Rendra Kresna Raih Satya Lencana

  • 26-04-2018 / 20:08 WIB
  • Kategori:Pemerintahan
Rendra Kresna Raih Satya Lencana Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla memberikan tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha kepada Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna, kemarin. (ist)

MALANG – Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna menjadi salah satu kepala daerah penerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo. Penghargaan itu, diserahkan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla di di Sasana Bhakti Praja Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, kemarin.

Penghargaan diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri kepada para Kepala Daerah atas apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Dalam Rangka Peringatan Hari Otonomi Daerah XXII. Dalam kesempatan itu terdapat sembilan kepala daerah se Indonesia yang menerima penghargaan bergengsi tersebut.

Saat menerima penghargaan itu, Bupati Malang, didampingi Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Malang, Drs. M. Nur Fuad Fauzi MT, sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi leading sector penerimaan penghargaan ini. Beberapa Kepala OPD dan Pejabat Pemkab turut mendampingi penerimaan penghargaan

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Malang, Drs M Nur Fuad Fauzi MT mengatakan, Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha merupakan prestasi tertinggi yang diraih oleh kepala daerah.
“Penghargaan itu didasari atas penilaian dari Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah atau LPPD,” ujarnya.

Dia menjelaskan, hasil penilaian tersebut Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna masuk dalam 10 besar Bupati Terbaik se Indonesia. Kemudian masuk dalam nominasi dalam meraih Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden. Hingga Bupati dinyatakan layak menerima penghargaan bergengsi itu, kemarin.

“Bupati dianggap berkinerja tinggi dan menjadi salah satu Bupati terbaik, karena telah menghasilkan beberapa inovasi pelayanan yang menyentuh langsung kepada masyarakat,” tuturnya.

Beberapa inovasi yang dihasilkan OPD di bawah instruksi dari Bupati dia menyebut di antaranya Pelayanan Home Care dari Puskesmas Turen. Kemudian dia menyebut ada Program Jebolanduk (Jemput Bola Layanan Administrasi Kependudukan) dari Dispendukcapil Kabupaten Malang. Selanjutnya inovasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Mulyoagung, Dau.

“Sebelumnya semua inovas ini telah dikunjungi oleh tim penilai dari Kemendagri,” tegasnya kepada Malang Post.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, dr. H. Abdulrachman MKes mengatakan, inovasi Pelayanan Home Care dari Puskesmas Turen memang dibutuhkan oleh masyarakat. Lantaran masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima. Masyarakat juga semakin mudah mendapat pelayanan kesehatan.

“Petugas kesehatan baik itu pelayanan, bidan maupun dokter, berkunjung door to door ke rumah warga. Apabila menemukan masyarakat yang sakit, petugas medis itu kemudian membawanya ke Puskesmas maupun Rumah Sakit terdekat,” paparnya.

Melalui pelayanan itu, kata dia, masyarakat menjadi terbantu dalam mendapatkan pengobatan. “Biasanya masyarakat enggan pergi Puskesmas maupun Rumah Sakit, karena terkendala dana atau tidak ada transportasi karena letaknya jauh,” tuturnya.

Maka melalui program kunjungan ke rumah-rumah warga ini, kata dia, selain membantu masyarakat, juga semakin mudah mengkontrol serta mendata kondisi kesehatan masyarakat. Sedangkan TPST Mulyoagung, Dau, dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang. Selama ini, tempat tersebut menjadi jujugan bagi akademisi maupun pemerhati lingkungan untuk melakukan studi banding. Karena kesuksesan mengelola sampah plastik menjadi aneka produk maupun kerajinan bernilai tinggi.

“TPST Mulyoagung, Dau ini sudah memberikan berkah bagi warga sekitar. Pasalnya, melalui TPST tersebut perekonomian masyarakat sekitar semakin meningkat, dengan mengolah sampah menjadi aneka kerajinan,” terang Kepala DLH Kabupaten Malang Ir. Budi Iswoyo.

Sementara Jebolanduk, merupakan inovasi dari Dispendukcapil. Sedangkan bentuknya yakni terdapat bus yang mengunjungi desa-desa untuk melayani pengurusan dokumen pendudukan, terutama bagi masyarakat di desa terpencil.
“Inovasi berupa jebol anduk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan,” kata Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang, Dr. Ir. Sri Meicharini MM.(big/ary)

 

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU