Alhamdulillah, Jenazah Shinta Bisa Pulang

  • 14-08-2018 / 22:33 WIB
  • Kategori:Malang
Alhamdulillah, Jenazah Shinta Bisa Pulang Plt Wali Kota Malang, Sutiaji ketika mengunjungi rumah duka, Jalan Bandulan XII dan berbincang dengan ibunda Shinta, Umi Salamah, kemarin.(MUHAMMAD FIRMAN/MALANG POST)

MALANG-Jenazah Shinta Putri Dina Pertiwi, mahasiswi Indonesia yang meninggal dunia di Danau Trebgas Badesse di Bavaria, akhirnya bisa dipulangkan. Jasad gadis yang mendapat beasiswa pendidikan kedokteran forensik di Universitas Bayreuth Jerman ini, rencananya bakal dimakamkan tepat pada tanggal 17 Agustus 2018. Pemulangan jenazah dibiayai Kemenlu, sedangkan dana yang terkumpul di kitabisa.com akan disumbangkan ke pihak lain.

Hal itu dijelaskan ibunda Shinta, Umi Salamah ditemui Malang Post di rumah duka Jalan Bandulan 12, Sukun, Kota Malang, Selasa (14/8) kemarin. Saat ini, pihaknya sudah menutup bantuan penggalangan dana yang ada di kitabisa.com. Sebab, semua sudah dihandle oleh pihak Kemenlu. Umi juga menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah meminta donasi dari pihak manapun. 

“Alhamdulillah, saya dapat kabar dari Kemenlu kalau mereka mau menanggung kepulangan Shinta ke Indonesia melalui Direktorat Perlindungan WNI. Pihaknya juga meminta maaf kepada saya,” kata dia. Nantinya, dana yang sudah terkumpul, rencananya akan di donasikan kepada yayasan atau sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan. 

“Kalau diperbolehkan oleh donatur, rencananya akan kami sumbangkan. Shinta sangat peduli dengan orang miskin. Kalau boleh disumbangkan, Shinta akan bahagia di sana,” kata Umi.
Pada kesempatan tersebut, Umi juga memberikan penjelasan soal hasil otopsi Shinta yang didapat dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman. “Shinta murni tenggelam,” kata dia.

Setelah semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan oleh Kemenlu terpenuhi, jenazah Shinta akan diterbangkan ke Indonesia. “Saat ini, jenazah Shinta dibawa dari Bayreuth menuju Frankfurt untuk disalatkan. Setelah itu langsung dibawa ke Indonesia. Mohon doanya agar jenazah Shinta segera sampai dan anak saya khusnul khotimah,” pungkasi Umi.

Sementara itu, Selasa (14/8) Plt Wali Kota Malang Sutiaji mendatangi rumah duka mahasiswi yang tewas karena tenggelam di Jerman, Shinta Putri Dina Pertiwi yang terletak di Jalan Bandulan XII Kota Malang. dalam kunjungannya, Sutiaji mengucapkan belasungkawa yang mendalam dan juga ikut mendoakan almarhumah Shinta. 

“Kota Malang mengucapkan rasa belasungkawa yang sangat mendalam. Kota Malang kehilangan salah satu putra terbaiknya yang sedang menempuh pendidikan di Jerman dari S1 dan sampai sekarang ambil spesialis,” ujar Sutiaji.

Selain itu, ketika mendengar kabar tentang Shinta, orang nomor satu di Kota Malang tersebut langsung mengambil tindakan. Awalnya, berita yang diterimanya simpang siur, ia mendengar kabar bahwa jenazah Shinta tidak bisa dibawa ke Malang karena kekurangan dana. Pihaknya langsung menggelar rapat khusus. 

“Saat itu, saya berpikir. Jerman juga jauh. Mohon maaf saya langsung ambil sikap. Saya langsung meminta pak Sekda untuk jemput jenazah Shinta ke Jakarta untuk dibawa pulang ke Malang,” jelas dia.

Namun, ternyata, pihak keluarga mempunyai kebijakan lain, jenazah Shinta nanti akan langsung dihandle oleh pamannya Shinta, yakni mantan Irjen Kemenag, M. Jasin. Sementara, untuk keperluan yang lainnya, sudah di handle oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). 
“Di Jerman, ternyata Shinta punya sahabat baik. Ruh Shinta dicintai Allah. Semua bantuan mengalir begitu saja. Di media sosial sendiri, ketika ada penggalangan dana yang dilakukan secara mendadak, banyak yang memberi respons,” kata dia.

Sampai saat ini, pihaknya masih belum tahu langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang. Kalau tidak ada halangan, jenazah Shinta akan tiba di Malang sekitar hari Jumat. 

“Mudah-mudahan semuanya lancar. Dia dimakamkan tepat tanggal 17 Agustus 2018. Shinta merupakan pejuang, karena dia mencari ilmu di negeri orang,” tandas dia.(tea/ary)

Editor : Ary
Uploader : angga
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU