Kasus Bullying SMPN 16 Kota Malang

Sementara 2 Siswa Jadi Tersangka, Ancaman 5 Tahun Penjara, Denda Rp 100 Juta

  • 12-02-2020 / 00:59 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Sementara 2 Siswa Jadi Tersangka, Ancaman 5 Tahun Penjara, Denda Rp 100 Juta Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata

Malangpostonline.com - Polresta Malang Kota akhirnya menetapkan dua orang siswa sebagai tersangka kasus bullying yang terjadi di SMPN 16 Malang. Mereka terbukti melakukan bullying dengan kekerasan hingga menyebabkan korban, MS mengalami luka-luka, bahkan harus diamputasi pada dua ruas jari tangan sebelah kanannya.

Selama proses penyidikan berjalan, sudah ada 23 saksi yang diperiksa. Diantaranya adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dua orang guru konseling, pelapor dan tiga orang keluarga korban. "Selain itu, kami juga sudah memeriksa 10 orang siswa," terang  Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Selasa (11/2).

Berdasarkan perkembangan penyidikan, sudah dilakukan gelar perkara atas kasus ini. "Kami mengumpulkan informasi dari tim medis dan hasil visum, semakin memperkuat adanya penganiayaan," kata dia.

Sehingga, untuk sementara pihaknya menetapkan dua orang anak, berinisial WS (siswa kelas VIII) dan RK (siswa kelas VII). "Sampai saat ini, kami masih melakukan pengembangan dan konfrontasi saksi-saksi. Tidak menutup kemungkinan, akan ada tersangka baru," ujar dia.

"Dua tersangka ini (WS dan RK) langsung terlibat memegang korban. Keduanya menjatuhkan pelaku ke paving dan juga ke pot," kata Leo.

Lebih lanjut, Leo menjelaskan, meski masih anak-anak, proses hukumnya akan disesuaikan. "Penyidikan kasus ini terkait pertanggungjawaban perbuatan di mata hukum. Nanti akan ada pemberkasan. Namun, kami pastikan dulu konstruksi hukumnya sampai lengkap," tegas dia.

Terkait penahanan, sampai saat ini, pihaknya masih menunggu berbagai pertimbangan dari para pendamping, yakni psikolog dan Pusat Pelayanan Terpadu Perindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). "Pertimbangan dari pihak-pihak ini nanti yang akan menentukan," jelas dia.

Atas peristiwa ini, kedua pelaku terancam pasal 80 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002. "Dengan ancaman hukuman lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," tandas dia. (tea/bua)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU