10 Ribu Pohon Bakau Untuk Reboisasi Pesisir Pantai

  • 22-10-2018 / 10:07 WIB
10 Ribu Pohon Bakau Untuk Reboisasi Pesisir Pantai Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi melakukan penanaman pohon, Minggu (21/10). (Istimewa/jpc)

SUMATRA UTARA - Penanaman 10 ribu bibit pohon bakau dilakukan di Desa Pantai Lubuk Saban, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Minggu (21/10). Penanaman tersebut,  merupakan program Wahana Negara Raharja (WNR) yang bertujuan untuk mereboisasi pesisir pantai.09:03:08

Turut hadir dalam kegiatan ini, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi; Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Dharma Wijaya; serta ribuan umat Buddha yang berasal dari perwakilan daerah di seluruh Sumatera Utara (Sumut).

Ketua Gerakan Peduli Sekitar Kita (GPSK), Pandita Irwan Prasida sebagai pelaksana kegiatan penanaman 10 ribu bibit pohon menjelaskan, aksi sosial bertajuk "Hati Untuk Negeri" ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam memperingati hari jadi Majelis Niciren Shosu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) ke 54 tahun.

"Ini merupakan kegiatan yang kita lakukan dalam upaya reboisasi pantai dengan tema 'Hijaukan Pantai ku makmur negeriku', " kata Irwan Prasida, Minggu (21/10).

Dia melanjutkan, hal ini tidak terlepas dari kerjasama yang baik semua pihak. Baik pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai maupun Pemerintah Provinsi Sumut.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang hadir membuka kegiatan itu, memberi apresiasi kepada seluruh umat Buddha yang memberi perhatian serius terhadap kelestarian pantai dengan menanami bibit pohon.

"Dulu saya pernah diberitahu guru mengaji saya, bahwa manusia yang baik itu adalah manusia yang dapat bermanfaat bagi manusia lainnya. Hari ini kita berterimakasih kepada saudara-saudara kita dari umat Buddha yang sangat antusias memperhatikan kelestarian pantai melalui penanaman pohon yang dilakukan. Inilah taman surga itu," ujar Edy Rahmayadi.

Dia menjelaskan, semestinya sebagai manusia, sejatinya menjadi bermanfaat bagi semua manusia lain. Dengan pandai melindungi pantai, maka sudah memberi kehidupan bagi mahluk lain.

"Bayangkan jika kita melakukan pengrusakan alam dan hutan terus menerus. Selain dampaknya kepada manusia sendiri, ada banyak makhluk Tuhan lain yang akan menanggung akibatnya. Saya sebenarnya merasa ini sindiran bagi saya, orang yang jauh-jauh mau datang kesini untuk menanam pohon," ungkap Edy, disambut tawa para hadirin.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumut juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat apa yang sudah ditanam oleh umat buddha. Agar menjadi manfaat nyata bagi seluruh umat.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Serdang Bedagai untuk menjaga tanaman ini. Karena lebih mudah merusak daripada menjaga apa yang sudah dibangun," imbau Edy Rahmayadi.

Sementara itu, Bupati Serdang Bedagai yang diwakili oleh Wakil Bupati Dharma Wijaya, berharap pelestarian pantai dengan penanaman pohon dapat dilakukan di sepanjang garis pantai Kabupaten Serdang Bedagai.

“Kami berharap penanaman ini berkelanjutan sampai Bandar Khalipa. Sebab saat ini banyak areal yang bisa ditanami di sepanjang pesisir pantai Serdang Bedagai. Dimana dulunya adalah bekas tempat keramba," harap Dharma Wijaya.

Seusai membuka acara, Gubernur Edy Rahmayadi memulai penanaman pohon di tepi pantai Desa Lubuk Saban, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai.

Edy menanam sebatang pohon cemara, kemudian di ikuti oleh Wakil Bupati Serdang Bedagai, Kapolres, Ketua DPRD Serdang Bedagai, Dandim 0204 Serdang Bedagai, dan diikuti oleh ribuan peserta lainnya.

Lebih lanjut, Pandita Irwan mengungkapkan, saat ini pihaknya akan merangkul dan melibatkan masyarakat sekitar untuk menjaga dan merawat bibit pohon yang sudah ditanam.

 

"Salah satu upaya yang kita lakukan dengan merangkul dan melibatkan masyarakat untuk merawat pohon yang sudah kita tanam. Pelibatan masyarakat sudah kita mulai dalam acara hari ini, dengan memakai beberapa rumah warga, dan masyarakat sangat antusias," tutupnya.(bew/JPC/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : buari

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Dipha Barus Pecah, Jejak Budaya Meriah

Terbanyak Diterima dari SMAN 5

Malang Raya Penentu Kemenangan


GRATIS !!!

Untuk Berlangganan Berita Malang Post Online,
Ketik Nama dan Email di Form Berikut Ini.



VIDEO

-->