Gemari Tenis Meja Sejak TK, Zafirah Yaffa Zabrina Tembus Timnas Berangkat ke Cina

  • 23-10-2018 / 00:59 WIB
  • Kategori:Malang
Gemari Tenis Meja Sejak TK, Zafirah Yaffa Zabrina Tembus Timnas Berangkat ke Cina ANDALAN: Zafirah Yaffa Zabrina (dua dari kiri) atlet tenis meja PTM Makota saat berada di podium juara.(ist)

Prestasi tenis meja Kota Malang tergambar dari berbagai piala yang terpajang di klub-klub pembina atletnya. PTM Makota, yang bermarkas di Araya, mengantongi begitu banyak deretan piala kejuaraan tingkat regional hingga nasional. Tidak mengherankan, bila satu atletnya, Zafirah Yaffa Zabrina, dipanggil Timnas untuk mewakili Indonesia berangkat ke turnamen internasional di China.

 

Pembawaan Zafirah Yaffa Zabrina kalem dan luwes saat ditemui Malang Post di tempat latihan PTM Makota di Araya. Lesung pipit yang mengintip di pipinya selalu terlihat ketika Zafira menyunggingkan senyum. Dengan jilbab yang membalut kepalanya, remaja 15 tahun ini pun terlihat santai dan enjoy ketika menjawab berbagai pertanyaan soal dunia tenis meja.

Fira, sapaan akrabnya, adalah atlet tenis meja PTM Makota yang mendapatkan panggilan membela Timnas Indonesia dalam 2018 Silk Road Cup China-ASEAN Table tennis Tournament. Rencananya, Fira sebagai satu-satunya atlet dari Malang yang membela timnas tenis meja, bakal bertanding di Guangxi melawan atlet remaja seluruh dunia, pada 27-28 Oktober 2018.

Fira membawa harum nama Bhumi Arema karena atlet timnas lainnya berasal dari ibukota dan sekitarnya. Atlet lain yang berangkat mewakili timnas, yaitu Rafanael Nikola Niman, Rahmat Taufik Nursabri Pakaya, Taufik Zikri, Al Isra Nur Rizka Pakaya dan Anastasya Fabian. Kelima atlet ini berasal dari Bekasi, Banten dan Jakarta.

Fira direncanakan berangkat ke negeri tirai bambu pada 25 Oktober 2018 dari Bandara Sukarno Hatta. Siswi kelas 10 SMKN 12 Malang tersebut mengaku bangga bisa mengharumkan Kota Malang di kancah internasional.

“Saya senang bisa membela Timnas dan bermain tenis meja di China. Ini pengalaman pertama saya,” kata Fira kepada Malang Post.

Dia mengakui pengalaman membela timnas untuk melawan para atlet internasional adalah kesempatannya mengembangkan pengalaman dan jam terbang sebagai atlet tenis meja. Setelah menerima pemberitahuan bahwa dia bakal berangkat mewakili Indonesia di kompetisi internasional, Fira semakin serius latihan.

“Saya pasti ada persiapan khusus,” kata penggemar olahraga renang itu.

Pengalaman tanding yang berharga di China, bakal memperluas wawasannya sebagai atlet tenis meja. Dengan mengikuti turnamen level internasional ini, Fira bakal mengintip seberapa tinggi panggung dunia tenis meja internasional.

Fira tidak gentar. Sebagai atlet Malang, pemilik akun Instagram @zafirah_21 itu mengantongi restu dari orang-orang terpenting dalam hidupnya. Yakni, wali orang tuanya, pihak sekolah, dan tentu saja klub PTM Makota. Dengan dorongan positif dan motivasi dari orang-orang penting di hidupnya, Fira mantap berangkat ke China.

“Wali orang tua saya mendukung sekali,” tutur bungsu dari dua bersaudara itu.

Walaupun remaja 15 tahun mulai merasakan panggung dunia, perjuangannya mencapai titik tersebut tidaklah mudah. Banyak turnamen, pertandingan dan kejuaraan yang harus dilaluinya agar namanya dilirik oleh pelatih timnas.

Rentetan piala yang terpajang di PTM Makota, tak lepas dari sumbangsih Fira dalam berbagai panggung turnamen nasional maupun regional. Kali terakhir, dia menjadi juara 1 kategori U-16 dalam Wali Kota Cup 2018 yang dihelat di Surabaya. Fira juga menyabet gelar juara 1 di dua kategori umur saat berlaga di Piala KONI 2018 Situbondo.

Fira mengalahkan atlet U-16 dan U-20 yang berlaga di turnamen ini. Hasil positif yang ditunjukkan Fira sepanjang tahun 2018 inilah yang membuat namanya diperhitungkan oleh pelatih timnas tenis meja. Fira sendiri sudah mengikuti kompetisi sejak usia dini dan mempersembahkan piala juara bagi klubnya.

“Sebelumnya saya sudah ikuti banyak turnamen, tiap bulan bahkan,” ujar Fira.

Rentetan piala juara sampai membuat lemari dan etalase piala di PTM Makota penuh sesak. Kecintaannya terhadap dunia tenis meja, diawali dari sosok kakeknya. Menurut Fira, kakeknya sering bermain tenis meja dan mengajaknya nonton.

Ketika melihat orang tuanya bermain, siswi jurusan akuntansi mengaku tertarik. Karena merasa asyik dan seru bermain tenis meja, Fira akhirnya terjun di klub PTM Makota juga menjadi klub pertamanya sampai sekarang. Dia bergabung di PTM Makota sejak usia TK. Kelas 4 SD, dia pernah pindah ke Jakarta.

Fira baru kembali ke Malang dan berlatih di PTM Makota lagi, ketika memasuki usia kelas 1 SMP. Sejak kecil, Fira mengaku dunia tenis meja adalah hidupnya. “Terutama sekarang, jam latihan saya tiap Senin sampai Jumat, latihan jam 5 sore sampai jam 9 malam,” ujar penggemar atlet tenis meja Lucy Wen dari China itu.

Dunia tenis meja tak hanya memberi Fira prestasi. Lewat tenis meja Fira menemukan teman. Lawan tanding dari luar kota yang bertemu di satu panggung turnamen, biasanya selalu menjadi teman baru bagi Fira. Dia juga mendapatkan banyak pelajaran soal tenis meja. Mental adalah hal terpenting dalam tenis meja.

Nomor dua baru teknik. “Mental adalah yang paling penting. Kalau mainnya bagus tapi mental jelek, sulit untuk menang,” kicau Fira. Remaja tersebut memikul beban untuk meraih prestasi tertinggi di China. Jika performanya bagus di level internasional, maka Fira mempunyai kesempatan untuk terus bertahan di Timnas remaja tenis meja Indonesia.(fino yudistira/ary)

Editor : Ary
Uploader : angga
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU