Asyiknya Belanja di Warung Ritel Modern Sambil Berwakaf

  • 10-11-2018 / 14:11 WIB
  • Kategori:Ekonomi
Asyiknya Belanja di Warung Ritel Modern Sambil Berwakaf Warung Wakaf oleh Global Wakaf untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan (Rieska Virdhani/JPC)

JAKARTA- Banyak cara yang dilakukan untuk berbelanja di era global saat ini. Bisa dengan langsung datang ke gerai offline, atau belanja online melalui aplikasi platform. Namun hal yang baru adalah bisa belanja sambil berwakaf.

Empat tahun berjalan, Global Wakaf senantiasa berikhtiar membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya melalui instrumen wakaf. Aset wakaf dikelola secara produktif dengan pendekatan ekonomi kerakyatan di bidang pertanian, peternakan, dan kewirausahaan. Ikhtiar ini pun kembali melahirkan program wakaf berbasis ekonomi kerakyatan, yakni Warung Wakaf.

Program Warung Wakaf resmi diluncurkan pada Jumat (9/11), di sela acara Hijrah Festival yang bertempat di Hall A Jakarta Convention Center (JCC). Peluncuran program ini dihadiri langsung oleh Presiden Global Wakaf N. Imam Akbari dan Presiden Direktur PT Hydro Perdana Retailindo Syahru Aryansyah.

Warung Wakaf hadir untuk memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan usaha ritel berbasis wakaf. Lahirnya Warung Wakaf tidak terlepas dari keadaan warga Lombok di masa pemulihan pascabencana yang kondisi ekonominya ikut terpuruk akibat gempa di empat kabupaten.

“Idealisme Global Wakaf melalui penguatan bisnis ritel bertemu dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana maupun di wilayah yang masih membutuhkan penguatan ekonomi. Ini yang sedang kami wujudkan, memulihkan dan membangun perekonomian warga dengan pengelolaan bisnis ritel berbasis wakaf,” kata Presiden Global Wakaf N. Imam Akbari, Jumat (9/11).

Warung Wakaf melibatkan kelompok masyarakat, seperti pengurus masjid, musala, dan pondok pesantren. Global Wakaf berperan sebagai supervisor, mendampingi masyarakat untuk menjaga kualitas pengelolaan yang ideal, mulai dari penyediaan barang hingga sistem yang berbasis syariah. Sementara itu, penyediaan dan pengelolaan outlet-outlet Warung Wakaf dilaksanakan oleh PT Hydro Perdana Retailindo, korporasi wakaf yang bernaung di bawah Global Wakaf Corporation.

Hasil pengelolaan Warung Wakaf dapat memberikan manfaat bagi komunitas masyarakat yang mengelolanya. Selain itu, warga sekitar Warung Wakaf turut mendapatkan maslahatnya melalui rangkaian kegiatan sosial untuk pemenuhan kebutuhan pokok mereka.

Dalam jangka panjang, sebagian hasil pengelolaan Warung Wakaf bahkan bisa untuk perguliran program-program pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf selanjutnya. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung Warung Wakaf, yakni 'Belanja Kita, Wakaf Kita'.

“Dana wakaf ini akan kami kelola secara optimal, sehingga hasilnya bisa disalurkan untuk mauquf alaih atau untuk pengembangan program wakaf lainnya,” jelas Imam.

Saat ini, outlet-outlet Warung Wakaf sudah tersebar di beberapa kabupaten di Lombok. Sejalan dengan itu, Warung Wakaf juga akan hadir di wilayah yang terkena dampak bencana lainnya seperti Palu, sekaligus di sejumlah daerah lainnya seperti Jabodetabek dan Blora.

Menurut Imam, Warung Wakaf menjadi wujud nyata bagaimana wakaf dapat ditunaikan, dikelola, dan dikembangkan secara kolektif. Imam memaparkan, wakaf sebagai filantropi tertinggi dalam Islam merupakan ibadah yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang usia, status ekonomi, dan status sosial.

“Oleh karena itu, kami selalu mengajak sebanyak-banyaknya umat Muslim untuk berwakaf, baik itu wakaf lahan, saham, maupun uang, yang mudah adalah berwakaf uang. Sebab, masyarakat bisa berwakaf dengan jumlah nominal berapa pun,” tutur Imam

Kemudahan berwakaf ini mampu menggerakkan banyak masyarakat untuk berwakaf uang. Dana wakaf yang terkumpul lantas dikelola secara optimal melalui serangkaian program wakaf produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misalnya Warung Wakaf yang berbasis bisnis ritel dan Desa Wakaf, program yang bertujuan memandirikan desa dengan mendayagunakan dana wakaf untuk membangun infrastruktur dan memberdayakan ekonomi masyarakatnya.(ika/JPC/bua)

Editor : bua
Uploader : buari
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU