Lima Siswa SMPN 15 Malang Raih Medali Emas AISEF 2020

  • 23-02-2020 / 18:39 WIB
  • Kategori:Sekolah
Lima Siswa SMPN 15 Malang Raih Medali Emas AISEF 2020 BANGGA: Reyhan, Alya, Nathan, Samudra dan Rafelia siswa peraih medali emas dalam AISEF 2020 bersama Kepala SMPN 15 Malang Agus Wahyudi, M.Pd // FOTO : IST

Malangpostonline.com - Lima siswa SMP Negeri 15 Malang, berhasil membawa medali emas dalam lomba Asean Innovative Science and Entrepreneur Fair (AISEF), pada tanggal 14-16 Februari 2020 di BG Junction, Surabaya. Medali itu mereka persembahkan setelah berhasil menjadi kontestan terbaik dalam lomba yang diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah se Indonesia dan beberapa negara ASEAN.

Sebuah catatan membanggakan tentunya bagi SMPN 15 Malang yang sukses mengantarkan siswanya di ajang lomba tingkat internasional tersebut. Dan menjadi bukti akan kualitas pembinaan dan pembelajaran di sekolah ini.

Kelima siswa tersebut adalah Aradea Reyhan, Alya Viviyanjaya, Mikail Nathan, Samudra Adhyaksa dan Rafelia Shophie. Mereka berhasil memperoleh medali emas setelah dinilai mampu mengkolaborasikan nilai-nilai seni budaya, sains dan lingkungan. Di lomba tersebut tim SMPN 15 membuat dan memamerkan sebuah produk bernama Topos, singkatan dari Topeng Pot Kompos.

Yaitu sebuah pot bunga yang dibuat menyerupai topeng dua sisi. Bahan-bahannya dari kompos, bubur kertas, lem dan goni. "Kami berhasil membuat pot yang ramah lingkungan, karena tidak terbuat dari plastik. Selain itu mengangkat nilai budaya lokal, yakni topeng malangan yang hampir terlupakan dan punya nilai artistik," ujar Reyhan, salah satu siswa.

Dalam lomba tersebut, tim SMPN 15 membawa sepuluh buah pot topeng. Beberapa sudagh dilengkapi dengan bunganya. Kelima siswa mendapat kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka di depan juri. "Sebenarnya ide membuat pot ramah lingkungan dari guru, tapi untuk nilai seni budayanya adalah ide kami. Sehingga kami kolaborasikan menjadi Topos," terang siswa kelas VII tersebut.

Samudra Adhyaksa siswa lainnya menambahkan, kelemahan dari pot buatan mereka jika sering terkena air maka cat topengnya akan luntur. " Kami juga masih belum punya market brandingnya. Jadi belum leluasa untuk kami pasarkan," kata dia.

Ia menjelaskan, membuat Topos diperlukan kesabaran, ketelitian dan konsentrasi. Kalau tidak, hasilnya tidak akan maksimal. "Kami bersyukur bisa menjadi juara dan bisa mempersembahkan medali emas untuk sekolah," ucapnya.

AISEF sendiri merupakan even yang diadakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Berupa kompetisi tentang sains dan kewirausahaan tingkat ASEAN. AISEF 2020 diikuti 160 tim dari negara-negara ASEAN meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Filipina.

Kepala SMPN 15 Malang Agus Wahyudi, M.Pd., merasa bangga atas prestasi yang dicapai anak didiknya. Ia mengatakan prestasi tersebut adalah pertama kami untuk tingkat ASEAN. "Tentu bangga sekali, anak-anak menunjukkan diri mampu berprestasi di kancah internasional," katanya.

Agus mengaku, pada awalnya tidak menyangka siswanya bisa memperoleh medali emas. Baginya medali perunggu itu sudah dianggap lebih dari cukup dalam lomba tingkat internasional. "Tapi dengan melihat performa mereka saat lomba, saya menjadi yakin, mareka bisa menjadi salah satu yang terbaik," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa siswa SMPN 15 telah dibekali dengan wawasan cinta lingkungan. Beberapa siswa yang berpotensi untuk mengembangkan kreativitasnya di bidang lingkungan mendapat bimbingan sehingga bisa menghasilkan karya tulis. “Mereka ini (Reyhan, dkk) adalah perwakilan dari teman-temannya, dan kelimanya termasuk yang aktif dalam pembelajaran,” tukasnya. (imm)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : imm
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU