Semarak Floss 2020, Ajang Penjaringan Siswa Hebat Sabilillah

  • 17-01-2020 / 19:22 WIB
  • Kategori:Sekolah
Semarak Floss 2020, Ajang Penjaringan Siswa Hebat Sabilillah SELAMAT: Ketua KONI Kota Malang Edy Wahyono bersama Direktur LPI Sabilillah Malang Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadhal, M.Pd., menyalami siswa sabilillah saat pembukaan FLOSS 2020

Malangpostonline.com - Penghargaan diberikan kepada siswa-siswi Sekolah Islam Sabilillah Malang (SISMA) yang beberapa hari yang lalu sukses memetik juara dalam ajang Festival dan Lomba Olahraga dan Seni Sabilillah (FLOSS) 2020. Penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk medali dan 'tiket' untuk mengikuti berbagai ajang kompetisi di luar sekolah. Seperti FLS2N atau O2SN.

Floss merupakan sebuah event kompetisi yang dilaksanakan secara terpadu oleh Sisma. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMA Islam Sabilillah. Kegiatan tersebut sukses digelar selama dua hari mulai tanggal 14 Januari 2020 lalu, di Kampus 2 Sabilillah Jalan Terusan Ikan Piranha.

Pembina Kegiatan Floss 2020 Ali Affandi, M.Pd., mengatakan, kegiatan tahunan LPI Sabilillah tersebut digelar sebagai upaya menjaring siswa-siswi hebat dan berbakat di bidang olahraga dan seni. Mereka yang sukses menjadi pemenang nantinya akan menjadi utusan ke berbagai perlombaan baik yang digelar pemerintah atau instansi lain. "Floss sebagai even penjaringan anak-anak yang berbakat di bidang non akademik. Mereka yang juara akan dibina secara intensif untuk mempersiapkan menuju FLS2N dan O2SN," katanya kepada Malangpostonline.com.

Ali melanjutkan, Floss digelar untuk mengapresiasi siswa yang sudah latihan dan mengembangkan kemampuannya melalui ekstrakurikuler. "(Floss) kita ibaratkan sebagai ujiannya. Diharapkan dapat memompa semangat anak untuk berprestasi," ungkapnya.

Ada 22 bidang jenis seni dan olahraga yang dilombakan dalam floss tahun ini. Yaitu qiroaah dan tartil, mewarna, paduan suara, tari, teater, albanjari, seni kriya, jurnalistik, desain poster digital, KIR, dokter cilik, fotografi, robotika, cipta baca puisi, futsal, voli, basket, bulu tangkis, tenis meja, pencak silat, karate, atletik dan catur.

Semua bidang kreativitas tersebut dilombakan sesuai level satuan pendidikan. Untuk mengetahui sekaligus mengevaluasi sejauh mana keberhasilan program ekstrakurikuler. Karena selama ini Floss menjadi media kontrol program pengembangan bakat siswa agar tetap terukur.

Sekretaris LPI Sabilillah ini menjelaskan dalam program ekstrakurikuler setiap siswa Sisma wajib memilih satu bidang seni dan satu bidang olahraga. Sebab ekstarakurikuler di Sisma tidak terpisah dari proses pendidikan. "Maka dari itu di Sabilillah keduanya dikembangkan antara akademik dan non akademik. Tidak ada yang dinomor duakan. Semuanya sama-sama nomor satu," tegasnya. 

Ia menambahkan penjaringan siswa berbakat melalui floss dinilai sangat efektif untuk mendongkrak prestasi siswa Sabilillah. Terbukti sejak diadakannya floss prestasi siswa mengalami kenaikan. "Banyak siswa kami yang akhirnya lolos ke tingkat provinsi hingga nasional. Untuk akademik lebih banyak lagi, bahkan sampai taraf internasional," paparnya.

Ali yakin untuk kategori prestasi non akademik, baik FLS2N, O2SN dan lainnya, jumlah prestasi siswa Sisma akan meningkat. Dengan catatan pembinaan potensi yang maksimal dan target pelatih yang lebih terarah. "Meskipun itu tidak mudah. Tapi beberapa bidang sudah ditargetkan kami untuk mencapai provinsi ke nasional," tandasnya.

Floss menjadi apresiasi untuk bakat siswa untuk kedepannya lebih dikembangkan. Dan tak lepas dari sebuah ajang kompetisi, floss dapat menumbuhkan jiwa kompetisi dalam diri siswa. Dimulai dari tingkat lembaga, mental siswa akan tertata dan semakin siap untuk menghadapi kompetisi yang lebih luas lagi.

Oleh karena itu, sebanyak 889 siswa yang ikut dalam Floss semuanya berjuang dengan gigih untuk menjadi juara. Tidak ada yang main-main dalam kompetisi tersebut, baik siswa maupun pelatih semuanya belajar untuk menjadi lebih baik. (imm)

Editor : imm
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU