Serapan APBD Rendah, DPRD DKI Tuding Karena Banyak Pejabat Plt

  • 13-11-2018 / 09:47 WIB
  • Kategori:Ekonomi
Serapan APBD Rendah, DPRD DKI Tuding Karena Banyak Pejabat Plt Ilustrasi: Penyerapan APBD DKI Jakarta masih rendah (Dok.jpc)

JAKARTA- Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 DKI Jakarta dapat dikatakan masih rendah. DPRD DKI menduga hal ini karena masih adanya pejabat Plt di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyatakan, bahwa ada beberapa hal yang mempengaruhi rendahnya serapan anggaran. Salah satunya pejabat yang menangani program pemerintahan adalah Pelaksana Tugas (Plt).

"Namanya Plt itu dia tidak akan menggunakan kewenangan secara maksimal. Walaupun dia diberikan tugas sama seperti pejabat definitif, tapi saya yakin mereka tidak akan mau menggunakan kewenangan secara maksimal," tutur Gembong saat dihubungi, Senin (12/11).

Gembong melihat para pejabat yang menyandang status Plt, nasibnya tidak jelas. Sehingga, jika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin kinerja para Plt maksimal, harus ada pelantikan menjadi pejabat definitif.

"Lalu, memang gubernur harus memberikan motivasi yang kencang, motivasi yang maksimal kepada seluruh SKPD. Agar memaksimalkan kinerjanya dalam rangka penyerapan anggaran ini," ungkap Gembong.

"Saya prihatin kalau sampai November penyerapan baru 54 persen misalnya, sementara rakyat menunggu, duit menumpuk, ekonomi di bawah kan juga nggak gerak karena duit yang tidak bergerak di masyarakat," tambahnya.

Maka dari itu, Gembong berharap tarikan Anies kepada para SKPD harus lebih ketat dan kencang lagi. Sehingga, akhir tahun nanti pertanggungjawaban para SKPD dapat menekan angka Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa).(rgm/JPC/bua)

Editor : bua
Uploader : buari
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU