Koalisi Jokowi: Sayangnya Prabowo Selalu Salah, Kemudian Meminta Maaf

  • 07-11-2018 / 14:26 WIB
Koalisi Jokowi: Sayangnya Prabowo Selalu Salah, Kemudian Meminta Maaf Prabowo Subianto saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu (Gunawan Wibisono/jpc)

JAKARTA - Untuk menghindari polemik yang terus berkelanjutan, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akhirnya meminta maaf karena menyebut masyarakat Boyolali akan diusir bila masuk ke hotel berbintang. Itu dikarenakan tidak memiliki tampang sebagai orang kaya.

Menanggapi hal itu, ‎Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menyambut baik permintaan maaf Prabowo Subianto. Namun sayang ini adalah permintaan maaf kedua atas kegaduhan yang dibuatnya. Sehingga apabila Prabowo Subianto melakukan kesalahan. Maka akan melakukan permintaan maaf lagi.

"Itu artinya Pak Prabowo mengakui kesalahannya. Tapi sayangnya, Pak Prabowo ini selalu salah melulu. Kemudian minta maaf lagi. Apakah Pak Prabowo akan terus menerus melakukan kesalahan?," ujar Ace kepada JawaPos.com, Rabu (7/11).

Oleh sebab itu Ace mempertanyakan apakah Prabowo Subianto dapat dipercaya dengan permintaan maafnya ini. Karena setiap melakukan kesalahan langsung meminta permohonan maaf.

"Apakah pemimpin yang selalu melakukan kesalahan dapat dipercaya?," katanya.

Oleh sebab itu, Ketua DPP Partai Golkar ini berpesan supaya Prabowo Subianto ke depan lebih berhati-hati dalam menyampaikan perkataanya. Jangan sampai seperti kasus 'Tampang Boyolali' ini ‎muncul lagi.

"Pak Prabowo harus lebih menjaga tutur katanya. Kejadian dengan melontarkan kata-kata yang tidak semestinya tidak boleh terulangi kembali. Seorang pemimpin itu harus mampu mengendalikan tutur katanya," pungkasnya.

Sebelumnya, ‎usai candaanya soal 'Tampang Boyolali' yang kemudian berujung polemik, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akhirnya secara tulus meminta permohonan maaf secara terbuka. Ucapan tersebut dilontarkan melalui unggahan akun sosial media Dahnil Anzar Simanjuntak pada Selasa (6/11) malam.

Dalam video yang berdurasi sekitar 2 menit tersebut, Prabowo mengakui tidak maksud candaanya itu mengarah negatif. Ia juga tak sungkan meminta maaf bila selorohnya tersebut membuat tersinggung pihak lain.

"Maksud saya tidak negatif. Tapi kalau ada yang merasa tersinggung, ya saya minta maaf, karena maksud saya tidak seperti itu," kata Prabowo.

Jenderal berjuluk 08 itu menampik bahwa candaanya itu untuk menghina masyarakat Boyolali Jawa Tengah. Karena bagi Prabowo, 'Tampang Boyolali' memiliki arti bahwa ia empati dengan nasib masyarakat setempat.

"Itu (tampang Boyolali) kan selorohnya dalam arti empati saya, solidaritas saya dengan warga di sana, saya tahu kondisi kalian. Saya justru permasalahkan ketidakadilan, kesenjangan, dan ketimpangan di daerah itu. Semua orang tahu, di Indonesia ini makin lebar, makin tidak adil, yang menikmati kekayaan Indonesia kan hanya segelintir orang. Jadi maksud saya itu," ungkapnya.

Prabowo juga menyebutkan selorohnya merupakan bahasa-bahasa interaktif alias bahasa teman. Lagipula, kata dia, acara tersebut dihadiri oleh penonton yang tidak terlalu besar yakni 500 penonton. Seluruhnya kader dari partai koalisi Prabowo-Sandi.

Kendati begitu, mantan suami Titi Soeharto itu mengaku siap bila sejumlah pihak ingin dialog untuk klarifikasi soal 'Tampang Boyolali'. Namun bagi Prabowo, dalam berdemokrasi juga diperlukan sedikit candaan.(gwn/JPC/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : buari

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Dipha Barus Pecah, Jejak Budaya Meriah

Terbanyak Diterima dari SMAN 5

Malang Raya Penentu Kemenangan


GRATIS !!!

Untuk Berlangganan Berita Malang Post Online,
Ketik Nama dan Email di Form Berikut Ini.



VIDEO

-->