Rendra dan Ali Ditahan 20 Hari

  • 15-10-2018 / 23:46 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Rendra dan Ali Ditahan 20 Hari Grafis: Angga, Tem/MP

MALANG-Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna akhirnya ditahan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (15/10) malam kemarin. Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Malang ini ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama lima jam di gedung lembaga anti rasuah tersebut, atas dugaan suap terkait proyek di Kabupaten Malang. (Baca grafis, Red)

Menurut salah satu penasehat hukum Rendra Kresna, yaitu Gunadi Handoko, Rendra keluar dari ruang penyidikan pukul 19.15 WIB. Saat keluar dari ruang tersebut, Rendra telah menggunakan rompi orange.

”Menurut informasi, pak Rendra akan ditahan di Polres Jakarta Selatan,’’ kata Gunadi.

Dihubungi Malang Post, Gunadi juga mengatakan suasana haru menyelimuti saat kliennya keluar dari ruang penyidikan. Itu karena Rendra bertemu dengan anaknya Kresna Dewanata Prosakh yang sejak awal menunggu Rendra di gedung KPK.

”Tadi begitu keluar, pak Dewa langsung menyambut pak Rendra.Mereka sempat berpelukan di tangga saat pak Rendra turun dari ruang penyidikan,’’ kata Gunadi.

Gunadi juga menyebutkan, selain Rendra tersangka lain yang ditahan adalah Ali Murtopo. Bahkan Ali keluar lebih dulu dari ruang penyidikan. ”Jedanya 15 menit, Ali Murtopo lebih dulu, baru pak Rendra,’’ ucapnya.

Disinggung dengan materi pertanyaan yang diberikan penyidik kepada kliennya? Gunadi mengaku tidak tahu. Itu karena dia tidak mendampingi saat pemeriksaan berlangsung. Tapi yang jelas, jelas Gunadi, kemarin Rendra Kresna datang ke Gedung KPK pukul 09.30. Namun baru pukul 13.00, Rendra menjalani pemeriksaan.

Selama jeda waktu tersebut, Rendra berada di lantai dua atau tidak jauh dari ruang penyidikan. Dan saat itu menurut Gunadi, Rendra sempat bertemu dengan Ali Murtopo. Tapi demikian, apakah keduanya sempat ngobrol atau tidak, Gunadi mengatakan tidak tahu.

”Saya tadi datang sekitra pukul 13.00 lebih karena ada keperluan. Saat saya datang proses pemeriksaan sudah berlangsung. Dan selama proses pemeriksaan, pak Imam dan pak Sudarmadi (dua penasehat hukum Rendra, red) mendampingi secara bergantian, karena untuk pemeriksaan tersangka wajib di dampingi oleh satu penasehat hukum,’’ urainya.

Ditanya apakah akan melakukan perlawanan hukum? Gunadi mengatakan tidak ada. Namun demikian, sebagai tim penasehat hukum yang ditunjuk, pihaknya ingin jika KPK telah cukup alat bukti, penyidikan kasus ini tidak berbelit dan berkasnya cepat dilimpahkan di pengadilan. Alasan Gunadi agar semuanya jelas.

Menurut dia untuk penyidikan itu hanya sepihak. Berbeda dengan persidangan, di mana bukti-bukti yang dibawa penyidik nanti dapat dilihat dengan gamblang. ”Pembuktian itu ada di persidangan. Itu sebabnya, kami tim penasehat hukum meminta jika memang alat bukti sudah jelas, maka berkasnya cepat dilimpahkan ke pengadilan. Dalam fakta persidangan nanti akan dapat dilihat jelas dan gambang perkaranya. Kalau sekarang ini kan masih sepihak,’’ kata pengacara senior ini.

Sementara itu penahanan terhadap Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna juga dibenarkan oleh juru bicara KPK, Febri Diansyah. Dihubungi Malang Post kemarin, Febri membenarkan penahanan mantan Ketua DPW Partai NasDem, Provinsi Jawa Timur tersebut.

”Penyidik melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap 2 tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di Kabupaten Malang,” terangnya.

Tersangkanya Rendra Kresna, Bupati Malang ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan. Kemudian Ali Murtopo sebagai pihak swasta ditahan di rutan Polres Jakarta Timur. Febri juga mengatakan untuk perkara di Kabupaten Malang, pihak KPK melakukan pemeriksaan secara pararel. Yaitu dua tersangka suap dan 14 saksi di Malang.

Pemeriksaan awal di Jakarta, diuraikan Febri penyidik menyampaikan informasi tentang hak-hak tersangka dan mengkonfirmasi beberapa hal terkait kewenangan tersangka, serta pengetahuan tentang proyek-proyek di Dinas Pendidikan yang menjadi objek dalam perkara ini. Sedangkan di Malang, lanjut Febri penyidik juga mendalami pembicaraan dan aliran dana dalam proyek buku.

”Penyidik mendalami juga kepemilikan harta kekayaan tersangka,’’ imbuh Febri.

Sementara di Pendopo Agung, Kabupaten Malang kemarin terlihat normal. Para pegawai tampak melaksanakan tugas sesuai dengan tugas poko dan fungsi masing-masing. Bahkan, sebelum menjalankan aktifitas, para pegawai juga mengikuti apel pagi, seperti yang dilakukan setiap Senin pagi.

Kemarin apel pagi dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Willem Petrus Salamena. Bedanya, jika saat apel para kepala OPD melaporkan absensi dengan maju langsung, tapi kemarin laporan absensi diambil langsung oleh komandan upacara. Alhasil, apel pun berjalan dalam waktu yang sangat singkat.

”Tadi paling cuma 15 menit apelnya,’’ kata salah satu anggota Satpol PP. Sementara di Pringgitan, jika sedianya ada tamu kemarin juga tampak sepi. Bahkan ruang Sekpri yang terletak bersebelahan dengan ruang kerja Rendra kemarin tertutup.(ira/ary)

Editor : Ary
Uploader : angga
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU