Resmi Dilantik, 24 Kepala Sekolah PGRI Diimbau Penuhi Permendikbud 6/2018

  • 21-01-2020 / 16:26 WIB
  • Kategori:Sekolah
Resmi Dilantik, 24 Kepala Sekolah PGRI Diimbau Penuhi Permendikbud 6/2018

Malangpostonline.com - Sejumlah 24 kepala sekolah baru yang dirada di lingkup YPLP-PGRI Kabupaten Malang dilantik bersama di Gedung PGRI di Pakisaji, Selasa (22/1). Pelantikan Kepala TK/SMP/SMK PGRI periode 2020 - 2023 ini disaksikan juga Ketua PGRI dan YPLP-PGRI Jawa Timur.

Prosesi pelantikan dan pengukuhan kasek baru ini dilakukan langsung Ketua YPLP PGRI Jawa Timur Sugiyanto Cokro. Dalam sambutannya, penguatan kepala sekolah masih dibutuhkan, terutama kasek yang menjabat setelah April 2018.

"YPLP PGRI mengusulkan hingga 900 kasek se Jatim yang membutuhkan penguatan. Sementara, Permendikbud 6/2018, kasek yang diangkat setelah 9 April 2018, maka harus melalui tahapan seleksi. Ya, kami meminta pemerintah peraturan ini diundur pemberlakuannya," tegas Sugiyanto.

Ketua PGRI Kabupaten Malang, Dwi Sucipto SH MH, banyak menyampaikan pesan dan imbauannya, saat memberi sambutan, diawali dengan beberapa kali menyitir pantun yang ia bikin sendiri.

Dwi Sucipto menegaskan, bahwa PGRI tak pernah berhenti melakukan perjuangan, agar semua guru tetap bisa bekerja untuk mencerdaskan anak bangsa. Menurutnya, setiap ada kebijakan yang bisa menjadikan kendala bagi guru, akan dikomunikasikan dan diperjuangkan pemecahannya.

"Guru memang bukan orang hebat, namun banyak orang-orang hebat lahir karena diajar oleh guru," seru Dwi Sucipto disambut aplaus para hadirin.

Kabid Tenaga Teknis Kependidikan (Tentis) Dinas Pendidikan Kabupaten Malang hadir mewakili Kadindik yang berhalangan. Selain itu, hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang, Arif Khamzah MSi.

Adiono menegaskan, pemerintah dalam program peningkatan kompetensi guru kini tidak melihat guru swasta maupun negeri. Seperti halnya, program profesi guru (PPG), maupun pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

"Pesan pak kepala dinas, kami membuka komunikasi terkait pelayanan di kepegawaian yang kurang pas, terkait hal mutasi maupun promosi. Masih tersisa juga pekerjaan rumah memastikan penguatan kepala sekolah bagi kasek sesuai Permendikbud 6/2018," kata Adiono. [amn/malangpostonline.com]

Editor : amn
Uploader : rois
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU