10 Ribu Pelanggan Masih Menjerit, Perumda Tugu Tirta Baru Kirim Enam Tangki Portable

  • 17-01-2020 / 23:19 WIB
  • Kategori:Malang
10 Ribu Pelanggan Masih Menjerit, Perumda Tugu Tirta Baru Kirim Enam Tangki Portable

Malangpostonline.com - 10 ribu pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang masih menjerit. Dari 10 tandon portable yang dijanjikan, baru enam tandon yang bisa dikirim ke sejumlah titik krisis air bersih. Perum BTU (Bulan Terang Utama) mendapatkan jatah terbanyak. Sebanyak empat  tandon portable ditempatkan di sana sejak kemarin Jumat (18/1) sore.

Perum BTU memang diprioritaskan karena memiliki banyak penghuni. Bahkan hampir seminggu Perum ini tidak terpasoki air bersih akibat jebolnya pipa transmisi Perumda Tugu Tirta Kota Malang, sejak Jumat (10/1).

Hal ini dijelaskan Dirut Perumda Tugu Tirta Kota Malang M. Nor Muhlas kepada Malang Post kemarin. Ia menjelaskan, sudah ada enam titik daerah terdampak mendapatkan bantuan tandon portable seperti yang dijanjikan.

“Hari ini tadi (kemarin,red) ada enam titik, besok enam titik lagi,” tegas Muhlas.

Karena baru enam saja, maka memang diakui belum maksimal untuk warga yang terdampak sebanyak 10 ribu pelanggan. Meski begitu, ia menjelaskan seluruh wilayah yang belum teraliri akan mendapatkan pasokan air secara penuh dua hari ke depan, dari tandon portable tersebut.

Dijelaskan Muhlas, sebanyak 10 tandon portable sudah dianggarkan untuk dibeli kemarin. Hanya saja belum seluruhnya ditempatkan di titik krisis air karena tandon portable perlu dimodifikasi agar dapat maksimal dipergunakan.

“Dalam waktu dekat juga ini kita akan dapat bantuan terminal 100 terminal air (tandon portable) dari Dirpam Cipta Karya. Barangnya sudah di Surabaya dan ditambah lagi dengan 25 armada tangki, sedang diproses administrasinya,” tandas Muhlas.

Sebelumnya juga direncanakan akan ada 10 tandon portable yang disiapkan. Meski begitu hal ini masih bertahap dilakukan pengadaannya sambil menunggu perbaikan pipa transmisi yang sekali lagi dicoba untuk diperbaiki. Khususnya yang terakhir jebol, yakni di kawasan Pulungdowo.

Muhlas menegaskan sekali lagi jika pipa yang jebol tersebut selesai diperbaiki dan tidak jebol lagi, maka 10 ribu pelanggan yang belum bisa teraliri dapat menikmati air kembali. Meskipun debit yang keluar tidak senormal biasanya.

“Kami masih upayakan itu, semoga lancar,” pungkasnya.

Sementara itu Malang Post juga mengadakan diskusi membahas Jebolnya pipa Perumda Tugu Tirta di beberapa titik yang mengakibatkan keresahan warga Kota Malang sepekan ini. Diskusi Malang Post Forum yang kemarin dilakukan di Kantor Redaksi Malang Post ini mengundang warga yang terdampak pula.

Abdul Malik, salah satu warga Perum BTU Kota Malang mengaku sudah kurang lebih 5 hari mengalami krisis air bersih.

“Sejak Sabtu (11/1) lalu kami mulai merasakan sulit air. Dan baru kemarin (Kamis 16/1) dan hari ini (Jumat 17/1) ada mobil tangki air datang,” tegasnya.

Sebelumnya Malik sendiri harus membeli bergalon-galon air bersih untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarga akan air bersih. Hal ini sangat disayangkannya dan ratusan KK warga Perum BTU yang merasakan hal yang sama.

Ia mengaku sudah biasa merasakan krisis air seperti ini, tahun lalu juga terhadi hal yang sama. Akan tetapi matinya aliran air hanya berlangsung paling lama sampai tiga hari. Kejadian tahun ini merupakan yang terparah.

“Kami hanya ingin masalah ini cepat diatasi. Air kembali mengalir itu saja dan semoga ini jadi yang terakhir,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono, dengan belum maksimalnya pelayanan pasokan air bersih bagi 10 ribu pelanggan yang masih terdampak ia menegaskan agar tandon portable dimaksimalkan betul.

Artinya, Perumda Tugu Tirta Kota Malang harus mengusahakan pengisian tandon portable tidak putus. Yakni 24 jam harus dijaga agar tidak kosong, jangan sampai air kembali habis dan warga kembali kesulitan.

“Layanan ini harus dijaga shift, layanan harus sedia 24 jam. Mobil tangki air harus mengisi terus,” tegas pria yang juga menjabat Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang ini.

Terkait hal ini juga Manajer Kehilangan Air Perumda Tugu Tirta Rahmad Hadi menjelaskan, bahwa selama ini pihaknya memiliki cukup pasokan air untuk memberikan bantuan pada 10 ribu pelanggan yang masih terdampak. Hanya saja tidak memiliki media atau mobil tangki yang cukup untuk mendistribusikan air-air tersebut.

“Kalau dihitung idealnya untuk dapat memenuhi kebutuhan air sehari-hari pelanggan 10 ribu yang masih terdampak (krisis air bersih, Red) itu dibutuhkan 300 mobil tangki keliling setiap hari,” tegas Rahmad saat berkunjung ke Kantor Malang Post mengikuti diskusi bersama anggota DPRD Kota Malang.

Maka hingga saat ini, 23 tangki bantuan yang datang dimaksimalkan untuk memenuhi permintaan warga terdampak. Memang tidak dapat memenuhi seluruhnya. Meski begitu solusi lain adalah Tandon Portable yang mulai ditempatkan.

Menanggapi hal ini Wiwik Sukesi, anggota Komisi B DPRD Kota Malang yang yang juga hadir mengatakan, Perumda Tugu Tirta harus mau terbuka akan hal ini. Pasalnya banyak pihak yang mau membantu mendistribusikan air.

“Kalau ndak salah sudah ada yang mau bantu, tinggal buat saja Posko agar warga yang mau bantu bisa angkut airnya lalu didistribusikan. Ini akan menambah armada air yang bisa keliling,” tegas Wiwik.

Hal ini kemudian menjadi masukan yang ditampung. Perumda Tugu Tirta mulai membuka posko yang langsung berada di kantor Perumda Tugu Tirta. Bagi pihak manapun yang mau membantu memasok air keliling bagi warga terdampak bisa datang ke posko ini.

Hal ini sudah dilakukan pula oleh Partai PKS sejak Kamis (16/1). Mereka mengirimkan beberapa tandon air ke beberapa daerah terdampak secara gratis.(ica/ary)

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU