Menikmati Keindahan Bekas Kerajaan Karangasem

  • 27-04-2018 / 23:45 WIB
  • Kategori:Destinasi
Menikmati Keindahan Bekas Kerajaan Karangasem Sisca Angelica - JEMBATAN IKON: Jembatan yang menghubungkan bangunan balai satu kelainnya di tengah taman menjadi salah satu ikon Taman Ujung.

Dibangun Tahun 1909 Atas Prakarsa Anak Agung Anglurah

DUNIA punya tempat wisata beken sisa-sisa kerajaan, seperti Machu Picchu di Peru atau Colosseum di Roma, Indonesia pun juga tidak kalah. Sebuah kawasan bekas reruntuhan kerajaan yang menjadi objek wisata seperti itu juga ada di Pulau Bali, yakni Taman Ujung Karangasem. Biasa disebut sebagai Water Palace Bali.

Taman Ujung yang juga kerap disebut Taman Sukasada Ujung ini berada di Banjar Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem Bali. Sekitar 5 km dari pusat daerah Karangasem, Amlapura dan sekitar 2 jam perjalanan menggunakan mobil dari Kota Denpasar.

Bagi kalian yang suka mengunjungi tempat wisata penuh sejarah dan menyukai arsitektur kuno, maka Taman Ujung adalah tempat yang sempurna. Begitu masuk pintu gerbang, pengunjung langsung disuguhi pemandangan taman dan kolam sepanjang mata memandang. Belum lagi hamparan hijau rumput segar dan cantiknya arsitektur lawas peninggalan kerajaan.

 

Sejarah Taman Ujung Karangasem

Taman Ujung Karangasem merupakan obyek wisata yang berhubungan dengan situs kerajaan. Oleh warga setempat Taman Ujung sering disebut Taman Sukasada yang dulunya dibangun oleh raja Karangasem I Gusti Bagus Jelantik, yang bergelar Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem.

Taman Sukasada dibangun tahun 1909 atas prakarsa Anak Agung Anglurah. Arsiteknya adalah seorang Belanda bernama Van Den Hentz dan seorang Cina bernama Loto Ang. Pembangunan ini juga melibatkan seorang undagi (arsitek adat Bali).

Pada awalnya, luasnya hampir 400 hektar, tetapi sekarang hanya tinggal sekitar 10 hektar. Kebanyakan tanah tersebut sudah dibagikan kepada masyarakat pada masa land reform.

Taman Ujung sebenarnya adalah pengembangan dari Kolam Dirah yang telah dibangun tahun 1901. Pembangunan Taman Ujung selesai tahun 1921. Tahun 1937, Taman Sukasada diresmikan dengan sebuah prasasti marmer yang ditulisi naskah dalam aksara Latin dan Bali dan dua bahasa, Melayu dan Bali.

Menurut informasi, dahulunya bangunan ini dibuat menyerupai sebuah kapal. Dari tempat inilah kita bisa melihat keseluruhan dari area Taman Ujung, atau lebih tepatnya kita seperti melihat sebuah miniatur Taman Soekasada Ujung Karangasem. Dan dari sini pula, kita dapat melihat laut lepas di sisi kanan dan pegunungan di sisi kiri.

 

Keindahan Arsitektur

Arsitektur dari istana peristirahatan raja Karangasem memiliki keunikan tersendiri, karena penggambungan dari arsitektur Eropa zaman pertengahan dan arsitektur Bali.

Ciri khas dari arsitektur Eropa dapat dilihat dari terdapatnya kaca warna warni, yang terdapat di dinding bangunan peristirahatan raja, mirip seperti desain dari gereja yang ada di Eropa. Dari jendela dalam kamar peristirahatan raja, anda dapat melihat kolam dengan bunga Tujung atau Lotus yang berwarna putih dan merah.

Arsitektur dari taman Ujung, saat ini tidak seperti aslinya. Hal ini dikarenakan terjadi berbagai peristiwa sejarah, membuat arsitektur dari Taman Ujung mengalami kerusakan. Seperti pada peristiwa penjajahan Jepang di Bali. Pagar besi digunakan untuk sejata berperang oleh masyarakat sekitar.

Kerusakan terparah terjadi pada tahun 1963, pada saat Gunung Agung (gunung tertinggi di Bali) meletus. Semenjak saat itu, Taman Ujung, tidak mendapat perawatan. Pada tahun 2000, Puri Karangsem dan pemerintah Kabupaten Karangasem melakukan perbaikan tanpa merubah bentuk asli dari Taman Ujung.

 

Kolam Indah nan Cantik

Di Taman Ujung ini terdapat tiga kolam besar yang terdapat dalam satu tempat, hanya letak kolam dipisah-pisah. Satu kolam berada di bagian selatan dan dua kolam berada di bagian utara.

Di tengah kolam bagian selatan, terdapat sebuah bangunan yang berada di tengah kolam, nama dari bangunan ini adalah Bale Bengong. Bangunan dari Bale Bengong tidak menggunakan dinding. Kolam yang berada di Utara, luasnya lebih besar dari pada kolam yang berada di selatan. Di tengah-tengah kolam di bagian utara, terdapat jembatan yang digunakan untuk melintasi kolam.

Ditengah kolam yang dihubungkan oleh jembatan, terdapat bangunan yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan raja Karangasem. Karena bagunan peristirahatan raja ini terlihat menggantung, maka masyarakat setempat menyebutnya dengan nama istana gantung.

Di kawasan Taman Ujung juga terdapat Masjid yang bisa kita pergunakan untuk Salat, karena di kawasan Taman Ujung dahulu kala banyak didatangi oleh warga Bugis yang kini menetap di seputaran Taman Ujung.

 

Spot Selfie

Seperti taman-taman pada umumnya, maka jalan-jalan ke obyek wisata ini selain dapat mempelajari sejarah budayanya, juga dapat menikmati suasana rileks dan santai di taman, sembari berfoto-foto karena setiap sudut taman air ini memberikan nuansa keindahan tersendiri yang unik dan eksotis.

Kolam air yang berada disisi kiri dan kanan dari arah pintu masuknya, dihiasi pula dengan tanaman-tanaman cantik dan patung-patungnya, turut menambah estetika kawasan ini.

Jika kita berjalan lebih jauh ke arah dalam taman, maka akan ditemukan anak tangga untuk naik menuju spot bangunan menyerupai dinding-dinding bangunan lengkap dengan pilar-pilarnya. Spot ini sangat digemari untuk foto-foto pre wedding ataupun sekedar hanya berfoto biasa saja. (ica/udi)

  • Editor : udi
  • Uploader : angga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Darah Korban Sempat Muncrat, Sugeng Ternyata Berbohong

Lulus, Minimal Siswa Hafal 3 Juz

Mantapkan Metode Experiential Learning

RPH Siapkan 20 Sapi Jelang Lebaran

Sutiaji: Singkirkan Kebencian dan Berita Bohong

VIDEO