Berikan Pelatihan, Berharap Buruh Rokok Bisa Berwirausaha

  • 30-10-2019 / 16:11 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Berikan Pelatihan, Berharap Buruh Rokok Bisa Berwirausaha Pelatihan berwirausaha yang diberikan Disnaker kepada para buruh.

Malangpostonline.comDinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, kembali menggelar pelatihan untuk masyarakat. Kali ini sasarannya adalah para buruh pabrik rokok. Pelatihan digelar selama lima hari, dan berakhir pada Jumat (1/11).

Kepala Seksi Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Malang, Lilik Faridah, mengatakan pelatihan program pembinaan dan keterampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat, melalui Processing Produk Pertanian ini, diikuti 25 orang. Semuanya adalah ibu-ibu yang bekerja di pabrik rokok.

"Pelatihan ini untuk memberikan bekal bagi para buruh pabrik rokok. Sehingga, ketika sudah tidak lagi bekerja di pabrik rokok, mereka masih bisa tetap berkarya dengan berwirausaha," ungkap Lilik.

Salah satu pelatihan yang diberikan, adalah mengolah produk pertanian. Seperti membuat kue dari hasil pertanian. Program pelatihan ini, digelar untuk memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Tatik, pemilik Nizar Bakery, yang dihadirkan sebagai pemateri, memberikan cerita tentang gambaran hidupnya. Ia memotivasi para buruh, karena dulunya juga sama sempat menjadi buruh pabrik rokok.

Menurutnya, sebelum menggeluti dunia usaha, Tatik, selama 21 tahun menjadi buruh. Namun suatu ketika, dia merasa terdorong untuk menekuni usaha kue yang sudah dia geluti selama beberapa tahun.

Awalnya dia berjualan kue kering. Kemudian dikembangkan lagi dengan jenis kue lainnya yang lebih marketable. Hasilnya dari kerja kerasnya, Tatik saat ini bisa menikmatinya.

“Saya saat itu manfaatkan izin untuk bisa kursus membuat kue. Setelah punya ilmunya saya mulai jualan kepada teman-teman di tempat kerja. Jadi bekerja sambil jualan. Dan ketika sudah keluar dari bekerja, bisnis saya sudah jalan,” tegasnya.

Kini diakuinya setelah empat tahun berjalan, usahanya sudah cukup seattle. Dia mampu membukukan omzet puluhan juta. Bahkan ada salah satu produknya yang dipasarkan di Malaysia.

"Untuk menjadi seorang pebisnis tidak perlu memulai dari hal besar. Namun dari hal kecil, sederhana serta disukai oleh pelaku usaha. Selanjutnya, harus tetap konsisten, jaga mutu, disiplin serta tidak pernah menolak customer," pesannya.(agp/Malangpostonline.com)

 

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU