Cicilan Rumah Jadi Bumerang

  • 08-11-2018 / 22:29 WIB
  • Kategori:Romel
Cicilan Rumah Jadi Bumerang

NIAT untuk hidup mandiri dengan membeli rumah ternyata menjadi bumerang bagi rumah tangga Ronald, 33 dan Amel, 33. Pasalnya, Ronald enggan membayar cicilan bulanan rumah tersebut. Padahal, membeli rumah dengan kredit itu mulanya atas kesepakatan bersama. 

Tentu saja, kondisi itu membuat rumah tangga pasangan suami-istri (pasutri) asal Malang ini semakin runyam. Karena merasa berat dengan cicilan setiap bulannya. Ronald mendadak mogok membayar. Terang saja Amel heran dengan jalan pikiran suaminya. 

“Rumah itu kan didiami bersama. Mulanya keinginan punya rumah sendiri itu karena ingin hidup mandiri. Masa tinggal sama mertua terus?” katanya setengah bertanya. Maklum, selama 8 tahun usia pernikahan mereka, masih tinggal bersama mertua.

Memiliki rumah sendiri juga memberikan kesempatan pada dua anak mereka untuk memiliki hunian yang nyaman. Karena bisa disesuaikan dengan keinginan pemilik rumah. Amel mengaku sudah cukup merepotkan mertua selama ini. 

Saatnya bagi dia dan keluarga kecilnya hidup mandiri. Apalagi, tidak selamanya hubungan antara dirinya dengan sang mertua mulus-mulus saja. Amel mengaku, urusan anak selama ini dimudahkan dengan adanya mertua. 

Karena itu, ia tidak khawatir meski juga harus bekerja membantu perekonomian keluarga. “Tapi ya gitu, cerewetnya minta ampun. Apa-apa salah. Kalau gak cocok marah-marah. Sehingga, dari dulu memang pengen banget segera pindah rumah,” jelasnya.

Meskipun sama-sama bekerja, Amel mengatakan cukup berat menabung untuk membeli rumah sendiri. Awalnya, ia ngotot ingin mengontrak saja agar bisa lepas dari mertua. Tapi, Ronald lagi-lagi tidak setuju lantaran berat pisah dengan orang tuanya. 

Setahun awal dikatakan memang berat harus menyisihkan sebagian gaji untuk membayar cicilan. Belum lagi Ronald masih menanggung kredit motornya. Ditambah kebutuhan makan, listrik, air, dan sebagainya, membuat kehidupan mereka sedikit ngos-ngosan.

Tak sekali dua kali Ronald mengeluhkan sulitnya cicilan rumah yang masih harus ditanggung sampai belasan tahun lagi. Tapi, Amel memberikan motivasi agar ikhlas. Karena yang namanya rumah tangga, memang harus berjuang. 

Sampai kemudian, setahun terakhir ini, Ronald terlihat ogah-ogahan membantu mencicil rumah. Ia menyuruh Amel membayar cicilan dari gajinya sendiri. Jengkel karena harus menggunakan gaji sendiri, rumah tangga mereka sering cekcok. (mar)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU