Kurang Paham Branding Jadi Kendala IKM

  • 04-11-2019 / 18:05 WIB
  • Kategori:Malang
Kurang Paham Branding Jadi Kendala IKM Dinas Perindustrian Kota Malang memberikan pelatihan branding untuk 50 pelaku IKM di Kota Malang.

Malangpostonline.com - Salah satu strategi marketing atau pemasaran yang paling ampuh menunjang penjualan produk adalah branding. Sayangnya teknik melakukan branding yang tepat tidak banyak diketahui, khususnya bagi mereka yang masih tergolong pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM).

Inilah yang ditekankan Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang hari ini dalam Workshop I Branding untuk IKM di Hotel Pelangi. Sebanyak 50 pelaku IKM di Kota Malang dilatih untuk bisa membranding diri.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Workshop Branding Disperin Kota Malang Andre Candra Setiawan menjelaskan pihaknya menganalisa mengaka IKM mengalami kendalam dalam mengembangkan usahanya. Dan ternyata salah satunya adalah lemah pada branding.

“Branding sendiri adalah upaya untuk membentuk citra dan rasa keterikatan secara emosional antara pelanggan dengan merk produk serta perusahaannya dan juga upaya untuk membedakan diri dari pesaing,” ungkapnya.

Branding sendiri akan memberikan keunikan dan kekhasan produk kepada pelanggan. Maka jika branding kuat, penjualan produk akan semakin kuat pula.

Hanya saja beberapa kendala yang ditemukan IKM tidak melakukan hal itu. Salah satu contoh adalah pemilihan logo produk atau nama produk yang dijual. Pengunaan nama keluarga, nama sendiri atau nama anak tidaklah menjual.

“Contoh misal kripik ayu, atau kue indah. Itu tidak menarik dan tidak menjual. Belum lagi jika logo dibuat hampir sama dengan logo brand yang sudah ada. Ini banyak sekali ditemukan dan saatnya untuk mengubah itu,” papar Andre.

Workshop yang digelar kemarin sampai hari ini bekerja sama dengan Asosiasi Desainer Grafis (ADGI) Chapter Malang.

Yang diajarkan adalah cara-cara kreatif seperti pembuatan logo, penentuan slogan.  Yang bisa mendefinisikan pesan yang hendak disampaikan, mengintegrasikan merk dengan kegiatan usaha dan berbagai kegiatan kreatif lainnya yang bertujuan untuk membentuk persepsi pelanggan.

Sementara itu salah satu pemateri dari ADGI, Mahendra mengatakan potensi penjualan produk IKM di Kota Malang sangat besar. Beragam produk unik dan berbeda diciptakan di Kota Malang mulai dari Kria, Kuliner hingga Fashion.

“Hanya saja brandingnya itu. Masih belum kuat. Tidak tersiarkan dan tidak menarik karena terlihat biasa saja. Maka dari itu teknik branding ini sangat penting,” pungkasnya dalam kegiatan yang juga satu rangkaian dengan acara Festival Mbois 2019. (ica/Malangpostonline.com)

Editor : ica
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU