Arief Wicaksono: Tidak Beri Nanda Uang

  • 27-09-2018 / 00:01 WIB - Editor: vandri battu
  • Uploader:hargodd
Arief Wicaksono: Tidak Beri Nanda Uang Mantan Ketua Fraksi Hanura- PKS, Dr Ya’qud Ananda Gudban menghadapi proses hukum. Ia menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya pada setiap pekan. (DICKY BISINGLASI/ MALANG POST)

MALANG-Mantan Ketua DPRD Kota Malang  M Arief Wicaksono buka-bukaan di sidang 18 mantan anggota dewan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (26/9) kemarin. Ia mengurai aliran dana dugaan suap di dewan saat pembahasan APBD-P 2015. 
Arief mengaku memberi uang kepada sejumlah mantan anggota dewan. Namun tidak pernah menyerahkan untuk Ketua Fraksi Hanura-PKS saat itu, Dr Ya’qud Ananda Gudban.   
Tim Penasehat Hukum Dr Ya’qud Ananda Gudban,  Muhammad Ridwan SH menambahkan selain tak memberi uang, Arief Wicaksono memang tidak pernah menghubungi kliennya.  
“Ini fakta persidangan. Arief mengakui Nanda (Ya’qud Ananda Gudban) tak pernah dihubungi untuk pembagian uang,” terang Ridwan. 
Begitu juga dengan pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU) tentang coret-coretan bertuliskan angka atau jumlah uang yang dibuat Arief Wicaksono. Ridwan menegaskan itu hanyalah catatan Arief yang membuktikan Nanda tak tersentuh aliran uang suap.  
“Itu kan oret-oretan Arief sendiri. Dia jelaskan bahwa tulisan itu cuma perhitungan saja bukan hasil pembagian. Tidak ada tertulis Nanda di situ. Pak Arief juga tidak menghubungi padahal punya nomor Nanda,” papar Ridwan.
Ia kembali menegaskan tidak ada bukti langsung ataupun tidak langsung terkait Nanda menerima uang.  “Mau diubek-ubek diarahkan ke saksi-saksi oleh JPU tidak ada bukti langsung. Modal JPU kan cuma keterangan Bu Heri Pudji (Heri Pudji Utami, red) yang bilang Nanda pernah hadir di suatu pertemuan yang dibantah juga oleh saksi-saksi lain,” pungkas Ridwan. 
Dalam persidangan Arief mengakui tak menyerahkan uang kepada semua ketua fraksi. Khusus Fraksi Hanura-PKS, uang suap diberikan pada Afdhal Fauza dan Bambang Triyoso.  
Afief Wicaksono kemarin dihadirkan di sidang sebagai saksi tunggal. Ia memberi kesaksian untuk 18 sahabatnya yang pernah sama-sama di gedung dewan. Walau menjadi saksi tunggal, ternyata membutuhkan waktu yang sangat lama.  
Ketua Tim JPU KPK Arif Suhermanto  menjelaskan, sidang kemarin seharusnya menghadirkan 4 saksi. Namun tiga saksi lain tak sempat dimintai kesaksian mereka. “Majelis hakim memutuskan sidang berikutnya ditunda minggu depan,” papar Arif kepada Malang Post kemarin. 
Ia mengatakan agenda pemeriksaan saksi masih akan terus berlanjut. Pasalnya masih ada belasan saksi yang akan dihadirkan JPU untuk kasus yang menyeret 18 mantan anggota dewan. 
Dalam persidangan kemarin, Arief dikejar banyak pertanyaan oleh JPU. Apalagi saat menjabat sebagai

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

REKOMENDASI

Arema Tersingkir di Kandang Sendiri

Kecewa, Pemain Arema Harus Benahi Permainan

Dua Blandong Bebas Hanya Wajib Lapor

Lima Bulan ada di Malang, Kopi Kulo Jadi Idaman

-->