Mantan Kadindik: Kok Mbledos Sekarang

  • 15-10-2018 / 23:47 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Mantan Kadindik: Kok Mbledos Sekarang LANGSUNG DITAHAN: Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 19.15, ia berada di KPK sejak pukul 09.30, kemarin.(Miftahul Hayat/Jawa Pos)

MALANG-Penyidik KPK melanjutkan pemeriksaan sejumlah saksi terkait dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret tiga tersangka, Senin (15/10) kemarin. Ada sekitar 13 orang saksi yang dimintai keterangan oleh lembaga anti rasuah, di gedung Bhayangkari Polres Malang. Tiga orang yang ditetapkan tersangka adalah, Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna, serta dua pengusaha Ali Murtopo dan Eryk Armando Talla.

Berdasarkan informasi, 13 nama yang kemarin menjadi saksi adalah, tiga orang tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), seorang dosen, satu pensiunan ASN serta lainnya adalah pihak swasta. Salah satu ASN yang dimintai keterangan adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup sekaligus mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2013, yakni Budi Iswoyo.

Budi Iswoyo tiba di halaman Gedung Bhayangkari pukul 13.47. Ia datang dengan menggunakan mobil dinas N 44 DP. Turun dari mobil, Budi Iswoyo langsung bergegas masuk ruangan. Ia tidak menyampaikan apapun soal dipanggilnya sebagai saksi.

“Masuknya lewat sana ya,” katanya sembari berjalan cepat tanpa berkomentar apapun. Kepalanya menunduk dan tangan kanannya memegang sebuah map.

ASN lain yang ikut diperiksa menjadi saksi adalah, Kepala Sub Bagian Keuangan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Dwidjo Siswojo. Serta, Asisten Pribadi Bupati Malang mulai tahun 2010 sampai sekarang, Budiono. Satu lagi ASN yang tidak masuk dalam list saksi, namun kemarin nampak diperiksa adalah Agus Satriadi, yang dulu staff di Dinas Pendidikan, dan kini diketahui menjadi kasi di Badan Keluarga Berencana.

Sama dengan Budi Iswoyo, Agus juga tidak memberikan komentar. “Maaf masih berlanjut (Pemeriksaan, Red),” kata Agus Satriadi, yang langsung bergegas masuk ruangan setelah istirahat untuk Salat Dzuhur.

Sedangkan Budiono, menyampaikan kedatangannya ke Gedung Bhayangkari, untuk diperiksa sebagai saksi atas dugaan gratifikasi. “Saksi apa tidak tahu pasti. Katanya saksi menyaksikan gratifikasi Pak Rendra (Rendra Kresna, red),” jelas Budiono. Namun usai pemeriksaan pukul 18.00, Budiono langsung buru-buru kabur.

Dwidjo Siswojo, yang keluar dari ruang pemeriksaan pukul 17.55 juga tidak banyak memberikan keterangan. Ia hanya menyebut ditanya penyidik KPK soal anggaran Dinas Pendidikan tahun 2011 lalu.

“Hanya tanya anggaran Dinas Pendidikan tahun 2011. Terkait kasus Pak Rendra. Sudah ya cukup,” ucap Dwidjo Siswojo.

Kemudian pensiunan ASN yang turut menjadi saksi adalah, Bambang Setiyono, mantan Kepala Bidang TK-SD tahun 2011 - 2013. Satu dosen yang masuk dalam daftar list saksi, adalah Edi Suhartono, yang merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, tahun 2012 - 2013.

Namun ketika dikonfirmasi, Edi Suhartono menyangkal sebagai saksi. Bahkan ia mengajak wartawan yang meliput, kucing-kucingan dengan bersembunyi di balik pohon dan bilik ATM depan Mapolres Malang.

“Saya tidak jadi saksi lho,” teriaknya sembari melambaikan tangan. Edi menegaskan kalau dirinya tidak ada kaitannya dengan pemanggilan saksi oleh penyidik KPK.

Edi berdalih, kalau kedatangannya ke Polres Malang, hanya untuk menemui teman-temannya. “Saya datang untuk memberi support mental teman-teman saja. Kasihan mereka,” urainya.

“Dulu saya memang pernah dipanggil KPK dan diperiksa, tetapi sudah lama dan lupa. Saya kira sudah selesai (Kasusnya, red), tapi mbledos sekarang. Tahun 2011 dulu, saya sebagai staff ahli Bupati Malang. Tetapi kalau nanti dipanggil, saya akan kooperatif saja,” urainya.

Sementara pihak swasta yang dipanggil sebagai saksi, informasinya adalah Andi Rahadiansyah, bagian penagihan dan marketing PT Nyata Grafika atau tenaga marketing PT Mekar Prima Mandiri tahun 2011-2016. Ari Rukmana Timur, Direktur CV Family Sejahtera.
Arief Maulana, pegawai bagian marketing PT Jepe Press Media Utama. I Gusti Ayu Putu Budiastuti, pelaksana lapangan PT Duta Karya Perkasa. Chris Harijanto, Komisaris PT Intan Pariwara 2002 - 2016.
 Dadang Kurniawan, staff marketing CV Mulia Bersama. Denny Kesuma, Direktur CV Media Kontruksi. Dan, Arief Soebianto, wiraswasta.
Pantauan Malang Post, pemeriksaan saksi-saksi baru berakhir pukul 19.00. Namun Budi Iswoyo, yang ditunggu tidak diketahui keluarnya. Dua pintu masuk yang terpantau tidak terlihat Budi Iswoyo keluar ruangan. Kemungkinan Budi keluar melalui pintu belakang. “Sudah tidak ada orang di dalam. Semuanya sudah pulang,” ucap salah satu penyidik KPK.(agp/ary)

Editor : Ary
Uploader : angga
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU