Musrenbang, Anak Diimbau Berani Berbicara Tegas dan Jujur

  • 10-02-2020 / 13:39 WIB
  • Kategori:Malang
Musrenbang, Anak Diimbau Berani Berbicara Tegas dan Jujur Musrenbang Anak RKPD 2021 "Peran Keluarga Dalam Mewujudkan Kota Malang Layak Anak" Diselenggarakan, Senin (10/2) di Hotel Savana

Malangpostonline.com - Puluhan siswa siswi SMP se Kota Malang diajak mengeluarkan pendapatnya. Salah satunya bagaiamana pendidikan dan sistem pembangunan daerah dapat mendukung kesejahteraan anak anak di Kota Malang.

Hal ini menjadi rumusan dalam Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Anak RKPD 2021 "Peran Keluarga Dalam Mewujudkan Kota Malang Layak Anak", Senin (10/2) di Hotel Savana Kota Malang.

Salah satu yang muncul adalah rumusan konsep fasiltas dan layanan publik anak. Diharapkan pelayanan publik anak disediakan dengan akses yang mudah. Lebih-lebih yang berkenaan dengan pendampingan.

Seperti bimbingan karakter, ruang- ruang pendapat yang lebih banyak dan bimbingan hukum jika diperlukan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sri Rahayu menjelaskan Musrenbang Anak kali ini mengundang siswa untuk terlibat didalam rumusan konsep pembangunan Kota Malang menuju Kota Layak Anak.

"Kita ingin masukan datang dari anak anak sendiri. Kita ingin tahu apa yang jadi keluhan mereka. Kita kan punya perwal perlindungan anak, apa iya sudah diimplementasikan dengan baik?," tuturnya.

Tidak hanya itu masukan yang ditampung dalam Musrenbang Anak akan menjadi dasar untuk meng evaluasi perda atau perwal berkaitan dengan anak. Pasalnya diakui Dwi, perda dan perwal tentang perlindungan anak sudah lima tahun tak di evaluasi.

Musrenbang Anak ini pun juga membahas kuat kasus perundungan siswa Kota Malang yang belum lama ini mencuat tajam. Musrenbang Anak diharapkan menghasilkan formula untuk lebih mengantisipasi kejadian terjadi kembali.

Hal ini pun ditegaskan Wali Kota Malang Sutiaji saat memberi pengarahan dalam Musrenbang Anak ini.

"Memang saat ini lagi ramai masalah SMPN 16. Anak anak sekalian tolong sampaikan pendapat apapun yang dirasakan. Kejujuran itu dasar kita menentukan sesuatu," tegas Sutiaji merujuk kasus perundungan siswa SMPN 16 belum lama ini.

Ini ditegaskan Sutiaji karena kejadian perundungan tersebut memiliki efek panjang. Yakni menyebabkan rangkaian perundungan lainnya.

 

Seperti kepada kepala dinas pendidikan, lanjut Sutiaji. Yang dikatakannya mengalami perundungan tak henti dari masyarakat.

"Kepala dinas pun jadi sasaran. Hanya karena tidak ada kejujuran sejak awal. Mulai dari siswa soal kejadian sampai pihak sekolah yang informasnnya tidak jujur," tandasnya.

Menurut Sutiaji hal ini tidak lagi harus terjadi. Maka dari itu ia meminta dengan sangat agar siswa siswi berani berbicara. Jika mengalami tindakan yang meresahkan diri.

Ia menegaskan pula Pemkot hendak menyusun sebuah perwal. Yang didalamnya akan mengatur mekanisme komplain. Agar bisa mengatur kemana dan bagaiamana seorang siswa dapat terlindungi saat hendak berbicara sesuatu yang dialaminya. (ica)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : ica
Uploader : rois
Penulis : ica
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU