Terlalu, Maling Beraksi Dekat Polres

  • 25-10-2018 / 19:55 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Terlalu, Maling Beraksi Dekat Polres Anggota kepolisian Polres Malang Kota ketika melakukan olah TKP di Gang 1 Jalan Jaksa Agung Suprapto, kemarin. (amanda/mp, grafis: hargodd, tem/mp)

MALANG-Betul-betul nekat dan terlalu! Aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto I, Rabu (24/10) dinihari. Jarak lokasi kejadian dengan Mako Polres Kota Malang hanya sekitar 800 meter saja. Parahnya, di satu lokasi, pencuri motor berhasil menyikat dua sepeda motor, milik ibu kos dan anak kosnya.
Kejadian tersebut dialami oleh sang ibu kos bernama Lailatul Rosida (36 tahun) dan anak kosnya Tinuk Suparto (38 tahun) yang bekerja di Giant Sukun. Keduanya memarkir sepeda motor tepat di depan rumah dalam keadaan di kunci ganda. Posisi motor tersebut terletak di sebuah teras depan rumah. Halaman kecil itu juga sering jadi jalan pintas oleh warga sekitar untuk jalan kaki menuju masjid atau kampung belakang. 
“Posisinya, ada enam motor yang terparkir di teras sini. Yang hilang adalah motor Scoopy milik saya dan satu lagi milik tetangga saya yang ngontrak di depan rumah,” terang Lailatul Rosida ketika ditemui Malang post.
Selasa (23/10) malam, sepulang kerja, seperti biasa, perempuan yang akrab disapa Oci itu memarkir kendaraannya di depan teras rumahnya. Dari jalan raya, lokasi kendaraan yang diparkir tersebut cukup jauh. Setelah memasuki gang, masih melalui jalan tikus yang terletak di sebelah Mie Bakar Celaket. 
Kemudian ada celah untuk satu motor masuk dan ada teras kecil tempat biasa memarkiri sepeda motor. Di sana, ada sekitar enam motor yang parkir, termasuk motor Vario dengan nomor polisi N 3128 TBS dengan warna putih biru dan Scoopy N 6604 ABH warna cokelat hitam. 
“Motor Scoopy saya letakkan di dekat jendela, depan rumah dan jarak beberapa meter saja dari Vario yang hilang juga. Dari motor yang terparkir, dua motor ini saja yang diambil,” papar dia.
Sebelum kejadian, Oci mengaku, sekitar pukul 01.00 dini hari, Tinuk dan suaminya masih terjaga. Ketika itu, ia tak mendengar suara-suara aneh yang mengganggu. Kemudian, sekitar pukul 05.30, suami Oci keluar rumah. Sejak itulah, ia menyadari bahwa motornya hilang. 
“Suami saya keluar, tahu kalau motornya hilang. Kemudian, ketika tetangga melihat, motornya juga ikut hilang,” papar Oci.
Ketika diparkir, keduanya mengaku sudah mengunci ganda motor miliknya. Bahkan, motor milik Oci juga sudah dilengkapi dengan alarm. “Namun, ketika diambil oleh pencuri, kenapa tidak berbunyi,” kata dia heran.
Tak hanya Oci dan Tinuk saja, beberapa waktu lalu, ada tiga orang mahasiswa yang mengaku kehilangan motor. Selasa (25/9), di kawasan Jalan Tirto Utomo. Selasa (25/9) lalu, satu buat sepeda motor Vario milik Riza Putri Umami, 21 warga asli Gresik hilang. Motor berwarna hitam itu diparkir di garasi kos, raib digondol pencuri. Padahal, motor tersebut diparkir di dalam garasi dan dalam keadaan terkunci ganda.
Di wilayah hukum Kota Malang sendiri, Malang Post sempat memberitakan dua kejadian pencurian bermotor. Yakni satu unit motor Scoopy milik Setiya Dwi Cahyani, 19 warga asal Kepanjen. Motor tersebut hilang di kawasan Jalan Sunan Kalijaga, Kota Malang.
Kemudian, pada Kamis (21/9), Honda Beat berwarna putih biru raib digondol pencuri ketika diparkir di depan rumah. Motor tersebut adalah milik Erika Ananda (19 tahun) warga Jalan Ir Rais, Kota Malang.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, S.IK, M.H angkat bicara. Asfuri mengungkapkan, dari laporan masyarakat yang ada, akan dikumpulkan ke tim Hunter Makota. “Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mencari siapa jaringannya. Kemudian, baru kami lakukan ungkap. Memang tidak bisa langsung, butuh waktu,” papar dia.
Asfuri mengungkapkan, pihaknya juga sudah melakukan berbagai macam upaya untuk mengantisipasi jumlah curanmor yang cukup tinggi di wilayah hukum Kota Malang. “Kami sudah memberikan imbauan berupa spanduk di beberapa titik yang rawan curanmor, kami berikan penyuluhan dengan cangkrukan selama seminggu sekali di kelurahan,” kata dia.
Dalam acara cangkrukan bersama Kapolres makota tersebut, pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam mengamankan kendaraannya. “Kami juga rutin melakukan patroli, baik dari polres, polsek jajaran maupun tim Hunter Makota,” kata dia.
Sejauh ini, lanjut Asfuri, yang menjadi tempat paling rawan terjadinya curanmor adalah di daerah kampus, kos-kosan dan kontrakan. 
“Tim Hunter Makota juga terus bergerak melakukan pengungkapan. Saya juga selalu tekankan kepada anggota, jika ada yang mengancam, jangan segan untuk melakukan tindak tegas,” tegas dia.
Untuk diketahui, pada Operasi sikat Semeru yang dilakukan selama 12 hari pada bulan September 2018 lalu, Polres Malang Kota berhasil mengungkap 105 kasus curat, curas dan curanmor dengan 6 orang tersangka yang berhasil diamankan.(tea/ary)
 

Editor : Ary
Uploader : hargodd
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU