Tim MASSA SMPN 5 Malang Juara 1 Mading 3D Competition

  • 05-11-2018 / 22:30 WIB
  • Kategori:Sekolah
Tim MASSA SMPN 5 Malang Juara 1 Mading 3D Competition SELAMAT: Pemred Malang Post Dewi Yuhana menyerahkan hadiah kepada tim mading SMPN 5 Malang yang berhasil menjadi juara 1 lomba Mading 3D tingkat SMP. Elemen kehidupan disajikan dengan apik dalam karya mading tim MASSA (foto kanan).(M. FIRMAN/MALANG POST)

Menggunakan bahan bekas yang berada di sekitar sekolah dan prinsip low budget, Mading 3D SMPN 5 Malang berhasil menjuarai Mading 3D Competition di Malang Post School Competition (MSC) 2K18 kategori SMP. Dengan konsep Survivor Things, tim MASSA (Majalah Sekolah SMP 5) ini menampilkan semua elemen kehidupan melalui simbol-simbol yang dibuat. 

Simbol itu terlihat dari pohon yang melambangkan lingkungan hidup, kardus dengan lapisan warna biru yang melambangkan air. Serta dedaunan yang banyak melambangkan udara, karena daun yang berfungsi memproduksi oksigen dalam sistem fotosintesis. Hal itu dijelaskan salah satu anggota tim MASSA, Ivon Distira Prasetyowati Aldila.

Sejak hari pertama, mading SMPN 5 Malang telah terlihat mencolok dengan variasi lampu LED berwarna kuning yang mereka artikan sebagai matahari. Berfokus pada konsep dan konten, mading MASSA benar-benar informatif dan menarik untuk dibaca. 
Tema survivor yang ditentukan, diwujudkan mengangkat ekstakurikuler pramuka sekolah yang mengajarkan tata cara hidup di alam bebas dengan baik dan benar.

Lewat bimbingan pembina, enam anggota mading yang terdiri atas Ivon Distira Prasetyowati Aldilah, Dina Novelia Putri, Allya Khalisha Innaya Rahadian, Azzahra Almayla Prasnanda, Nisrina Adelia Ariqoh, Anisa Putri Effendy, dan Haiza Radella Zahra meliput dan menulis secara langsung setiap artikel yang mereka sajikan. 
Pastinya perjuangan menuju juara satu tidak dilalui dengan mudah. Dalam waktu tidak lebih dari 10 hari, mereka harus mengubah konsep mading yang telah dibuat untuk disesuaikan dengan teknis perlombaan. Bukan hanya itu, selama seminggu terakhir juga enam siswa tersebut mengerjakan mading sejak pukul 12.00 WIB sampai 17.00 WIB. 

Perjuangan masih berlanjut menginjak acara puncak. Selama 4 hari penuh tim mading ini berjaga sejak pukul 7 pagi hinggaa 6 petang. 

“Kami secara rutin bergantian untuk menajga stan mading. Bahkan saya sampai rumah pukul 9 malam,” sambung siswa kelas 8 ini.
Siapa sangka, malam itu menjadi malam yang tidak akan pernah terlupakan oleh tim MASSA. Pasalnya, nama mereka dipanggil oleh MC untuk naik ke atas panggung dan menerima predikat juara 1. Rasa bangga dan ucapan syukur mereka ucapkan karena sejak awal tidak pernah menargetkan diri untuk dapat meraih juara. 
“Bahkan saya sempat minta maaf ke Pak I (sapaan akrab pembina) jika nanti tidak bisa memberikan juara di lomba kali ini. Tapi Allah SWT berkehendak lain dan semua perjuangan kita berbuah manis,” sahut anggota lainnya, Azzahra Almaya Prasnanda.

Kebanggan tidak berhenti sampai di situ, kata Rara sapaan akrabnya. Sebab keesokan harinya, ia bersama lima temannya disambut dengan hangat dan meriah oleh seluruh warga sekolah. 
“Hehehe rasanya kayak artis aja teman-teman memberikan ucapan di kelas sambil minta traktiran. Kalau dari bapak ibu guru semuanya memberikan ucapan selamat dan terus semangat untuk lomba lainnya,” sambungnya kepada Malang Post.

Keberhasilan tim MASSA tidak terlepas dari tangan dingin sang pembina, Mochamad Imam Khasan. Memiliki pengalaman menjadi pembina jurnalistik selama 18 tahun, ia mendampingi dan membangun image siswanya seputar mading dengan sangat matang. 

“Saya selalu menekankan kepada anak-anak di setiap lomba mading agar selalu mengutamakan konten yang selanjutnya adalah konsep sesuai dengan tema lomba, karena mading 3D tetap harus berfungsi sebagai mading yang perlahan fungsi utamanya mulai tergeser,” jelas pria yang akrab disapa Pak I tersebut.

Lebih lanjut lagi, Pak I yang juga guru Bahasa Indonesia tersebut tidak perrnah memerintahan anak didiknya untuk berfokus pada juara. Baginya pengalaman dan belajar hal baru adalah hal yang lebih utama. 

“Saya katakan pada anak-anak agar  belajar yang banyak selama 4 hari di Graha Cakrawala, cari inspirasi dari mading-mading lain karena kompetisi tidak berhenti sampai di sini,” sambungnya.
Selanjutnya, dengan seluruh anak didiknya yang tahun ini dirasa “pandai berbicara”, ia akan bersiap diri untuk membuat mading 3D baru untuk kepentingan internal sekolah. Ini sebagai media pegembangan siswa di bidang jurnalistik karena SMP 5 Malang merupakan rujukan sekolah nasional.

Pak I juga tidak lupa mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasil yang diraih oleh siswanya di Mading 3D Competition MSC 2K18. “Menang kalah di Malang Post itu suatu kebanggaan karena dari dulu penjurian dilakukan secara fair dan transparan. Kalah pun saya terima, apa lagi menang, bangganya benar-benar nyata,” pungkasnya kepada Malang Post.(gz/ary)

Editor : Ary
Uploader : angga
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU