Adu Strategi di Cabang Olahraga Catur

  • 14-11-2018 / 22:35 WIB
  • Kategori:Sekolah
Adu Strategi di Cabang Olahraga Catur BERMAIN: Siswa Sekolah SD Islam Sabilillah saling adu strategi dalam cabang olahraga catur yang diperlombakan dalam FLOSS 2018.

MALANG – Festival Lomba Olahraga dan Seni Sabilillah (FLOSS), hari kedua, (14/11) berlangsung menegangkan sekaligus penuh strategi. Kali ini, siswa sekolah Sabilillah mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA berebut juara dalam bidang olahraga.

Misalnya saja pada olahraga ca­tur, puluhan siswa berulang kali menga­tur strategi penyerangan untuk menjatuhkan lawan. Tak jarang dalam lima kali sesi mereka menggunakan teknik yang berbeda baik pada saat pembukaan, middle maupun ending.

Salah satu peserta dari kelas V SD Islam Sabilillah Malang Ken Namiruri Taz Khana, mengungkapkan, saat ber­­tan­ding catur selama lima sesi ia berpikir keras menjatuhkan la­wan. Lantaran musuhnya merupakan pe­main catur yang telah beberapa kali men­cetak juara di ajang catur se-Kota Malang.“Lawan saya juara dua catur se-Kota Malang, hanya saja dia salah lang­kah sehingga mentrinya kena,” ungkap Ken.

Di babak terakhir Khana mampu menaklukan lawan dengan strategi yang ditiru dari temannya yakni m­enggunakan pembukaan katalan, yakni permainan diawali dengan G3. Namun strategi ini tidak mudah dimainkan karena sepanjang permainan babak middle dan ending harus sama-sama epik supaya mampu mencetak skor.

Lebih lanjut, selama lima sesi ber­tanding catur ia berusaha mencari skak, apabila dirasa susah baru men­cari materi. Seterusnya ketika dua hal tersebut tidak ada ia memutar stra­te­gi dengan beralih posisi. Pa­da pertandingan pertama hingga ke­em­pat ia menggunakan strategi pembukaan sisilia dragon, dan sesi lima menggunakan katalan.

“Saya sempat majukan pion dan bidak, sehingga jadi benteng dan gajah. Selama lima sesi itu alhamdulilah saya menang terus meskipun melawan para juara catur Kota Malang bahkan satu lawan saya sudah pernah mengikuti kejuaraan tingkat provinsi,” jelas siswi bernomor lomba 18 tersebut.

Lomba catur dalam FLOSS me­nggu­nakan peraturan bermainnya me­nggunakan Percasi dengan sistem pertandingan Swiss 5 babak. Sementara durasi waktu yang dimainkan setiap sesinya yakni 15 menit. Masing-masing peserta catur pada festival ini sudah mahir dan mampu mengelola strategi apa yang cocok untuk menjatuhkan lawan baik saat pembukaan, middle hingga ending.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas LPI Sabilillah Malang, Taufikurrahman, S.Pd, M.Pd, mengungkapkan, FLOSS 2018 ini menjadi festival tahun ketiga dalam memawadahi dan menjaring prestasi siswa dalam bidang seni dan olahraga yang digelar selama dua hari.

“Hari pertama lomba bidang seni dan hari kedua bidang olahraga seperti se­pak bola, futsal, bola voli, basket, bulu tangkis, tenis meja, pencak silat, karate, atletik dan catur. Ada juga lomba dokter kecil, photograpi, sinematography (tingkat SMA),” terang Rahman.

Dari FLOSS ini akan diketahui bi­bit para juara dari bidang seni dan olahraga mulai dari kelas IV SD hingga SMA yang nantinya bisa ber­kompetisi dalam ajang yang lebih tinggi. Dari para juara ini siswa akan men­dapat pembinaan secara khusus me­ngem­bangkan kemampuannya sehingga siap mengikuti perlombaan berikutnya.

“Antusiasme siswa ini sangat luar biasa, bahkan mereka sudah mampu prepare untuk menjadi peserta terbaik,” pungkasnya. (lin/oci) 

Editor : oci
Uploader : irawan
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU