Final Ideal

  • 16-02-2020 / 00:17 WIB
  • Kategori:Catatan
Final Ideal

Tidak jadi kalah. Arema FC tahan Persija Jakarta imbang 1-1.

Atau yang benar, Persija tahan Arema. Ya, di laga penentuan juara grup B Piala Gubernur Jatim 2020 ini, sebenarnya siapa yang tidak jadi kalah?

Arema atau Persija?

Secara hasil di klasemen akhir grup B, Persija lebih bagus. Meski hanya selisih gol saja dengan Arema. 

Macan Kemayoran adalah juara grup, bahkan sebelum laga lawan Arema dimulai. Artinya secara kualitas, Riko Simanjuntak dkk memang lebih baik.

Bahkan bisa cetak gol lebih dulu ke gawang Arema, dan keunggulan 0-1 bertahan hingga menit 80. Seolah membenarkan, bahwa Arema yang beruntung, tak jadi kalah. 

Gol balasan Arema dicetak sang kapten, Alfarizi. Sekaligus gol ini membayar lunas gol Persija dari kaki Riko usai menangi duel dengan Alfarizi, menit 21.

So, Singo Edan yang nyaris kalah di kandang. Bukan Persija yang sebenarnya kalah dalam jumlah dukungan suporter. 

Meski sedikit, The Jakmania cukup solid dan militan. Mereka tak henti memberi dukungan sepanjang 2x45 menit. Tiada henti dengan ciri khas lagu-lagu dukungan mereka yang kreatif. 

Sebaliknya Aremania. Meski sangat mendominasi Stadion Kanjuruhan, terasa ada yang aneh. Khususnya di tribun timur, tidak terdengar suaranya. 

Padahal selama ini, tribun di bawah skoring board tersebut paling keras suara dukungannya, sangat atraktif dan menghibur. Kali ini jadi penonton.

Ada sih, suaranya sekitar menit 69. Mereka memberi kritik pada pemain Arema dengan nyanyian, maine kurang sangar. Meski sebentar, terdengar keras, bahkan hingga ke layar kaca.

Suara dukungan Aremania lebih terasa dari tribun selatan, dan utara. 

Sedangkan Jakmania di sisi utara tribun VIP, dukungan mereka terdengar cukup kuat. 

Khusus untuk tribun timur, tak kelihatan Yuli Sumpil. Entah kemana? Ada apa dengan dirijen Aremania ini? 

"No Jules no party," komen Aremania di IG Malangpostonline. Ya, di tribun timur, tanpa Yuli Sumpil, tak ada yang memimpin Aremania untuk bernyanyi.

Sebagai pemain ke-12, biasanya mereka mampu mengangkat kembali mental tanding pemain Arema. Terlebih saat tertinggal 0-1 dari Persija, power of Aremania tidak begitu terasa, cenderung hambar.

Sebenarnya, meski kualitas permainan Persija lebih baik dibandingkan Arema, namun dari segi peluang, Yudo dkk tidak kalah. 

Saya mencatat, sedikitnya ada 3 peluang bagus dimiliki Arema. Tentu selain satu peluang yang berbuah gol dari kaki Alfarizi. 

Menit 20, atau satu menit sebelum gol Riko, Arema membuka peluang bagus dari Yudo. Disusul menit 34, peluang dari Oh In Kyun juga gagal berbuah gol. 

Terakhir menit 66, sebuah peluang emas dimiliki Ridwan Tawainella saat tinggal berhadapan dengan kiper Persija, Shahar Ginanjar. Bola hasil tendangan Ridwan masih bisa dibelokkan. Gagal. 

Sedangkan Persija tak ada peluang berbahaya lainnya. Dan justru kebobolan menit 80, hingga skor akhir menjadi imbang 1-1. 

Catatan untuk Arema dari laga penentuan juara grup B ini, rasanya masalah di akurasi passing. Beberapa kali, Arema kehilangan bola karena kesalahan passing. 

Ketenangan dalam menahan serangan lawan dan kecepatan Singo Edan untuk menyerang, juga perlu jadi perhatian khusus. 

Ya, agar mainnya menjadi sangar. Seperti diharapkan Aremania.

Apalagi, di babak semifinal, Arema tak terhindarkan harus bertemu Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Senin (17/2).

Persebaya adalah juara grup A, menghadapi Arema sebagai runner up grup B.

Untuk lolos ke final, Arema harus menang. Pastinya harus bermain lebih baik, lebih agresif.

Besarnya dukungan Aremania dengan status sebagai tuan rumah, harus bisa dimaksimalkan jadi keuntungan.

Prediksi, Arema bisa mengalahkan Persebaya yang kini diperkuat Makan Konate. 

Sementara laga semifinal lainnya, Persija diperkirakan mampu menaklukkan Madura United.

Jika skenario ini benar terjadi, maka final Piala Gubernur Jatim 2020 adalah Arema vs Persija. Bertemu lagi. 

Mungkin ini adalah final ideal yang pasti diharapkan oleh Aremania dan Jakmania. 

Sekaligus untuk melanjutkan hasil imbang 1-1 Arema vs Persija di pertandingan Sabtu (15/2) malam ini. 

Laga penentuan Arema atau Persija di partai puncak, akan sangat menarik untuk disimak. 

Inikah final ideal? Bagaimana menurut umak? (*)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : Buari
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU