Korban Bullying Jalani Amputasi, Keluarga Berharap Ada Efek Jera Bagi Pelaku

  • 04-02-2020 / 13:31 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Korban Bullying Jalani Amputasi, Keluarga Berharap Ada Efek Jera Bagi Pelaku Keluarga korban bullying menyayangkan tindak kekerasan yang terjadi.

Malangpostonline.com - Korban dugaan bullying, MS atau Ariel, yang dilakukan siswa SMPN 16 Malang akan menjalani operasi, Selasa (4/1) sore. Sebab, salah satu ujung jari korban tidak berfungsi sehingga harus diamputasi.

Paman korban, Taufik, menjelaskan, kondisi fisik korban secara keseluruhan sudah membaik dibandingkan pekan lalu. Namun, di beberapa bagian tubuh masih mengalami lebam dan tinggal pemulihan saja.

“Pihak rumah sakit juga melakukan observasi pada jarinya. Dari hasil observasi itu, ujung jarinya tidak berfungsi sehingga harus dilakukan amputasi. Jika tidak ada halangan operasinya dilakukan sore ini,” ujar dia pada Malangpostonline.com.

Mengetahui kondisi tersebut, pihak keluarga menyayangkan peristiwa dugaan kekerasan yang terjadi. Ia berharap ada efek jera bagi para pelaku, sehingga kejadian serupa tidak terulang

“Kami menyayangkan kejadian seperti ini, berharap ada efek jera dan pertanggungjawaban. Sebab kejadian ini jangan sampai terjadi ke orang lain,” kata dia.

Meski demikian, Taufik mengakui jika pihak keluarga selama ini menghormati proses mediasi dengan pelaku dan keluarganya, yang dilakukan oleh pihak sekolah.

“Pada intinya, kami masih menghormati proses mediasi secara kekeluargaaan. Kalau sudah masuk ranah hukum bukan dari pihak keluarga, karena kami tidak membuat laporan ke polisi,” jelas dia.

Selama ini, keponakannya tidak pernah melaporkan atau mengadu dugaan bullying yang dialaminya di sekolah. Pihak keluarga mengetahui setelah melihat beberapa luka lebam di tubuh korban. Sehingga keluarga membawa korban ke dokter.

“Keponakan saya ini anaknya pendiam, tidak suka mengadu. Ketika kami tanya dia awalnya tidak mengaku kalau dibully oleh teman-temannya. Untuk itu kami datang ke sekolah mencari informasi, hingga akhirnya dilakukan proses mediasi,” tandas dia.

Saat ini, kasus dugaan kekerasan tersebut dalam penanganan pihak kepolisian. Setidaknya, tujuh terduga pelaku, yang terdiri dari empat orang teman seangkatan (sama-sama kelas 7) dan tiga orang kelas 8 telah dilakukan pemeriksaan. Serta, polisi sudah memerikaa saksi dan juga tinggal menunggu hasil visum. (tea/bua)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU