparah meningkatnya kejadian kebakaran.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang melalui Pusdalops PB dalam rilis resminya menyebutkan 12 bencana terjadi selama September.

Rinciannya kejadian kebakaran ada 9 kasus, kemudian 2 kasus pohon tumbang dan 1 kali tanah longsor. Akibat bencana ini warga ditengarai merugi hingga Rp 93 juta. Hal ini disampaikan Analisis Bencana BPBD Kota Malang Mahfuzi.

Ia mengatakan penyebab kebakaran lebih banyak bersumber dari kelalaian manusia seperti diantaranya colokan yang bertumpuk, semrawutnya sistem perkabelan di rumah, kualitas kabel tak sesuai SNI, memasak tanpa ditunggui, bakar sampah sembarangan maupun puntung rokok yang dibuang ke lahan kosong.

“Ini mudah memicu kebakaran apalagi saat kemarau suhu udara panas dan kering ditambah hembusan angin ada percikan api sedikit saja dan medianya terbuat dari bahan yang mudah terbakar maka semua bakal jadi abu,” tegas ujar Mahfuzi belum lama ini.

Sembilan kasus tersebut terjadi di Jl Raya Sawojajar Gang VIII, Jl Panji Suroso II, Jl Basuki Rahmat, Jl Muharto Gang V, Jl Gadang Gang XI, Jl Muharto Gang 5 RT 3 RW 10, Jl Gadang Gang VII, Jl Gadang Bumiayu, Kelurahan Gadang dan terakhir di Perum Pondok Mulia Jalan Simpang Sulfat Selatan.

Sementara itu BPBD Kota Malang juga mencatat terjadinya tanah longsor di Jl Abimanyu. Meski bukan akibat tetesan air hujan namun Mahfuzi menyebut kasus tanah longsor ini akibat kikisan air limbah rumah tangga hingga pondasi rumah ambrol.

“Total kejadian bencana hingga akhir september ini berjumlah 140 kasus. Kebakaran 53 kali sedangkan tanah longsor 41 kali sisanya kejadian pohon tumbang, efek gempa maupun angin kencang,” jelas alumnus Disaster Management Unsyiah Aceh ini. 

Lalu total kerusakan dan kerugian tak kurang dari Rp 10,1 miliar. Kemudian sebagai langkah nyata kesiapan menghadapi datangnya musim hujan awal November nanti, BPBD Kota Malang genacar melaksanakan sosialisasikan informasi kebencanaan kepada warga.

Selain menyiapkan sarana penanggulangan bencana juga menyiapkan menyiagakan seluruh personil karena musim hujan sudah di depan mata. (ica/Malangpostonline.com )

Editor : ica
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU