SMK Islam Annuru Tirtoyudo, Launching TeFa Multimedia dan Revitalisasi DPIB

  • 17-02-2020 / 10:44 WIB
  • Kategori:Sekolah
SMK Islam Annuru Tirtoyudo, Launching TeFa Multimedia dan Revitalisasi DPIB

Malangpostonline.com - Perkembangan signifikan dicapai SMK Islam Annuru Tirtoyudo Kabupaten Malang setahun terakhir.  Teaching Factory (TeFa) Multimedia dan Kelas Industri resmi dilaunching pada Ahad (16/2/2020) lalu.

Launching TeFa Multimedia dan penandatangan MoU dengan PT Sun Stars Motor Mitsubishi menjadi acara inti bersamaan dengan kegiatan Festival Islami yang digelar dalam rangka memeringati Milad ke-12 SMK Islam Annuru ini.  

Peresmian TeFa Multimedia SMK Islam Annuru dilakukan fasilitator teknis Teaching Factory Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr Sugiarta MPd. 

Kepala SMK Islam Annuru Tirtoyudo, Rudi Widianto MPd mengungkapkan, Teaching Factory Multimedia memperkuat kompetensi program keahlian multimedia pada siswa, dengan menghasilkan produk yang bisa menjadi daya saing unggulan lulusannya. 

"Tefa SMK Islam Annuru ini dikembangkan untuk program keahlian multimedia dengan bantuan penunjang unit-unit produksi, dan didukung sejumlah industri pertelivisian lokal. Juga sudah bekerja sama dengan SMK Rujukan Umar Said di Kudus untuk pengembangan animasi," kata Rudi Widianto. 

Dikatakan, selain TeFa Multimedia ini, SMK Islam Annuru juga dipercaya pemerintah melalui program Revitalisasi SMK 2019. Program Revitalisasi yang ddijalankan selain TeFa mulmedia adalah pengembangan program keahlian Disain Pemodelan Informasi Bangunan (DPIB). 

"Dengan bantuan Revitalisasi yang diterima sejumlah Rp 1,9 miliar, diwujudkan bangunan dan pengembangan sarpras penunjang. Harapannya, dua jurusan ini menjadi unggulan serta lebih prospek peluangnya diminati masyarakat," jelas Rudi. 

Terpisah, fasilitator teknis Teaching Factory Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud, Dr Sugiarta MPd menegaskan, keberadaan TeFa sangat membantu siswa kejuruan lebih mengasah kompetensi keahliannya sesuai standar industri. 

"Teaching Factory itu sejatinya menghadirkan situasi dan pengalaman kerja industri di lingkungan SMK. Manfaatnya, untuk lebih membekali kesiapan kerja atau berwirausaha bagi lulusannya," jelas Sugiarta.

Ditambahkan, karena menjadi model pembelajaran praktik yang berstandar industri, maka TeFa juga sangat penting dan semestinya dijalankan di SMK-SMK. Ia pun berharap, dikembangkannya TeFa tidak harus menunggu setelah mendapatkan bantuan pemerintah. 

"Perlu dipahami SMK-SMK, bahwa TeFa bisa diinisiasi dan dikembangkan kapan saja. Yang penting kesiapan dan modal awal clear, sudah ada penyelarasan kurikulum dengan industri dan didukung mitra DU/DI sesuai bidang keahlian," imbuh narasumber kurikulum Direktorat PSMK ini. 

Soal dukungan pemerintah sendiri, lanjut Sugiarta, program Tefa ataupun Revitalisasi SMK tetap menjadi prioritas pemerintah. 

"Jadi, intervensi pemerintah itu tidak lagi kepada siapa, dan dimana (SMK-nya). Selama sekolah mau menginisiasi dan berinovasi, tetap ada dukungan (pemerintah). Terlebih, inovasi yang memang dikembangkan dari potensi lokal dan kebutuhan sekitar sekolah," pungkasnya. [amn/malangpostonline.com]

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : amn
Uploader : rois
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU