Dianggap Arogan, Warga Tuntut Kamituwo Dusun Darungan Desa Mendalan Wangi Diberhentikan

  • 14-10-2019 / 23:07 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Dianggap Arogan, Warga Tuntut Kamituwo Dusun Darungan Desa Mendalan Wangi Diberhentikan Ratusan masyarakat Dusun Darungan, Desa Mendalan Wangi, Wagir ketika mendatangi Kantor Desa Mendalan Wangi.

Malangpostonline.com  -  Ratusan masyarakat Dusun Darungan, mendatangi Kantor Desa Mendalan Wangi, Kecamatan Wagir, Senin (14/10) malam. Warga menuntut Kamituwo Dusun Darungan, Gianto diberhentikan. Alasannya, karena dinilai tidak sopan dan bersikap arogan.

"Tuntutan kami hanya satu, minta Kamituwo Dusun Darungan diberhentikan. Karena sikapnya terlalu anarkis dan tidak cocok sebagai pemimpin," ucap Agus Mulyono, salah satu warga yang dibenarkan warga lainnya.

Warga datang ke Balai Desa Mendalan Wangi, dengan mengendarai puluhan sepeda motor. Selanjutnya, warga menyampaikan aspirasinya kepada Kepala Desa Mendalan Wangi, serta Muspika Kecamatan Wagir yang hadir.

Proses musyawarah warga dengan Kades dan Muspika, sempat berjalan alot. Namun setelah diberi pemahaman, akhirnya sekitar 10 orang perwakilan warga diajak bermusyawarah di salah satu ruangan.

Dalam musyawarah, seluruh perwakilan warga meminta supaya Kamituwo Dusun Darungan diberhentikan. Selain karena sikapnya yang anarkis, juga dinilai tidak merakyat. Bahkan ada warga yang mengaku sempat diancam.

"Saya saja sempat diancam dengan kata-kata. Tentu sebagai wanita saya merasa terancam," ucap salah satu perwakilan warga.

"Saya juga mengalami sikapnya yang arogansi. Masalah bedah rumah saya diungkit-ungkit lagi di hadapan banyak orang," sambung Rubain warga lainnya.

Terkait dengan tuntutan warga tersebut Kepala Desa Mendalan Wangi, M Syahroni, mengaku sudah mengakomodir aspirasi yang disampaikan warga, sesuai dengan aturan dan Undang-undang Desa. Pihaknya, malam itu juga sudah berkoordinasi dengan Kamituwo Dusun Darungan.

"Yang pasti apa yang menjadi tuntutan warga sudah kami akomodir. Intinya apa yang disampaikan oleh warga, karena ingin desanya maju dan berkembang," jelas M Syahroni.

Dikatakannya, bahwa sebetulnya permasalahan warga bermula dari normalisasi air bersih. Air dari sumber yang disalurkan kepada masyarakat Dusun Darungan, ada miskomunikasi antara Kamituwo dengan warga. Sehingga ketika ada sikap Kamituwo yang dinilai anarkis, warga meminta supaya diberhentikan.

"Tuntutan warga sudah kami akomodir. Tetapi kami juga meminta tuntutan pada warga, supaya ke depan bisa memunculkan orang-orang berkompeten yang bisa membangun desa. Termasuk ke depan harus bisa membentuk pengurus sumber air, karena pengurus sebelumnya telah mengundurkan diri," terangnya.

Lebih lanjut, Syahroni mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan segera melakukan pergantian Kamituwo baru. Pemilihan dilakukan oleh warga sendiri, dengan memunculkan nama-nama orang yang berkompeten. Salah satu persyaratannya minimal harus berijazah SMA se-derajat.

"Karena yang kami inginkan ada pemimpin yang mengayomi masyarakat, dan bisa membangun desa melalui dusun. Hasil pemilihan nanti akan kami sampaikan secara terbuka," paparnya.

Camat Wagir, Hendra Tri Cahyono, mengatakan terkait normalisasi air bersih yang disalurkan kepada warga, harus segera dibentuk pengurus. Tetapi pengurus tentunya harus memiliki kemampuan dan bisa melayani kebutuhan air bersih kepada masyarakat.

"Masalah air memang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Dengan terbentuknya pengurus, nantinya juga sekaligus untuk membentuk BUMDes yang bisa mengurusi masalah air bersih. Dan saya akan mengawal serta mengawasi rencana desa untuk normalisasi air, supaya dikemudian hari tidak lagi menjadi masalah," urai Hendra Tri Cahyono, saat memberikan sambutan.

Kapolsek Wagir, AKP Sri Widyaningsih, mengatakan bahwa menyampaikan aspirasi memang menjadi hak warga. Tetapi penyampaian aspirasi, juga ada aturannya. Yakni tiga harus sebelumnya harus mengajukan izin.

"Tetapi karena ini kenyamanan dan keamanan bersama, bersama Muspika Kecamatan Wagir serta Kades Mendalan Wangi, kami menerima aspirasi dari warga. Permasalahan yang terjadi karena kurangnya komunikasi yang baik saja," paparnya.(agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU